Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:11 WIB. CSAP - The Siam Cement PCL menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengakuisisi saham CSAP hingga 29%.
  • 10:10 WIB. ROTI - Nippon Indosari Corpindo menargetkan kontribusi sebesar 5% dari penjualan produk di Filipina.
  • 10:09 WIB. KBLM - Kabelindo Murni menargetkan kenaikan penjualan bersih sebesar 10% sepanjang tahun ini.
  • 10:09 WIB. BOLT - Garuda Metalindo mengatakan produk BOLT telah masuk ke pasar Uni Eropa.
  • 10:08 WIB. BOLT - Garuda Metalindo membukukan lonjakan penjualan ekspor 50% pada Januari-Juni 2018.
  • 10:07 WIB. ADRO - Adaro Energy mengatakan proses akuisisi tambang Kestrel di Australia sudah masuk babak final.
  • 06:23 WIB. Properti - IPW mencatat nilai penjualan pasar perumahan di Banten turun 21,5% pada triwulan II-2018.
  • 06:22 WIB. KKP - KKP akan melakukan penataan pelabuhan perikanan guna menghindari pemusatan kepadatan kapal di pelabuhan tertentu.
  • 06:21 WIB. IHSG - Binaartha Sekuritas memprediksi sinyal positif penguatan IHSG mulai tampak dalam perdagangan hari ini.
  • 06:20 WIB. IHSG - Indosurya Sekuritas mengestimasi pergerakan pasar saham hari ini akan cenderung dinamis di level 5.721-5.988.
  • 19:36 WIB. Taliban - NATO: pernyataan negosiasi AS-Taliban disalahtafsirkan.
  • 17:46 WIB. Bulog - Bulog Divre III Bojonegoro mengirim 6 ribu ton beras ke tiga provinsi.
  • 14:56 WIB. Pertamina - Pertamina MOR VIII Maluku-Papua ungkap konsumsi BBM bensin tergolong stabil pada smester I 2018.

Produksi Dunia Surplus, Baja Lokal RI Terancam

Foto Berita Produksi Dunia Surplus, Baja Lokal RI Terancam
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah bertekad untuk melindungi pasar industri baja di dalam negeri dari serbuan produk impor seiring dengan peningkatan kapasitas produksi di tingkat global. Salah satu caranya dengan menggenjot penggunaan baja lokal.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan, industri baja merupakan komponen dasar pertumbuhan ekonomi di setiap negara. Bahkan, industri baja disebut sebagai the mother of industries yang merupakan tulang punggung bagi aktivitas sektor industri lainnya, seperti permesinan dan peralatan, otomotif, maritim, serta elektronik.

"Diperlukan upaya sinkronisasi kebijakan yang berpihak kepada industri baja nasional mengingat potensi pasar domestik yang masih prospektif ke depannya," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, pada The South East Asia Iron and Steel Institute (SEAISI) 2018 Conference and Exhibition di Jakarta, Senin (25/6/2018).

Menurut dia, produsen baja di negara-negara berkembang tengah mengantisipasi kelebihan kapasitas baja global yang mengalami surplus terhadap kapasitas produksi hingga 700 juta metrik ton pada tahun lalu. Pada 2017, produksi crude steel secara global mencapai 1,7 miliar ton dan 50% berasal dari China. Sementara Asia Tenggara menghasilkan 1,5%.

Kondisi tersebut diproyeksi Airlangga bakal berdampak terhadap beberapa aspek, di antaranya adalah harga, lapangan pekerjaan, tingkat utilisasi, dan profit bagi produsen baja.

"Selain itu, berisiko terhadap keberlangsungan industri serta berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Di sisi lain, Amerika Serikat sebagai negara utama konsumen baja telah berencana melindungi industri baja domestiknya dengan menaikkan tarif bea masuk untuk produk baja impor sebesar 25%. Implementasi kebijakan AS ini dinilai akan serta-merta mempengaruhi permintaan dan penawaran di pasar baja global termasuk membawa efek bagi kondisi produsen baja di negara-negara berkembang.

"Negara produsen baja utama lainnya, seperti Jepang, India, dan Korea Selatan, bisa saja kemudian membanjiri pasar Asia Tenggara. Dengan demikian, ini menjadi tantangan bagi kita untuk bersama-sama mengantisipasi hal yang akan terjadi di pasar domestik dalam waktu dekat," paparnya.

Kementerian Perindustrian mencatat kebutuhan crude steel (baja kasar) nasional saat ini hampir mencapai 14 juta ton, tapi baru bisa dipenuhi produksi crude steel dalam negeri sebanyak 8-9 juta ton per tahun. Sisanya dipasok dari China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, India, dan lain-lain.

Oleh karena itu, lanjut Ketua Umum Partai Golkar ini, pihaknya pun semakin memacu peningkatan kapasitas produksi industri baja nasional. Salah satunya dengan mendorong percepatan pembangunan klaster industri baja, misalnya di Cilegon, Banten, yang ditargetkan dapat memproduksi hingga 10 juta ton baja pada 2025. Selain itu, klaster industri baja di Batulicin, Kalimantan Selatan, dan Morowali, Sulawesi Tengah.

Sementara untuk menlindungi industri dalam negeri dari serbuan impor, Airlangga juga mendorong penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada proyek infrastruktur di Tanah Air.

"Konsumen utama produk baja adalah sektor infrastruktur dan konstruksi yang mencapai 80% dari total permintaan domestik atau setara dengan 9,6 juta ton per tahun," ucapnya.

Selain itu, Kemenperin menerapkan SNI untuk produk baja. "Saat ini, terdapat 28 SNI wajib untuk produk baja agar meningkatkan kualitas dan keamanan di industri baja dalam negeri," pungkasnya.

Tag: Baja

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: China Daily via Reuters

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5861.508 -43.650 597
2 Agriculture 1429.927 1.326 19
3 Mining 1993.546 -16.082 46
4 Basic Industry and Chemicals 767.037 -5.673 70
5 Miscellanous Industry 1164.985 -9.605 45
6 Consumer Goods 2425.201 -22.039 46
7 Cons., Property & Real Estate 447.948 3.850 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1073.667 5.217 70
9 Finance 1019.771 -15.877 91
10 Trade & Service 879.792 -4.151 143
No Code Prev Close Change %
1 CANI 162 214 52 32.10
2 TCPI 875 1,090 215 24.57
3 OKAS 270 334 64 23.70
4 GSMF 102 126 24 23.53
5 FORU 125 146 21 16.80
6 TGRA 600 670 70 11.67
7 RODA 520 580 60 11.54
8 WSKT 1,845 2,030 185 10.03
9 AGRO 328 360 32 9.76
10 MARI 212 232 20 9.43
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 660 496 -164 -24.85
2 CSIS 590 444 -146 -24.75
3 CNTX 590 452 -138 -23.39
4 PTSN 252 222 -30 -11.90
5 MGRO 380 338 -42 -11.05
6 MINA 680 610 -70 -10.29
7 LPLI 182 164 -18 -9.89
8 ZINC 1,685 1,535 -150 -8.90
9 SRSN 70 64 -6 -8.57
10 ALKA 350 320 -30 -8.57
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 660 496 -164 -24.85
2 BBRI 2,970 2,870 -100 -3.37
3 WSKT 1,845 2,030 185 10.03
4 PGAS 1,640 1,725 85 5.18
5 KREN 715 730 15 2.10
6 PTBA 4,240 4,380 140 3.30
7 ADRO 1,800 1,760 -40 -2.22
8 TKIM 13,675 13,400 -275 -2.01
9 AGRO 328 360 32 9.76
10 BMRI 6,550 6,325 -225 -3.44