Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Ancaman Tenaga Kerja Digantikan Mesin, SDM Andal Kuncinya

Ancaman Tenaga Kerja Digantikan Mesin, SDM Andal Kuncinya
WE Online, Jakarta -

Industri 4.0 yang bertumpu pada perkembangan teknologi mengharuskan Indonesia untuk mempersiapkan terbangunnya SDM yang andal. Berbagai pemangku kepentingan dari pelaku usaha, akademisi, asosiasi pekerja, pemerintahan dan komunitas, sepakat bahwa ancaman dunia kerja yang akan digantikan oleh mesin dan tekonologi menjadi tidak berarti jika suatu negara mampu membangun SDM yang andal.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM) Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Adriyanto, menyampaikan, era ekonomi digital memang akan turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, hal tersebut bukan tanpa tantangan sama sekali. Kemungkinan kerja yang akan digantikan oleh mesin menjadi tantangan tersendiri. Dengan adanya teknologi sejumlah jenis pekerjaan akan hilang dan persaingan semakin ketat.

"Indonesia perlu mempersiapkan SDM berkualitas dan infrastruktur untuk terus meningkatkan daya saing dalam ekonomi global,” tandasnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan, inovasi menjadi hal yang harus menjadi perhatian khusus menghadapi perubahan yang terus terjadi. Tanpa itu, Indonesia akan kalah bersaing dengan negara-negara lainnya, terutama Tiongkok. Menurutnya ada beberapa strategi yang bisa digunakan untuk memenangkan era digital, antara lain fokus membangun digital infrastuktur dan menjadikan penetrasi internet di Jawa dan di Papua seimbang.

"Sebaiknya pemeritah fokus ke lima sektor saja, yaitu otomotif, tekstil, kimia, makanan minuman, dan elektronik. Insentif fiskal juga harus jelas untuk lima ini dan jangan terlalu obral kemudahan. Insentif sebaiknya diberikan untuk perusahaan yang investasi pada mesin high-tech," ujar Bhima.

Ketua Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia (ADEI), Bayu Prawira Hie, menuturkan, di masa mendatang, manusia dan mesin akan bersaing, terutama dalam lingkup ekonomi.

"Tahun 2023, kerja penjualan mungkin sudah diambil alih oleh teknologi, seperti kita lihat saat ini. Tahun 2030, produksi dan pengoperasian kerja juga demikian. Bahkan di wilayah gagasan, sudah ada apa yang disebut artificial inteligent,” tuturnya.

Trainer  pengembangan startup di Universitas Prasetiya Mulya, Elga Yulwardian, menekankan hal serupa. Kurikulum pendidikan menjadi sorotan pentingnya. Menurutnya, kurikulum pendidikan nasional harus adaptif terhadap perubahan yang terjadi.

“Saya pernah mencari 10 orang programer hingga ke Malang, namun hanya dapat dua. Sebaliknya, saya pernah membuka lowongan untuk posisi admin, yang apply mencapai 4 ribu orang lebih,” ungkapnya. Hal tersebut diungkapkannya untuk menggambarkan tentang harus adaptifnya pendidikan nasional, terutama kurikulumnya, terhadap perubahan yang terjadi secara cepat.

Menjembatani hal ini ada banyak yang dilakukan, antara lain sebagaimana dipaparkan Head Community Management Bukalapak, Muhammad Fikri, menuturkan, Bukalapak memberdayakan UMKM agar memiliki akses terhadap ekonomi digital. Pihaknya membantu anggota mengembangkan jaringan sehingga usaha yang lebih besar membagi pengalaman kepada usaha atau pelapak yang lebih kecil melalui community partners.

"Slogan yang digunakan adalah Sukses Sendiri Biasa, Sukses Bersama Itu Luar Biasa. Targetnya agar anggota di kota besar dan kota kecil dapat meningkatkan akses digital, misalnya dari sisi pelayanan, closing transaksi, dan sebagainya. Namun target ini tentunya membutuhkan dukungan infrastruktur," ujar Fikri.

Hal yang paling ditekankan dalam diskusi tersebut adalah bagaimana menciptakan SDM yang mampu menguasai teknologi sekaligus kreatif dan inovatif. Tanpa itu, bonus demografi hanya akan menjadi beban negara belaka.

Selain faktor SDM, faktor infrastruktur, terutama infrastruktur jaringan digital menjadi sorotan penting lainnya. Demikian juga faktor perlindungan pekerja dan konsumen, serta penciptaan iklim bisnis yang sehat juga menjadi hal yang tidak bisa dinafikkan dalam menjawab tantangan dunia kerja era ekonomi digital saat ini.

Baca Juga

Tag: Industri 4.0, Tenaga Kerja

Penulis/Editor: Ratih Rahayu

Foto: Antara/M Agung Rajasa

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,903.38 3,863.51
British Pound GBP 1.00 18,244.37 18,061.39
China Yuan CNY 1.00 2,071.79 2,050.85
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,638.83 14,493.17
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.25 10,033.62
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,888.83 1,870.01
Dolar Singapura SGD 1.00 10,496.79 10,388.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,462.83 16,294.67
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,416.30 3,379.15
Yen Jepang JPY 100.00 13,614.98 13,478.26
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4973.794 7.014 694
2 Agriculture 1035.202 -3.361 22
3 Mining 1268.499 25.710 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.463 13.240 80
5 Miscellanous Industry 874.938 -3.179 52
6 Consumer Goods 1815.479 0.475 57
7 Cons., Property & Real Estate 321.161 -5.097 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 897.578 2.421 78
9 Finance 1073.299 -2.447 93
10 Trade & Service 605.597 0.226 172
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 103 139 36 34.95
2 EPAC 199 268 69 34.67
3 INDS 1,940 2,420 480 24.74
4 AMAR 308 384 76 24.68
5 PDES 390 470 80 20.51
6 MARK 540 650 110 20.37
7 DNAR 226 270 44 19.47
8 DAYA 600 700 100 16.67
9 DSSA 19,500 22,400 2,900 14.87
10 GLOB 168 190 22 13.10
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 372 346 -26 -6.99
2 MSIN 316 294 -22 -6.96
3 SMMA 17,700 16,475 -1,225 -6.92
4 BIKA 188 175 -13 -6.91
5 FOOD 145 135 -10 -6.90
6 INPS 1,960 1,825 -135 -6.89
7 HDFA 160 149 -11 -6.88
8 PRAS 146 136 -10 -6.85
9 AMFG 3,070 2,860 -210 -6.84
10 PLIN 2,640 2,460 -180 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 PURA 97 92 -5 -5.15
2 TOWR 1,040 1,090 50 4.81
3 PTPP 980 955 -25 -2.55
4 BCAP 158 158 0 0.00
5 TKIM 6,500 6,250 -250 -3.85
6 TCPI 4,340 4,150 -190 -4.38
7 TLKM 3,140 3,120 -20 -0.64
8 MNCN 890 915 25 2.81
9 JPFA 1,150 1,175 25 2.17
10 MAIN 570 615 45 7.89