Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:49 WIB. Pilpres - RMI harapkan Muhaimin dampingi Jokowi di Pilpres.
  • 15:49 WIB. Pemilu - Partai Bulan Bintang gaet mantan anggota HTI jadi caleg.
  • 15:49 WIB. Pemilu - Farhat Abbas daftar caleg lewat PKB.
  • 15:48 WIB. Pemilu - PPP daftarkan 47% caleg perempuan.
  • 15:48 WIB. Pemilu - PKS daftarkan 212 caleg perempuan.
  • 15:48 WIB. Pemilu - Golkar tidak daftarkan menterinya jadi caleg.
  • 15:47 WIB. Politik - Demokrat: Pertemuan dengan Prabowo diundur karena SBY sakit.
  • 15:47 WIB. Bisnis - Presiden Jokowi tawarkan komuter N219 ke Federasi Mikronesia.
  • 15:46 WIB. Pilpres - Golkar sebut pertemuan SBY-Prabowo pastikan konstelasi politik.
  • 15:46 WIB. Politik - Indonesia dan Mikronesia tandatangani kesepakatan bebas visa.
  • 14:32 WIB. Korea Utara - Trump: tidak ada batas waktu denuklirisasi Korut.
  • 14:31 WIB. Mesir - Otoritas Mesir lakukan kontrol terhadap media sosial.
  • 14:30 WIB. Rohingya - Pengungsi Rohingya ingin Myanmar akui mereka sebagai warga.
  • 14:28 WIB. Rusia - Pers Rusia sambut positif pertemuan Putin-Trump.
  • 14:28 WIB. Bangladesh - 4 warga Bangladesh dihukum gantung atas kejahatan perang.

Mengantarkan Knalpot Purbalingga ke Panggung Dunia

Foto Berita Mengantarkan Knalpot Purbalingga ke Panggung Dunia
Warta Ekonomi.co.id, Purbalingga -

Perkembangan teknologi informasi dan jasa pengiriman menjadi berkah bagi produsen knalpot asal Purbalingga. Mulai banyak pelaku IKM tersebut yang menjual produk hingga ke luar negeri.

Pemilik Red Mufflers, Rizqa Amali Asnan, tampak antusias saat menjelaskan kepada Warta Ekonomi bahwa ada beberapa produk Red Mufflers yang terserap oleh pasar luar negeri. Bahkan, ada satu konsumen asal Yunani yang pernah membeli produk asli buatan Purbalingga tersebut. Di bengkel produksi yang terletak tak jauh dari Patung Knalpot ini, ia bersama lima orang karyawan berupaya untuk meningkatkan penjualan ke pasar luar negeri.

Pria yang akrab disapa Aam ini menjelaskan kompetisi di industri knalpot Purbalingga sangat ketat karena banyak pemain baru bermunculan. Pada tahun 2015 terjadi penurunan penjualan yang cukup tajam. Saat itu ia masih bergabung di bengkel produksi milik salah satu pamannya. Ia menyadari perlu ada terobosan karena sudah tidak bisa lagi mengandalkan penjualan secara offilne.

"Tahun 2015 saya mulai mencoba pemasaran produk melalui media sosial, yakni Facebook dan Twitter. Ternyata responsnya cukup baik dan berdampak terhadap peningkatan penjualan," katanya kepada Warta Ekonomi di Purbalingga, pertengahan Juni lalu.

Menyadari potensi besar, ia mulai memperluas saluran pemasaran online ke berbagai platform media sosial lain. Selain itu, ia mulai membuat situs resmi dan menjual produk di berbagai situs e-commerce yang tersedia. Tak menunggu waktu lama, jumlah pesanan meningkat drastis.

Sayangnya, ia tak mempersiapkan faktor distribusi pengiriman produk ketika pesanan meningkat. Ia tidak bisa lagi mengandalkan pengiriman produk melalui jasa travel karena saluran distribusi yang terbatas. Alhasil, banyak pesanan yang tidak terakomodasi karena kendala distribusi. Ia pun berupaya untuk mencari penyedia jasa pengiriman yang mampu memenuhi beberapa prasyarat, yakni saluran distribusi yang luas, waktu pengiriman sesuai estimasi, dan jaminan keamanan produk selama pengiriman.

"Saya mencari tahu perusahaan jasa pengiriman yang bisa diandalkan. Saat itu muncul tiga nama, yaitu JNE, TIKI, dan Pos Indonesia," sebutnya.

Setelah mengatasi kendala pengiriman produk, ia memutuskan untuk membangun bengkel produksi sendiri yang diberi nama Red Mufflers. Adapun, pemasaran online di bengkel milik sang paman diambil alih oleh orang lain. Memang, Aam terlahir dan besar di keluarga pengusaha knalpot. Bukan hanya sang paman, namun juga ayah dan kakeknya adalah seorang pengusaha knalpot.

"Tantangan saat ini lebih ke kapasitas dan kualitas produksi. Bagaimana kita bisa meningkatkan jumlah produksi tanpa harus mengorbankan kualitas. Bagaimanapun produk Red Mufflers juga membawa nama baik Indonesia karena banyak pembeli luar negeri," paparnya.

Dukungan

Penanggungjawab JNE Cabang Purbalingga, Sutikno, memastikan pihaknya memiliki komitmen untuk membantu para pelaku IKM dari sisi distribusi produk ke konsumen. Ia mengatakan JNE memiliki beberapa layanan unggulan yang ditujukan bagi para pelaku UKM. Beberapa layanan unggulan tersebut seperti JNE International Service, OKE (Ongkos Kirim Ekonomis), dan YES (Yakin Esok Sampai).

"Kami juga menyediakan layanan tambahan berupa pick up barang di bengkel produk UKM," katanya.

Ia mengakui knalpot merupakan salah satu produk dengan frekuensi pengiriman tertinggi di Purbalingga. Ia mencatat volume pengiriman produk knalpot buatan Purbalingga mencapai ribuan unit setiap bulan. Produk asal Purbalingga yang juga mencatatkan frekuensi pengiriman tertinggi yakni bulu mata palsu (eye-lash).

Sutikno mencatat beberapa kota tujuan pengiriman produk knalpot di dalam negeri seperti DKI Jakarta, beberapa kota di Pulau Sumatera, hingga Papua. Adapun, beberapa negara yang menjadi tujuan pengiriman seperti Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.

"Sekarang UKM bisa dengan mudah mengirim knalpot ke Papua, Malaysia, dan Singapura. Pasar mereka sangat luas," pungkasnya.

Tag: PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Cahyo Prayogo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5861.508 -43.650 597
2 Agriculture 1429.927 1.326 19
3 Mining 1993.546 -16.082 46
4 Basic Industry and Chemicals 767.037 -5.673 70
5 Miscellanous Industry 1164.985 -9.605 45
6 Consumer Goods 2425.201 -22.039 46
7 Cons., Property & Real Estate 447.948 3.850 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1073.667 5.217 70
9 Finance 1019.771 -15.877 91
10 Trade & Service 879.792 -4.151 143
No Code Prev Close Change %
1 CANI 162 214 52 32.10
2 TCPI 875 1,090 215 24.57
3 OKAS 270 334 64 23.70
4 GSMF 102 126 24 23.53
5 FORU 125 146 21 16.80
6 TGRA 600 670 70 11.67
7 RODA 520 580 60 11.54
8 WSKT 1,845 2,030 185 10.03
9 AGRO 328 360 32 9.76
10 MARI 212 232 20 9.43
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 660 496 -164 -24.85
2 CSIS 590 444 -146 -24.75
3 CNTX 590 452 -138 -23.39
4 PTSN 252 222 -30 -11.90
5 MGRO 380 338 -42 -11.05
6 MINA 680 610 -70 -10.29
7 LPLI 182 164 -18 -9.89
8 ZINC 1,685 1,535 -150 -8.90
9 SRSN 70 64 -6 -8.57
10 ALKA 350 320 -30 -8.57
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 660 496 -164 -24.85
2 BBRI 2,970 2,870 -100 -3.37
3 WSKT 1,845 2,030 185 10.03
4 PGAS 1,640 1,725 85 5.18
5 KREN 715 730 15 2.10
6 PTBA 4,240 4,380 140 3.30
7 ADRO 1,800 1,760 -40 -2.22
8 TKIM 13,675 13,400 -275 -2.01
9 AGRO 328 360 32 9.76
10 BMRI 6,550 6,325 -225 -3.44