Portal Berita Ekonomi Senin, 24 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:16 WIB. Pertamina - Pertamina menambah dua SPBU satu harga di provinsi berbasis kepulauan NTT.
  • 12:14 WIB. BTN - BTN menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan produk-produk baru.
  • 12:11 WIB. Pertamina - Pertamina menyiapkan penambahan fakultatif LPG 3 kg untuk mengatasi kelangkaaan di Temanggung.
  • 11:52 WIB. BRI - Penjualan dari pembayaran QR code BRI tembus Rp12 miliar.
  • 11:46 WIB. WSBP - Waskita Beton tak terpengaruh pelemahan rupiah.
  • 11:45 WIB. BRI -  BRI akan terus berkomitmen mendukung program-program pemerintah dalam kaitannya dengan stabilitas rupiah.
  • 11:43 WIB. BRI - BRI nilai relaksasi aturan hedging bisa perdalam pasar valas domestik.
  • 11:39 WIB. AP I - Kolaborasi ACI dengan AP I dapat meningkatkan pengembangan bandara di Indonesia.
  • 11:38 WIB. AP I - Perusahaan pengelola bandara AP I berkomitmen menjadi anggota komite Airports Council International.
  • 11:33 WIB. Garuda - Mulai hari ini, para pengguna Grab memiliki kesempatan untuk menjadi anggota GarudaMiles.
  • 11:28 WIB. PKB - Sandiaga takut debat di Pilpres 2019.
  • 11:27 WIB. Raja Juli - Apakah dana sumbangan kampanye pihak lain ke Prabowo-Sandiaga disimpan di kardu?
  • 11:27 WIB. Raja Juli - Laporan dana kampanye Rp2 M, hanya menyamakan dengan nomor urut 2 di Pilpres 2018.
  • 11:26 WIB. Raja Juli - Prabowo dan Sandiaga adalah calon yang sangat tajir.
  • 11:26 WIB. PSI - Ada yang aneh dengan laporan dana awal kampanye Prabowo-Sandiaga yakni Rp2 M.

Ini Alasan Kenapa Ikan Arapaima Sangat Berbahaya

Foto Berita Ini Alasan Kenapa Ikan Arapaima Sangat Berbahaya
Warta Ekonomi.co.id, Bogor -

Dosen Departemen Manajemen Sumberdaya Perikanan IPB Mukhlis Kamal mengingatkan bahaya ikan Arapaima gigas bila masuk ke perairan tawar Indonesia.

"Karena habitat aslinya adalah perairan tropis sehingga akan sangat adaptif di perairan Indonesia yang juga beriklim tropis," kata Mukhlis, di Bogor, Jumat (29/6/2018).

Ia menjelaskan, ikan Arapaima gigas memiliki habitat asli adalah daerah aliran sungai (DA) Amazon, Amerika Selatan. Memiliki ukuran tubuh besar dibanding ikan tawar lainnya, menjadi kompetitor ruang bagi ikan-ikan lainnya.

"Mulutnya yang besar serta gigi yang besar dan tajam dapat dipastikan ikan ini termasuk predator yang akan memakan semua jenis ikan," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, potensi reproduksi ikan Arapaima juga tinggi, sekali bertelur bisa mencapai 10-20 ribu butir. Bahkan, memiliki kemampuan hidup dalam lingkungan perairan yang kekurangan oksigen. Selain bernafas dengan insang, lanjutnya, ikan Arapaima juga memiliki kemampuan benafas menggunakan organ lain seperti paru-paru yang merupakan transformasi dari gelembung gas.

Menurutnya, penduduk asli di wilayah DAS Amazon menyebut ikan ini dengan sebutan pirarucu yang berarti ikan merah (pira - ikan, rucu - merah).

"Ikan ini menjadi sumber protenin hewan dari perairan tawar dari kegiatan budidaya," katanya.

Ia mengatakan, ikan ini masuk ke Indonesia untuk dipelihara di akuarium atau kolam, menjadi daya tarik pengunjung di lokasi wisata. Ikan tersebut menjadi sangat menarik, karena menjadi ikan air tawar terbesar di dunia. Panjangnya dapat mencapai tiga meter.

Karena ukurannya yang besar, dan bukan ikan asli Indonesia, ikan tersebut tidak memiliki pemangsa (predator) alami di alam. Sehingga menjadi pertimbangan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Peraturan Menteri KP No 41/2014 untuk mealrang ikan tersebut masuk ke Indonesia.

"Arapima gigas termasuk salah satu jenis ikan invasif yang dilarang masuk ke Indonesia," kata Mukhlis.

Tag: Perikanan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Reuters/Bruno Kelly

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,983.31 3,943.74
British Pound GBP 19,541.71 19,346.63
China Yuan CNY 2,185.44 2,163.79
Dolar Amerika Serikat USD 14,939.00 14,791.00
Dolar Australia AUD 10,865.13 10,756.02
Dolar Hong Kong HKD 1,913.10 1,894.12
Dolar Singapura SGD 10,936.31 10,826.38
EURO Spot Rate EUR 17,538.39 17,361.68
Ringgit Malaysia MYR 3,614.57 3,575.30
Yen Jepang JPY 13,268.50 13,135.88

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5957.744 26.478 602
2 Agriculture 1585.807 1.672 20
3 Mining 1954.048 17.971 46
4 Basic Industry and Chemicals 821.966 11.293 71
5 Miscellanous Industry 1239.096 -33.418 45
6 Consumer Goods 2491.409 13.779 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.972 -0.966 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1027.263 -2.237 69
9 Finance 1075.740 7.879 91
10 Trade & Service 829.850 7.907 145
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 900 1,125 225 25.00
2 PANI 306 382 76 24.84
3 LAND 1,155 1,440 285 24.68
4 DIGI 530 660 130 24.53
5 IIKP 236 280 44 18.64
6 FILM 1,135 1,285 150 13.22
7 RELI 234 260 26 11.11
8 PBSA 660 730 70 10.61
9 NIKL 2,060 2,270 210 10.19
10 ACES 1,420 1,560 140 9.86
No Code Prev Close Change %
1 AIMS 230 200 -30 -13.04
2 BIKA 200 175 -25 -12.50
3 TOPS 825 730 -95 -11.52
4 SIPD 1,065 955 -110 -10.33
5 MAPA 4,180 3,800 -380 -9.09
6 INTD 308 282 -26 -8.44
7 MMLP 575 530 -45 -7.83
8 WICO 645 595 -50 -7.75
9 LMSH 695 645 -50 -7.19
10 UNIT 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 690 680 -10 -1.45
2 BBRI 3,090 3,120 30 0.97
3 TRAM 260 254 -6 -2.31
4 ADRO 1,805 1,880 75 4.16
5 CPRO 50 50 0 0.00
6 BBCA 23,950 23,700 -250 -1.04
7 PNLF 232 238 6 2.59
8 LAND 1,155 1,440 285 24.68
9 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
10 FILM 1,135 1,285 150 13.22

Recommended Reading