Portal Berita Ekonomi Kamis, 30 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:41 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,31% pada level 28.811.
  • 22:40 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,06% pada level 3.278.
  • 22:39 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,07% pada level 9.276.
  • 21:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,25% terhadap Poundsterling pada level 1,2996 USD/GBP.
  • 21:28 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,24% terhadap Euro pada level 1,0996 USD/EUR.
  • 21:26 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yen pada level 109,18 JPY/USD.
  • 21:24 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.570 USD/troy ounce.
  • 21:18 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,86 USD/barel.
  • 21:17 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,53 USD/barel.
  • 16:01 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,07% terhadap Dollar AS pada level 13.634 IDR/USD.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,82% pada level 27.160.
  • 15:57 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,04% pada level 3.180.
  • 15:56 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,37% pada level 7.508.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,71% pada level 23.379.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,39% pada level 2.185.

Ancaman Tenaga Kerja Digantikan Mesin, SDM Andal Kuncinya

Ancaman Tenaga Kerja Digantikan Mesin, SDM Andal Kuncinya - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Industri 4.0 yang bertumpu pada perkembangan teknologi mengharuskan Indonesia untuk mempersiapkan terbangunnya SDM yang andal. Berbagai pemangku kepentingan dari pelaku usaha, akademisi, asosiasi pekerja, pemerintahan dan komunitas, sepakat bahwa ancaman dunia kerja yang akan digantikan oleh mesin dan tekonologi menjadi tidak berarti jika suatu negara mampu membangun SDM yang andal.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM) Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Adriyanto, menyampaikan, era ekonomi digital memang akan turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, hal tersebut bukan tanpa tantangan sama sekali. Kemungkinan kerja yang akan digantikan oleh mesin menjadi tantangan tersendiri. Dengan adanya teknologi sejumlah jenis pekerjaan akan hilang dan persaingan semakin ketat.

"Indonesia perlu mempersiapkan SDM berkualitas dan infrastruktur untuk terus meningkatkan daya saing dalam ekonomi global,” tandasnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan, inovasi menjadi hal yang harus menjadi perhatian khusus menghadapi perubahan yang terus terjadi. Tanpa itu, Indonesia akan kalah bersaing dengan negara-negara lainnya, terutama Tiongkok. Menurutnya ada beberapa strategi yang bisa digunakan untuk memenangkan era digital, antara lain fokus membangun digital infrastuktur dan menjadikan penetrasi internet di Jawa dan di Papua seimbang.

"Sebaiknya pemeritah fokus ke lima sektor saja, yaitu otomotif, tekstil, kimia, makanan minuman, dan elektronik. Insentif fiskal juga harus jelas untuk lima ini dan jangan terlalu obral kemudahan. Insentif sebaiknya diberikan untuk perusahaan yang investasi pada mesin high-tech," ujar Bhima.

Ketua Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia (ADEI), Bayu Prawira Hie, menuturkan, di masa mendatang, manusia dan mesin akan bersaing, terutama dalam lingkup ekonomi.

"Tahun 2023, kerja penjualan mungkin sudah diambil alih oleh teknologi, seperti kita lihat saat ini. Tahun 2030, produksi dan pengoperasian kerja juga demikian. Bahkan di wilayah gagasan, sudah ada apa yang disebut artificial inteligent,” tuturnya.

Trainer  pengembangan startup di Universitas Prasetiya Mulya, Elga Yulwardian, menekankan hal serupa. Kurikulum pendidikan menjadi sorotan pentingnya. Menurutnya, kurikulum pendidikan nasional harus adaptif terhadap perubahan yang terjadi.

“Saya pernah mencari 10 orang programer hingga ke Malang, namun hanya dapat dua. Sebaliknya, saya pernah membuka lowongan untuk posisi admin, yang apply mencapai 4 ribu orang lebih,” ungkapnya. Hal tersebut diungkapkannya untuk menggambarkan tentang harus adaptifnya pendidikan nasional, terutama kurikulumnya, terhadap perubahan yang terjadi secara cepat.

Menjembatani hal ini ada banyak yang dilakukan, antara lain sebagaimana dipaparkan Head Community Management Bukalapak, Muhammad Fikri, menuturkan, Bukalapak memberdayakan UMKM agar memiliki akses terhadap ekonomi digital. Pihaknya membantu anggota mengembangkan jaringan sehingga usaha yang lebih besar membagi pengalaman kepada usaha atau pelapak yang lebih kecil melalui community partners.

"Slogan yang digunakan adalah Sukses Sendiri Biasa, Sukses Bersama Itu Luar Biasa. Targetnya agar anggota di kota besar dan kota kecil dapat meningkatkan akses digital, misalnya dari sisi pelayanan, closing transaksi, dan sebagainya. Namun target ini tentunya membutuhkan dukungan infrastruktur," ujar Fikri.

Hal yang paling ditekankan dalam diskusi tersebut adalah bagaimana menciptakan SDM yang mampu menguasai teknologi sekaligus kreatif dan inovatif. Tanpa itu, bonus demografi hanya akan menjadi beban negara belaka.

Selain faktor SDM, faktor infrastruktur, terutama infrastruktur jaringan digital menjadi sorotan penting lainnya. Demikian juga faktor perlindungan pekerja dan konsumen, serta penciptaan iklim bisnis yang sehat juga menjadi hal yang tidak bisa dinafikkan dalam menjawab tantangan dunia kerja era ekonomi digital saat ini.

Baca Juga

Tag: Industri 4.0, Tenaga Kerja

Penulis/Editor: Ratih Rahayu

Foto: Antara/M Agung Rajasa

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.45 3,615.72
British Pound GBP 1.00 17,837.48 17,658.64
China Yuan CNY 1.00 1,975.40 1,955.60
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,702.17 13,565.83
Dolar Australia AUD 1.00 9,272.26 9,177.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,761.95 1,744.40
Dolar Singapura SGD 1.00 10,098.89 9,992.51
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,094.31 14,942.76
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,357.96 3,321.30
Yen Jepang JPY 100.00 12,548.92 12,420.65
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6113.045 1.861 676
2 Agriculture 1346.334 4.232 21
3 Mining 1441.300 -4.108 49
4 Basic Industry and Chemicals 907.928 -5.151 77
5 Miscellanous Industry 1186.872 0.894 51
6 Consumer Goods 2048.897 12.584 57
7 Cons., Property & Real Estate 465.478 -2.148 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1074.184 6.212 77
9 Finance 1356.286 -1.534 92
10 Trade & Service 732.687 -0.036 167
No Code Prev Close Change %
1 PURA 105 178 73 69.52
2 ERTX 95 128 33 34.74
3 OCAP 120 160 40 33.33
4 GHON 1,000 1,250 250 25.00
5 PDES 850 1,050 200 23.53
6 SHID 2,680 3,140 460 17.16
7 LPIN 210 240 30 14.29
8 DAYA 262 298 36 13.74
9 ASBI 260 294 34 13.08
10 TMPO 140 155 15 10.71
No Code Prev Close Change %
1 KIOS 360 282 -78 -21.67
2 BKSW 165 130 -35 -21.21
3 NASA 484 396 -88 -18.18
4 SIPD 995 835 -160 -16.08
5 BMSR 115 98 -17 -14.78
6 ARTA 340 300 -40 -11.76
7 ESIP 268 238 -30 -11.19
8 PTIS 90 80 -10 -11.11
9 KOIN 141 126 -15 -10.64
10 REAL 328 294 -34 -10.37
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 850 845 -5 -0.59
2 MNCN 1,605 1,630 25 1.56
3 LUCK 720 725 5 0.69
4 PURA 105 178 73 69.52
5 JSKY 157 164 7 4.46
6 BTPS 4,780 4,570 -210 -4.39
7 BBRI 4,620 4,620 0 0.00
8 PGAS 1,810 1,795 -15 -0.83
9 BBCA 33,950 33,925 -25 -0.07
10 TLKM 3,830 3,900 70 1.83