Portal Berita Ekonomi Senin, 24 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:07 WIB. Samsung - Samsung siapkan Galaxy A9 Pro yang bawa lima kamera.
  • 22:06 WIB. Google - Google Drive bakal makin pintar di masa depan lewat fitur AI.
  • 22:06 WIB. Gedung Putih - Gedung Putih berencana investigasi Facebook, Twitter, dan Google.
  • 22:05 WIB. Jepang - Jepang periksa Asteroid demi kuak asal mula Bumi.
  • 22:04 WIB. Huawei - Huawei pede Kirin 980 ungguli prosesor trio iPhone baru.
  • 22:03 WIB. WhatsApp - WhatsApp sedang jajal fitur yang perlihatkan pesan gambar maupun stiker di notifikasi.
  • 22:02 WIB. Singapura - Singapura denda Uber dan Grab Rp141 miliar.
  • 22:01 WIB. Samsung - Samsung Galaxxy J6+ dan Galaxy J4+ baru tersedia di India.
  • 22:00 WIB. Xiaomi - Xiaomi akan jual smartphone Mi A2 dan Mi A2 Lite di Indonesia mulai 27 September.
  • 21:46 WIB. OPEC - Anggota OPEC bertekad untuk tingkatkan output.
  • 21:44 WIB. Blockchain - Dubai rilis sistem pembayaran berbasis blockchain.
  • 21:41 WIB. DBK - Deutsche Bank diperintahkan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan pencucian uang.
  • 21:40 WIB. Migran - Penjaga pantai Libya menyelamatkan 235 migran di lepas pantai barat.
  • 21:40 WIB. Mesir - PM Israel ingin bertemu dengan presiden Mesir di New York.
  • 21:39 WIB. Thailand - 71 orang meninggal karena demam berdarah di Thailand.

Mendunia Karena Pertikaian 2 Saudara

Foto Berita Mendunia Karena Pertikaian 2 Saudara
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Tak ada museum sepatu di kota Herzogenaurach, Jerman. Padahal, kota ini menjadi rumah bagi dua produsen sepatu paling ternama di dunia, adidas dan Puma. Ketiadaan museum ini dikarenakan penduduk kota tak bisa menyepakati narasi sejarah yang menggambarkan perjalanan dua merek apparel yang kini memasok berbagai kostum tim besar Eropa tersebut. Pasalnya, kedua perusahaan ini telah bertikai selama lebih dari 60 tahun.

Puma dan adidas didirikan oleh dua saudara, Adolf (Adi) dan Rudi (Rudolf) Dassler, dengan lokasi kantor pusat keduanya hanya dipisahkan oleh Sungai Aurach. Adi membuat Adi-Dassler yang kini dikenal dengan nama adidas, sementara Rudi mendirikan Puma setelah gagal dengan merek Ru-Da.

Sebelumnya, Adi dan Rudi sendiri bekerja untuk satu perusahaan yang sama, Gebrüder Dassler Schuhfabrik, perusahaan yang didirikan oleh sang ayah, Christoph. Adi akan merancang sepatu sementara Rudi yang mengurusi masalah penjualan dan distribusi. Tak ada penjelasan pasti alasan keduanya bertikai. Namun, ada beberapa alasan yang paling sering dikemukakan.

Pertama adalah karena Rudi berselingkuh dengan istri Adi, Kathe, sehingga ia tak pernah dimaafkan oleh saudaranya. Sementara alasan kedua adalah keduanya berselisih pendapat karena perbedaan pandangan politik. Alasan yang ketiga adalah yang paling sering didengungkan, yaitu yang melibatkan serangan sekutu dari udara. Ketika Adi dan istrinya berlari ke tempat pengungsian, ia mendengar Rudi yang sudah lebih dahulu ada di sana bersama istrinya, berkata: Si Schweunhunde (umpatan sangat kasar) balik lagi.

Rudi menjelaskan kepada saudaranya bahwa umpatan itu dimaksudkan untuk sekutu. Namun, Adi tak mau percaya. Sejak saat itu keduanya pecah kongsi dan memutuskan untuk tak lagi satu perusahaan. Pada pertengahan 1940-an, Rudi pindah ke seberang sungai dan mendirikan pabrik baru, sementara Adi mengelola pabrik lama.

"Bagi kota Herzogenaurach, pertikaian antara dua saudara Dassler ini ibarat Tembok Berlin bagi ibu kota Jerman tersebut," demikian pernyataan jurnalis lokal Rolf Herbert kepada The Guardian.

Perpecahan antara Adi dan Rudi ini menular ke penduduk kota yang berjumlah 23 ribu. Pegawai adidas dan pegawai Puma pergi ke restoran, bar, bahkan pasar yang berbeda untuk berbelanja. Ada kalanya pegawai pabrik adidas dilarang berhubungan dengan pegawai pabrik Puma. Dalam hal yang lebih substansial, yaitu agama dan haluan politik, adidas dan Puma juga seolah memiliki garis pemisah tegas. Puma terlihat sebagai perusahaan dengan haluan politik konservatif dengan banyak pegawai menganut Katolik, sementara adidas Protestan dan Sosial Demokratik.

Hingga bertahun-tahun, rivalitas adidas dan Puma ini selalu diturunkan dan nyaris tak pernah ada yang bisa mendamaikan kedua bersaudara Dassler, bahkan hingga mereka meninggal dunia. Namun, pertikaian ini juga yang mendorong kedua perusahaan berkembang dengan pesat. Setiap kali adidas melakukan satu terobosan besar maka Puma pun akan coba mengejar. Demikian pula sebaliknya. Jika penjualan Puma meningkat maka adidas akan mencoba inovasi baru.

Namun keberuntungan menghampiri adidas pada 1954. Rudolf bertikai dengan pelatih tim nasional Jerman (kala itu masih Jerman Barat) sehingga adidas memiliki kesempatan untuk menyuplai timnas mereka dengan peralatan dan kaus tim.

Lalu, tanpa disangka-sangka Jeman yang kala itu belum menjadi kekuatan sepak bola mampu menundukkan tim top Eropa, Hungaria. Adi Dassler pun muncul nyaris di semua halaman utama koran. Demikian pula dengan sepatu hitam bergaris putih tiga yang dikenakan seluruh pemain kerap tampil di berbagai media. Sejak saat itu Adolf mendapatkan tawaran dari berbagai belahan dunia untuk menjual sepatu adidas di negara mereka. Perusahaan milik Adolf pun mendunia. Butuh belasan tahun bagi Rudolf untuk menyamai kesuksesan saudaranya di level internasional.

Baik adidas dan Puma sendiri kini telah menjadi merek ternama di dunia. Namun, perselisihan antar keduanya baru "diselesaikan" pada 2009, yaitu melalui satu pertandingan sepak bola. Para pegawai adidas dan Puma berlaga dalam pertandingan persahabatan yang menandai gencatan senjata antar-keduanya. Adidas dan Puma sendiri tetap mempertahankan kantor pusat mereka di Herzogenaurach. Bagi kedua perusahaan, kota kecil tersebut memiliki sebuah nilai historis yang tak tergantikan. Sebuah sejarah tentang pertikaian dua bersaudara yang melambungkan nama adidas dan Puma.

Tag: Adidas

Penulis: Rizal Calvary Marimbo, Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Reuters/Michaela Rehle

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,983.31 3,943.74
British Pound GBP 1.00 19,541.71 19,346.63
China Yuan CNY 1.00 2,185.44 2,163.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,939.00 14,791.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,865.13 10,756.02
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,913.10 1,894.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,936.31 10,826.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,538.39 17,361.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.57 3,575.30
Yen Jepang JPY 100.00 13,268.50 13,135.88

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.220 -75.524 602
2 Agriculture 1567.510 -18.297 20
3 Mining 1923.474 -30.574 46
4 Basic Industry and Chemicals 812.308 -9.658 71
5 Miscellanous Industry 1220.729 -18.367 45
6 Consumer Goods 2451.723 -39.686 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.474 -0.498 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1011.546 -15.717 69
9 Finance 1063.252 -12.488 91
10 Trade & Service 821.082 -8.768 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 660 825 165 25.00
2 INAF 3,220 4,020 800 24.84
3 NIKL 2,270 2,830 560 24.67
4 PANI 382 476 94 24.61
5 GOLD 498 570 72 14.46
6 TOPS 730 820 90 12.33
7 SKBM 452 498 46 10.18
8 BIKA 175 189 14 8.00
9 LPIN 1,125 1,205 80 7.11
10 LMSH 645 690 45 6.98
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 254 210 -44 -17.32
2 CANI 210 181 -29 -13.81
3 BKSW 200 173 -27 -13.50
4 BKDP 84 73 -11 -13.10
5 TFCO 840 730 -110 -13.10
6 KPAL 570 496 -74 -12.98
7 AIMS 200 176 -24 -12.00
8 LAND 1,440 1,270 -170 -11.81
9 SAME 560 505 -55 -9.82
10 MYTX 133 120 -13 -9.77
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 254 210 -44 -17.32
2 BMTR 412 420 8 1.94
3 BHIT 87 90 3 3.45
4 KPIG 680 690 10 1.47
5 LAND 1,440 1,270 -170 -11.81
6 BBRI 3,120 3,010 -110 -3.53
7 IMAS 1,970 2,070 100 5.08
8 BCAP 300 300 0 0.00
9 ANTM 820 800 -20 -2.44
10 UNTR 33,300 32,450 -850 -2.55

Recommended Reading

Senin, 24/09/2018 17:10 WIB

Mantan Bos Pertamina Malam Ini Tidur di Sel

Senin, 24/09/2018 16:33 WIB

Buwas: Jangan Bilang Data Beras Saya Salah

Senin, 24/09/2018 16:15 WIB

Lengkap, 12 Langkah untuk Memulai Bisnis

Senin, 24/09/2018 13:13 WIB

Friksi Perdagangan AS-China Memanas

Senin, 24/09/2018 11:56 WIB

5 Keuntungan Jadi Anak Seorang Pengusaha

Senin, 24/09/2018 10:40 WIB

Transaksi E-Commerce Ditarget US$130 Miliar

Minggu, 23/09/2018 20:30 WIB

Investasi Singapura di Indonesia Naik 38%