Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.478 USD/troy ounce
  • 13:29 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,03 USD/barel
  • 13:28 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,09 USD/barel
  • 13:27 WIB. Valas - Dollar melemah 0,12% terhadap Yen pada level 108,73 Yen/USD
  • 13:25 WIB. Valas - Dollar menguat 0,11% terhadap Poundsterling pada level 1,2773 USD/Pound
  • 13:23 WIB. Valas - Dollar melemah 0,16% terhadap Euro pada level 1,1051 USD/Euro
  • 12:05 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,15% di akhir sesi I.

Ancaman Tenaga Kerja Digantikan Mesin, SDM Andal Kuncinya

Ancaman Tenaga Kerja Digantikan Mesin, SDM Andal Kuncinya - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Industri 4.0 yang bertumpu pada perkembangan teknologi mengharuskan Indonesia untuk mempersiapkan terbangunnya SDM yang andal. Berbagai pemangku kepentingan dari pelaku usaha, akademisi, asosiasi pekerja, pemerintahan dan komunitas, sepakat bahwa ancaman dunia kerja yang akan digantikan oleh mesin dan tekonologi menjadi tidak berarti jika suatu negara mampu membangun SDM yang andal.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM) Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Adriyanto, menyampaikan, era ekonomi digital memang akan turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, hal tersebut bukan tanpa tantangan sama sekali. Kemungkinan kerja yang akan digantikan oleh mesin menjadi tantangan tersendiri. Dengan adanya teknologi sejumlah jenis pekerjaan akan hilang dan persaingan semakin ketat.

"Indonesia perlu mempersiapkan SDM berkualitas dan infrastruktur untuk terus meningkatkan daya saing dalam ekonomi global,” tandasnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan, inovasi menjadi hal yang harus menjadi perhatian khusus menghadapi perubahan yang terus terjadi. Tanpa itu, Indonesia akan kalah bersaing dengan negara-negara lainnya, terutama Tiongkok. Menurutnya ada beberapa strategi yang bisa digunakan untuk memenangkan era digital, antara lain fokus membangun digital infrastuktur dan menjadikan penetrasi internet di Jawa dan di Papua seimbang.

"Sebaiknya pemeritah fokus ke lima sektor saja, yaitu otomotif, tekstil, kimia, makanan minuman, dan elektronik. Insentif fiskal juga harus jelas untuk lima ini dan jangan terlalu obral kemudahan. Insentif sebaiknya diberikan untuk perusahaan yang investasi pada mesin high-tech," ujar Bhima.

Ketua Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia (ADEI), Bayu Prawira Hie, menuturkan, di masa mendatang, manusia dan mesin akan bersaing, terutama dalam lingkup ekonomi.

"Tahun 2023, kerja penjualan mungkin sudah diambil alih oleh teknologi, seperti kita lihat saat ini. Tahun 2030, produksi dan pengoperasian kerja juga demikian. Bahkan di wilayah gagasan, sudah ada apa yang disebut artificial inteligent,” tuturnya.

Trainer  pengembangan startup di Universitas Prasetiya Mulya, Elga Yulwardian, menekankan hal serupa. Kurikulum pendidikan menjadi sorotan pentingnya. Menurutnya, kurikulum pendidikan nasional harus adaptif terhadap perubahan yang terjadi.

“Saya pernah mencari 10 orang programer hingga ke Malang, namun hanya dapat dua. Sebaliknya, saya pernah membuka lowongan untuk posisi admin, yang apply mencapai 4 ribu orang lebih,” ungkapnya. Hal tersebut diungkapkannya untuk menggambarkan tentang harus adaptifnya pendidikan nasional, terutama kurikulumnya, terhadap perubahan yang terjadi secara cepat.

Menjembatani hal ini ada banyak yang dilakukan, antara lain sebagaimana dipaparkan Head Community Management Bukalapak, Muhammad Fikri, menuturkan, Bukalapak memberdayakan UMKM agar memiliki akses terhadap ekonomi digital. Pihaknya membantu anggota mengembangkan jaringan sehingga usaha yang lebih besar membagi pengalaman kepada usaha atau pelapak yang lebih kecil melalui community partners.

"Slogan yang digunakan adalah Sukses Sendiri Biasa, Sukses Bersama Itu Luar Biasa. Targetnya agar anggota di kota besar dan kota kecil dapat meningkatkan akses digital, misalnya dari sisi pelayanan, closing transaksi, dan sebagainya. Namun target ini tentunya membutuhkan dukungan infrastruktur," ujar Fikri.

Hal yang paling ditekankan dalam diskusi tersebut adalah bagaimana menciptakan SDM yang mampu menguasai teknologi sekaligus kreatif dan inovatif. Tanpa itu, bonus demografi hanya akan menjadi beban negara belaka.

Selain faktor SDM, faktor infrastruktur, terutama infrastruktur jaringan digital menjadi sorotan penting lainnya. Demikian juga faktor perlindungan pekerja dan konsumen, serta penciptaan iklim bisnis yang sehat juga menjadi hal yang tidak bisa dinafikkan dalam menjawab tantangan dunia kerja era ekonomi digital saat ini.

Baca Juga

Tag: Industri 4.0, Tenaga Kerja

Penulis/Editor: Ratih Rahayu

Foto: Antara/M Agung Rajasa

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,801.71 3,763.08
British Pound GBP 1.00 18,180.29 17,996.58
China Yuan CNY 1.00 2,009.72 1,989.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,257.93 14,116.07
Dolar Australia AUD 1.00 9,604.14 9,505.76
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,817.73 1,799.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.35 10,289.43
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,722.22 15,564.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,402.04 3,365.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,120.39 12,988.65

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6158.166 31.289 658
2 Agriculture 1344.671 -3.608 20
3 Mining 1608.393 -3.471 48
4 Basic Industry and Chemicals 887.968 24.249 74
5 Miscellanous Industry 1145.695 -2.323 50
6 Consumer Goods 2174.111 9.963 54
7 Cons., Property & Real Estate 501.457 1.148 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1212.948 2.953 75
9 Finance 1237.732 3.756 90
10 Trade & Service 801.990 3.006 165
No Code Prev Close Change %
1 IRRA 374 560 186 49.73
2 SLIS 630 785 155 24.60
3 PYFA 160 198 38 23.75
4 HDFA 125 147 22 17.60
5 ISSP 179 210 31 17.32
6 INTD 150 175 25 16.67
7 RODA 204 230 26 12.75
8 PNLF 268 300 32 11.94
9 INKP 6,275 7,000 725 11.55
10 FILM 216 238 22 10.19
No Code Prev Close Change %
1 PDES 1,340 1,105 -235 -17.54
2 ALKA 482 404 -78 -16.18
3 INAF 1,335 1,210 -125 -9.36
4 BOSS 750 680 -70 -9.33
5 LMAS 60 55 -5 -8.33
6 LPLI 125 117 -8 -6.40
7 ITMA 725 680 -45 -6.21
8 MFMI 488 458 -30 -6.15
9 CANI 165 155 -10 -6.06
10 WICO 540 510 -30 -5.56
No Code Prev Close Change %
1 FREN 168 180 12 7.14
2 MAMI 220 216 -4 -1.82
3 KPIG 133 138 5 3.76
4 LMAS 60 55 -5 -8.33
5 ISAT 3,040 3,260 220 7.24
6 BMTR 340 356 16 4.71
7 MSIN 454 450 -4 -0.88
8 INKP 6,275 7,000 725 11.55
9 SMBR 605 655 50 8.26
10 TCPI 6,700 6,400 -300 -4.48