Portal Berita Ekonomi Selasa, 25 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:53 WIB. Tenun - Harga tenun cual cukup bervariasi dimulai Rp500.000 hingga Rp20.000.000.
  • 15:52 WIB. Tenun - Kerajinan tenun cual Bangka Belitung berhasil menembus pasar di empat negara.
  • 15:50 WIB. Inves - Kehadiran investasi di Flores bergerak di sektor perikananan dan pengolahan ikan dari PT Kelola Mina Laut.
  • 15:48 WIB. Inves - Kepala DPM-PTSP Flores mengatakan ada 5 perusahaan yang berminat investasi di Flores.
  • 15:47 WIB. Bawang - "Cluster" bawang putih terluas ada di Jateng mencapai 260 hektare.
  • 15:46 WIB. Bawang - Direktur Departemen Pengembangan UMKM BI Pusat: salah satu "cluster" bawang putih terluas ada di Jateng.
  • 15:44 WIB. Bawang - BI Bali kembangkan lahan 2 hektare sebagai percontohan di Desa Wanagiri dengan hasil panen 7,84 ton/hektare.
  • 15:43 WIB. Bawang - Bawang putih Buleleng dibangkitkan lagi untuk Bali siap jadi sentra bawang putih.
  • 15:42 WIB. Bawang - BI Bali memanen perdana untuk bawang putih yang dikelola secara organik oleh kelompok tani Manik Pertiwi.
  • 15:40 WIB. Bekraf - Bekraf: ekonomi kreatif merupakan sektor andalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  • 15:39 WIB. IKM - Sebagian besar pengusaha IKM makanan dan minuman di Kabupaten Bekasi sudah memiliki sertifikat halal.
  • 15:38 WIB. IKM - Sertifikasi halal bersyarat, yakni ketersediaan kemasan produk serta telah memproses PIRT di Dinas Kesehatan.
  • 15:37 WIB. Polisi - Penyebar berita hoax soal skandal Sandiaga sedang diburu.
  • 15:36 WIB. Bawaslu - 4 potensi kerawanan pemilu yakni keamanan, SARA, netralitas PNS, dan politik uang.
  • 15:36 WIB. IKM -  Dinas Perindustrian Bekasi sedang memfasilitasi sertifikasi halal kepada tiga IKM setempat untuk diproses di Jawa Barat.

Hasil Pilkada Tak Berdampak pada Pilpres?

Foto Berita Hasil Pilkada Tak Berdampak pada Pilpres?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengatakan hasil suara terbanyak berdasarkan hitung cepat di Pilkada 2018 tidak berdampak bagi komposisi koalisi partai politik untuk mengusung calon presiden dan wapres pada Pemilu 2019. 

"Dalam jangka pendek ini, tidak ada dampak pilkada bagi komposisi koalisi pendukung capres. Bagaimana pun, fenomena hasil Pilkada 2018 tidak bisa dijadikan acuan untuk mengkalkulasi peta pemilu presiden," kata Syamsuddin dalam diskusi Evaluasi Pilkada 2018 di Hotel Atlet Century Jakarta, Senin (2/7/2018). 

Dia menjelaskan peta koalisi politik sangat dinamis, sehingga perubahan komposisi koalisi di daerah-daerah pilkada tidak dapat dijadikan patokan mutlak akan tercermin pada pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 mendatang. "Kita tahu kondisi koalisi kita ini longgar, tidak ada yang namanya kesepakatan atau konsensus dalam koalisi. Koalisi di kita ini sifatnya 'gentlemen agreement'. Ini banyak pihak mengatakan seolah-olah hasil pilkada menggambarkan pilpres, padahal tidak juga," jelasnya. 

Pola koalisi di tingkat pusat dan daerah berbeda, katanya, sehingga hal itu menunjukkan adanya dinamika pembentukan koalisi baru untuk Pilpres 2019. "Pola koalisi jelas tidak sama. Koalisi tiga sekawan, Gerindra, PKS, PAN tidak sepenuhnya utuh. Di Jawa Barat saja PAN setengah hati, di Jawa Tengah gagal, di Jawa Timur pecah," katanya.

Dengan kondisi seperti itu, maka keputusan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Presiden Joko Widodo untuk menentukan calon wakil presiden juga akan tertunda hingga terbentuk koalisi oposisi yang pasti. "Selama peta koalisi oposisi, sebagai penantang, belum jelas. Saya menduga Jokowi dan PDI Perjuangan juga akan menunda terhadap pilihan cawapres, mau tidak mau sampai Agustus," ujarnya.

Tag: Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Destyan Sujarwoko

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,990.77 3,951.21
British Pound GBP 1.00 19,615.75 19,420.30
China Yuan CNY 1.00 2,186.88 2,165.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,967.00 14,819.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,836.11 10,724.51
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.70 1,896.59
Dolar Singapura SGD 1.00 10,956.01 10,843.70
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,565.27 17,385.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,623.09 3,582.93
Yen Jepang JPY 100.00 13,260.39 13,128.10

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.220 -75.524 602
2 Agriculture 1567.510 -18.297 20
3 Mining 1923.474 -30.574 46
4 Basic Industry and Chemicals 812.308 -9.658 71
5 Miscellanous Industry 1220.729 -18.367 45
6 Consumer Goods 2451.723 -39.686 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.474 -0.498 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1011.546 -15.717 69
9 Finance 1063.252 -12.488 91
10 Trade & Service 821.082 -8.768 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 660 825 165 25.00
2 INAF 3,220 4,020 800 24.84
3 NIKL 2,270 2,830 560 24.67
4 PANI 382 476 94 24.61
5 GOLD 498 570 72 14.46
6 TOPS 730 820 90 12.33
7 SKBM 452 498 46 10.18
8 BIKA 175 189 14 8.00
9 LPIN 1,125 1,205 80 7.11
10 LMSH 645 690 45 6.98
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 254 210 -44 -17.32
2 CANI 210 181 -29 -13.81
3 BKSW 200 173 -27 -13.50
4 BKDP 84 73 -11 -13.10
5 TFCO 840 730 -110 -13.10
6 KPAL 570 496 -74 -12.98
7 AIMS 200 176 -24 -12.00
8 LAND 1,440 1,270 -170 -11.81
9 SAME 560 505 -55 -9.82
10 MYTX 133 120 -13 -9.77
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 254 210 -44 -17.32
2 BMTR 412 420 8 1.94
3 BHIT 87 90 3 3.45
4 KPIG 680 690 10 1.47
5 LAND 1,440 1,270 -170 -11.81
6 BBRI 3,120 3,010 -110 -3.53
7 IMAS 1,970 2,070 100 5.08
8 BCAP 300 300 0 0.00
9 ANTM 820 800 -20 -2.44
10 UNTR 33,300 32,450 -850 -2.55