Portal Berita Ekonomi Sabtu, 17 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:34 WIB. BUMN - Kementerian BUMN berharap pembentukan dua holding selesai di akhir tahun 2018.
  • 10:33 WIB. White House - Pengadilan AS memerintahkan Gedung Putih untuk membatalkan pencabutan izin liputan wartawan CNN.
  • 10:31 WIB. Go-Jek - Di Bandung, sedikitnya 500 mitra ojek online Grab migrasi ke Go-Jek.
  • 08:18 WIB. Mazda - Mazda pilih Thailand jadi basis produksi Hybrid.
  • 08:16 WIB. Line - Rudiantara apresiasi Line yang ikut kembangkan ekonomi digital.
  • 08:14 WIB. Sulteng - Telekomunikasi Sulteng sudah normal, hampir 100%.
  • 08:13 WIB. Liga Nasional UEFA - Slovenia 1 vs 1 Norwegia
  • 08:12 WIB. Liga Nasional UEFA - Siprus 1 vs 1 Bulgaria
  • 08:12 WIB. PS4 - Selama 5 tahun, PS4 ludes 86,1 juta unit.
  • 08:11 WIB. Liga Nasional UEFA - Wales 1 vs 2 Denmark
  • 08:10 WIB. Liga Nasional UEFA - Slovakia 4 vs 1 Ukraina
  • 08:09 WIB. Liga Nasional UEFA - Belanda 2 vs 0 Prancis

Menhub Tunggu Laporan KNKT Soal Kecelakaan KM Lestari Maju

Foto Berita Menhub Tunggu Laporan KNKT Soal Kecelakaan KM Lestari Maju
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, menunggu laporan investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) perihal kasus kecelakaan KM Lestari Maju di perairan Kabupaten Selayar, Sulsel, Selasa (3/7). KNKT yang dikomandoi oleh Soerjanto Tjahjono sudah berada di Kabupaten Selayar untuk mencari tahu penyebab kecelakaan sekaligus kelayakan KM Lestari Maju yang sengaja dikandaskan. 

Menteri Budi mengungkapkan KNKT akan mengusut dugaan KM Lestari Maju tidak layak beroperasi. Informasi itu banyak beredar di kalangan tertentu, termasuk terkait kapal itu disebut bukan kapal penumpang, melainkan kapal kargo alias barang. KM Lestari juga disebut tidak memenuhi standar untuk melayani jasa transportasi penyeberangan.

"Saya tugaskan KNKT untuk stay di Selayar, biar bisa mengklarifikasi semua surat-surat, keadaan kapal, untuk kepastian berkaitan sinyalemen itu," ucap Menteri Budi, di Makassar, Rabu (4/7).

Menteri Budi menunggu laporan formal dari KNKT pada Rabu malam atau paling lambat pada Kamis pagi. Sejauh ini, kata dia, hal teknis mengenai keadaan kapal diakuinya masih sepotong-sepotong, sehingga belum bisa disampaikan kepada publik. 

Menteri Budi menegaskan Kemenhub pada dasarnya mengeluarkan izin untuk kapal apa pun, selalu merujuk  rekomendasi yang terbit pada level instansi terkait di tingkat bawah. "Kita konsisten. Apabila bukan kapal layak, maka kami tindak tegas operator. Akan ada sanksi pidana," ujarnya.

Terlepas dari informasi ketidaklayakan, KM Lestari Maju dianggap Menteri Budi cukup sigap dalam menangani kecelakaan. Itu terlihat dimana pada kapal disediakan jaket pelampung atau lifejacket, seperti pada foto-foto yang tersebar. Namun prosedur penanganan, seperti tindakan nakhoda yang mengkandaskan kapal perlu ditelusuri lebih lanjut.

"Beri kesempatan KNKT untuk bekerja, melakukan penelusuran. Setelah itu mereka memberi rekomendasi, catatan-catatan yang lebih pasti" ujarnya. 

KM Lestari Maju berlayar dengan manifes berisi 139 penumpang dan 48 kendaraan dari berbagai jenis. Namun, belakangan terungkap jumlah penumpang tidak sesuai manifes. Buktinya, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 202 penumpang. Rinciannya yakni 36 meninggal dunia dan 166 selamat. 

Tag: Kapal

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35