Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:14 WIB. Ekonomi - CEO Standard Chartered Bank optimis pertumbuhan ekonomi 2019 terjaga.
  • 14:13 WIB. Pasar - Kemendag sertifikasi lima pasar rakyar agar miliki SNI di 2019.
  • 14:13 WIB. Pasar - Kemendag sertifikasi lima pasar rakyar agar miliki SNI di 2019.
  • 14:13 WIB. Udang - Legislator meminta DKP Kulon Progo mendata jumlah petambak udang di sebelah selatan Bandara NYIA.
  • 14:12 WIB. Nelayan - Nelayan di Kab.Pesisir Selatan membutuhkan pabrik pencetak es batangan tambahan.
  • 14:11 WIB. MRT - Menhub: lokasi peletakan baru pertama MRT fase II sedang didiskusikan.
  • 14:10 WIB. Beras - Pemkab Lebak menyatakan siap memasok beras Ciberang ke pasar.
  • 14:09 WIB. NTB - Gubernur NTB inginkan NTB bisa menjadi daerah industri.
  • 14:08 WIB. Pangan - Pemerintah dinilai perlu meningkatkan koordinasi lintas sektor terkait pangan.
  • 14:07 WIB. Bawang - Harga bawang putih di Purwokerto masih tinggi, Rp35.000/kg.
  • 14:07 WIB. Ekonomi - Ekonomi Banten tumbuh 5,81 persen pada 2018.
  • 14:06 WIB. BBM - Penyaluran BBM di Kab.Kudus sepanjang Januari 2019 mengalami penurunan.
  • 14:05 WIB. Dagang - Trump mengatakan batas 1 Maret untuk perundingan perdagangan China bukan tanggal "Magis".
  • 14:04 WIB. Dagang - Trump: perundingan perdagangan dengan China berjalan baik.
  • 14:03 WIB. Bank - PT BPD SulutGo berkomitmen menjalankan aktivitas perbankan bebas gratifikasi.

Pertemuan Jokowi-Mahathir Bahas Korupsi Hingga Sawit

Foto Berita Pertemuan Jokowi-Mahathir Bahas Korupsi Hingga Sawit
Warta Ekonomi.co.id, Bogor -

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad dalam lawatannya ke Indonesia yang dilanjutkakan pertemuan terbatas di Istana Bogor membicarakan masalah tata kelola pemerintahan (good governance), pemberantasan korupsi, konektivitas, penyelesaian perbatasan hingga politik.

"Tadi kita sudah bicara banyak dengan beliau dan delegasi, intinya kita memiliki komitmen yang sama mengenai 'good governance', mengenai pemberantasan korupsi, mengenai isu pentingnya konektivitas dan penyelesaian yang berkaitan dengan perbatasan. Satu-persatu akan mulai kita bahas di forum-forum di tingkat menteri," kata Presiden Joko Widodo saat pernyataan pers bersama dengan PM Mahathir di Istana Bogor, Jumat (29/6/2018).

Menurut Presiden, berbicara untuk bekerja sama dan perbatasan, sehingga keuntungan akan didapat oleh Malaysia maupun Indonesia.

Kepala Negara juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dengan PM Mahathir juga juga menitipkan untuk perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia yang berada di Malaysia.

"Juga pembangunan sekolah-sekolah bagi anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia," ujar Jokowi.

Terkait internasional, lanjut Presiden, Indonesia dan Malaysia juga memiliki komitmen yang sama bahwa penyelesaian lewat dialog yang berbasis kepada hukum-hukum internasional akan dikedepankan.

PM Mahathir berharap persahabatan dan kerja sama antara Indonesia-Malaysia dapat ditingkatkan karena banyak keuntungannya, baik dalam bidang politik, bidang ekonomi, dan juga hubungan antarbangsa.

"Kita menghadapi masalah yang sama, umpamanya ekspor minyak, ekspor kelapa sawit kita ini diancam oleh Eropa. Dan kita perlu bersama-sama melawan mereka," tutur Mahathir.

Untuk itu, kata Mahathir, Indonesia-Malaysia perlu bersama-sama melawan kampanye mereka yang mengatakan minyak kelapa sawit dibuat dari hutan-hutan yang ditebang pengusaha dan dengan itu yang mereka nilai berdampak buruk pada iklim.

"Itu tidak benar sama sekali. Kita perlu ada kawasan luas untuk masyarakat dan untuk mendapat hasil yang lebih banyak dan tinggi dari kawasan luas di negara kita," kata Mahathir.

PM Malaysia ini juga mengungkapkan bahwa minyak kelapa sawit ini bersaing dengan minyak bumi, jadi hal ini berkaitan masalah ekonomi dan keuangan daripada masalah lingkungan.

Terkait masalah pendidikan anak-anak para TKI, PM Malaysia ini berjanji akan menjamin pendidikannya.

"Anak-anak mereka perlu mendapat pendidikan dan ke sekolah. Di Semenanjung kita sudah ada beberapa sekolah meski tidak mencukupi. Tapi di Sabah Sarawak belum ada sekolah-sekolah yang bisa dimasuki anak-anak Indonesia yang tinggal di sana. Ini akan kita perbaiki," janji Mahathir.

Sedangkan masalah perbatasan, Mahathir juga setuju dengan pendekatan untuk menyelesaikan masalah tumpang tindih kawasan Malaysia dan Indonesia.

"Kita putuskan masalah ini, tidak bisa sendiri, tapi pendekatannya sudah kita lakukan. Kita perlu terima bahwa ada kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, seperti Malaysia melakukan kerja sama dengan Thailand. di mana kita mengadakan 'joint development area'," ujar Mahathir.

Mahathir juga mengungkapkan kunjungan Presiden Jokowi pada 2015 lalu terkait kemungkinan membangun kereta Malaysia-Indonesia yang boleh digunakan seluruh ASEAN.

"Karena sebab-sebab tertentu, kita tidak dapat teruskan. tetapi sekarang ini kita berhajat untuk melanjutkan," kata Mahathir.

PM Malaysia ini juga mengungkapkan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki kemiripin masalah permasalahan politik dalam negeri.

"Kita juga bercakap tetang politik dalam negeri. Masalah yang dihadapi di Indonesia cuma besar daripada Malaysia, cuma jenisnya sama saya lihat. Dan kita berbincang tentang cara-cara kita menghadapi masalah politik dalam negara demokrasi ini," kata Mahathir.

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Mahathir Mohamad

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,766.77 3,728.54
British Pound GBP 1.00 18,468.44 18,283.99
China Yuan CNY 1.00 2,090.80 2,070.07
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,125.00 13,985.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,136.10 10,034.24
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,799.66 1,781.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,456.77 10,349.29
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,040.35 15,877.17
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,474.78 3,436.12
Yen Jepang JPY 100.00 12,744.74 12,615.01

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6494.667 -3.148 627
2 Agriculture 1612.273 9.233 21
3 Mining 1894.930 28.365 47
4 Basic Industry and Chemicals 879.497 -9.712 71
5 Miscellanous Industry 1359.758 -8.770 46
6 Consumer Goods 2656.426 -2.053 51
7 Cons., Property & Real Estate 454.123 1.975 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.559 1.577 71
9 Finance 1233.741 -2.007 91
10 Trade & Service 822.920 1.934 155
No Code Prev Close Change %
1 BNII 258 322 64 24.81
2 ALDO 2,020 2,510 490 24.26
3 MINA 615 725 110 17.89
4 MPPA 260 306 46 17.69
5 INCF 306 360 54 17.65
6 BABP 51 58 7 13.73
7 MLPL 137 155 18 13.14
8 CSIS 137 154 17 12.41
9 GIAA 426 474 48 11.27
10 KARW 87 96 9 10.34
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 400 300 -100 -25.00
2 NAGA 332 294 -38 -11.45
3 KONI 486 438 -48 -9.88
4 PSDN 246 222 -24 -9.76
5 AKSI 388 352 -36 -9.28
6 LION 665 615 -50 -7.52
7 FISH 3,670 3,400 -270 -7.36
8 TARA 840 780 -60 -7.14
9 SOTS 322 300 -22 -6.83
10 INAI 468 440 -28 -5.98
No Code Prev Close Change %
1 FREN 298 288 -10 -3.36
2 JPFA 2,500 2,440 -60 -2.40
3 ANTM 995 1,025 30 3.02
4 BBRI 3,840 3,910 70 1.82
5 BMRI 7,275 7,200 -75 -1.03
6 EXCL 2,530 2,610 80 3.16
7 INDY 1,785 1,925 140 7.84
8 BUMI 153 154 1 0.65
9 FILM 795 785 -10 -1.26
10 ADRO 1,245 1,295 50 4.02

Recommended Reading