Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:26 WIB. Qualcomm - Qualcomm tuduh Apple curi rahasia cip bantu Intel Corp.
  • 21:25 WIB. Hyundai - Hyundai dirikan reparasi bodi dan cat untuk saingi merek Jepang.
  • 21:24 WIB. Snapchat - Pengguna Snapchat bisa cari barang di Amazon.
  • 21:23 WIB. AS - Pemerintah AS siapkan aturan baru perlindungan data pribadi.
  • 21:23 WIB. Nissan - Nissan Note e-Power Nismo S Diklaim lebih bertenaga.
  • 21:22 WIB. Google - Google akan kembali izinkan iklan mata uang virtual di beberapa negara.
  • 21:20 WIB. Uber - Uber buka layanan telepon 24 jam untuk penumpang di Inggris.
  • 21:20 WIB. Iklan - Belanja iklan global naik 4,5% tahun ini berkat mesin pencari dan medsos.
  • 21:10 WIB. Google - CEO Google Sundar Pichai bantah hasil pencarian mesinnya diutak-atik.
  • 21:09 WIB. Software - Microsoft dan Adobe bentuk aliansi data pelanggan.
  • 21:08 WIB. Google - Google akan akui kesalahan pengaturan ke Senat AS.
  • 20:40 WIB. Kominfo - Kominfo ancam akan serahkan data profil akun medsos pengunggah ulang video pengeroyokan Haringga ke penegak hukum.
  • 20:38 WIB. Go-Jek - Go-Jek mulai uji aplikasi GET versi beta di Thailand.
  • 20:08 WIB. Kominfo - Rudiantara: Blokir situs skandal Sandiaga tak terkait Pilpres.
  • 20:07 WIB. Teknologi - Perusahaan teknologi Asia mulai alih produksi keluar dari China.

KM Lestari Maju Tenggelam, Jumlah Korban Simpang Siur

Foto Berita KM Lestari Maju Tenggelam, Jumlah Korban Simpang Siur
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Kapal feri bernama KM Lestari Maju dilaporkan tenggelam di perairan Kabupaten Selayar, Provinsi Sulsel, Selasa (3/7). Kapal yang mengangkut ratusan penumpang dan muatan itu sekarang dalam proses evakuasi. Adapun jumlah korban dalam musibah tenggelamnya kapal itu hingga kini masih simpang siur. 

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengungkapkan KM Lestari Maju yang dilaporkan tenggelam sudah dikandaskan di salah satu pulau. Kapal feri itu tidak seluruhnya karam alias tenggelam. Laporan sementara, KM Lestari Maju memang mengalami masalah kebocoran lambung kapal. 

KM Lestari Maju diketahui berlayar dari pelabuhan Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar. Lambung kapal disebut bocor sehingga nakhoda berinisiatif membawanya ke pulau terdekat sebelum tenggelam.

"Kapal itu sedang dikandaskan di salah satu pulau, jadi tidak sepenuhnya tenggelam di laut. Ya dikandaskan saja. Saat kapal tersebut oleng, banyak yang terjun," kata Dicky, Selasa (3/7). 

Kepolisian belum mengetahui dan belum menerima laporan pasti mengenai penyebab bocornya lambung kapal. Sedangkan, informasi awal terdapat empat korban meninggal dunia, termasuk salah satu bayi. Hanya saja, belum diketahui identitasnya. "Sekarang kami masih proses evakuasi dulu," tuturnya. 

Informasi jumlah korban KM Lestari Maju sendiri masih simpang siur. Terdapat pula kabar yang menyebut jumlah korban meninggal sebanyak enam orang dan ada pula yang mengabarkan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. 

Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, sendiri membenarkan soal kabar nahas KM Lestari Maju. Namun dia menampik bahwa ada korban. Sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa. "Sudah selesai, dan tak ada korban, hanya kandas di Bira,” singkatnya. 

Tag: Kapal

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,003.04 3,962.94
British Pound GBP 1.00 19,785.63 19,586.46
China Yuan CNY 1.00 2,189.41 2,167.53
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,013.00 14,863.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,929.46 10,818.78
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,921.15 1,901.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,996.92 10,886.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,662.79 17,480.37
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,628.96 3,588.36
Yen Jepang JPY 100.00 13,297.61 13,161.25

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5873.271 -1.028 602
2 Agriculture 1571.300 11.861 20
3 Mining 1937.807 -4.617 46
4 Basic Industry and Chemicals 797.141 -2.349 71
5 Miscellanous Industry 1250.629 19.474 45
6 Consumer Goods 2442.698 -10.482 47
7 Cons., Property & Real Estate 417.046 -0.791 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1018.723 3.718 69
9 Finance 1062.946 1.696 91
10 Trade & Service 813.079 -4.552 145
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 190 238 48 25.26
2 NIKL 3,480 4,330 850 24.43
3 DIGI 1,030 1,230 200 19.42
4 ABMM 1,680 2,000 320 19.05
5 TOTO 312 358 46 14.74
6 AIMS 176 200 24 13.64
7 BGTG 98 108 10 10.20
8 PNIN 1,030 1,125 95 9.22
9 AGRS 230 250 20 8.70
10 HDFA 129 140 11 8.53
No Code Prev Close Change %
1 INCF 168 125 -43 -25.60
2 ARTA 292 220 -72 -24.66
3 PANI 595 500 -95 -15.97
4 DSSA 14,475 12,350 -2,125 -14.68
5 INTD 284 244 -40 -14.08
6 LPLI 174 150 -24 -13.79
7 MREI 6,000 5,300 -700 -11.67
8 GDST 173 153 -20 -11.56
9 IPCM 450 402 -48 -10.67
10 PKPK 175 157 -18 -10.29
No Code Prev Close Change %
1 ABBA 195 204 9 4.62
2 PNLF 236 250 14 5.93
3 UNTR 32,150 31,125 -1,025 -3.19
4 RAJA 520 540 20 3.85
5 PGAS 2,070 2,140 70 3.38
6 PNIN 1,030 1,125 95 9.22
7 DOID 720 770 50 6.94
8 KPIG 680 680 0 0.00
9 TRAM 214 222 8 3.74
10 ZINC 1,640 1,640 0 0.00