Portal Berita Ekonomi Rabu, 14 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:38 WIB. Gerindra - Yang pasti koalisi kami solid dan SBY akan terus bersama.
  • 14:38 WIB. Gerindra - Sekjen Gerindra dan Sekjen Demokrat bakal bertemu bahas isu janji Prabowo ke SBY.
  • 14:38 WIB. Gerindra - Soal Prabowo ingkari janji ke SBY tak perlu ditanggapi di media.
  • 14:35 WIB. Titiek Soeharto - Keberhasilan Soeharto akan kita capai kembali jika Prabowo terpilih.
  • 14:35 WIB. Titiek Soeharto - Jangan segan kampanyekan keberhasilan Orde Baru.
  • 14:35 WIB. Titiek Soeharto - Jika Prabowo terpilih presiden, bakal meneruskan program capaian Soeharto (Orde Baru).
  • 14:35 WIB. Titiek Soeharto - Di zaman Orde Baru, kita pernah swasembada pangan.
  • 14:31 WIB. Titiek Soeharto - Jokowi telah bohong, kok minta dipilih dua kali?
  • 14:31 WIB. Titiek Soeharto - Negara kita kaya tapi nyatanya impor.
  • 14:31 WIB. Titiek Soeharto - Jokowi pernah janji swasembada padi, jagung, dan kedelai. Nyatanya tidak.
  • 14:28 WIB. Sekjen PSI - Rakyat akan memaafkan tapi tetap tidak melupakan kesalahan Prabowo-Sandi.
  • 14:28 WIB. Sekjen PSI - Bagi saya minta maaf tak cukup, meski tobat dan hijrah.
  • 14:28 WIB. Sekjen PSI - Prabowo dan Sandi sudah tiga kali buat kesalahan fatal.
  • 14:27 WIB. Sekjen PSI - Sebaiknya Prabowo dan Sandiaga segera hijrah dan bertobat.
  • 14:27 WIB. Ketua DPP PAN - Sejak awal Soetrisno Bachir yang menyarankan agar PAN tak gabung ke Jokowi.

Perbankan: Perlu Pertimbangan Sesuaikan Suku Bunga

Foto Berita Perbankan: Perlu Pertimbangan Sesuaikan Suku Bunga
Warta Ekonomi.co.id, Denpasar -

Sejumlah perbankan di Bali mengaku memerlukan pertimbangan dan waktu yang tidak singkat apabila ingin menaikkan bunga kredit setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25%.

Manager Bank Mega Bali dan Nusa Tenggara, Ardhana Febrianaji, menuturkan, bank tidak serta merta melakukan kenaikan suku bunga kredit dalam waktu dekat ini. Bank akan melihat perkembangan suku bunga dan makro secara keseluruhan.

"Saat ini, kami masih melakukan koordinasi terkait kebijakan internal di kantor pusat bank," kata Ardhana di Denpasar, Jumat (6/7/2018).

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Bali, Bambang Sugiharto, mengatakan bank swasta nasional sampai saat ini belum mengindikasikan kenaikan bunga kredit. Apalagi saat ini bank masih belum maksimal menjual kredit mengingat kondisi ekonomi global yang kurang baik sehingga berimbas kepada kondisi di dalam negeri.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah untuk tidak risau mengakses pembiayaan setelah bank sentral menaikkan suku bunga.

"Suku bunga kredit masih normal meski ada kenaikan suku bunga acuan," katanya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Udayana, Wayan Ramantha, mengatakan bank kemungkinan tidak menaikkan suku bunga kredit atau tetap dengan bunga saat ini karena pertumbuhan kredit tidak begitu signifikan.

Kemungkinan kedua, kata Wayan, bank bisa menaikkan bunga kredit untuk mengimbangi biaya dana khususnya untuk membayar bunga deposito yang harusnya juga naik.

"Meski bank tidak menaikkan suku bunga kredit, bisnis perbankan masih bisa tumbuh dengan catatan tidak perlu menaikkan bunga simpanan," ucapnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada akhir Juni 2018. BI pada Mei lalu juga telah telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali masing-masing sebanyak 25 basis poin. Bank sentral meyakini kebijakan yang ditempuh dapat memperkuat stabilitas ekonomi khususnya rupiah terhadap dolar AS.

Tag: Suku Bunga

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,953.45 3,913.79
British Pound GBP 1.00 19,296.98 19,098.51
China Yuan CNY 1.00 2,136.68 2,115.36
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,829.00 14,681.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,703.57 10,595.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,893.36 1,874.39
Dolar Singapura SGD 1.00 10,740.98 10,632.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,759.74 16,589.53
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.14 3,499.64
Yen Jepang JPY 100.00 13,025.03 12,891.64

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5835.198 58.145 615
2 Agriculture 1443.790 -27.403 20
3 Mining 1861.322 11.301 47
4 Basic Industry and Chemicals 746.011 4.484 71
5 Miscellanous Industry 1341.419 17.562 45
6 Consumer Goods 2278.563 23.314 49
7 Cons., Property & Real Estate 414.177 3.741 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1059.066 3.668 71
9 Finance 1103.474 16.174 90
10 Trade & Service 799.263 8.563 150
No Code Prev Close Change %
1 SOSS 1,000 1,250 250 25.00
2 TCPI 7,550 8,925 1,375 18.21
3 IBFN 254 300 46 18.11
4 MYOH 970 1,100 130 13.40
5 DEAL 250 282 32 12.80
6 TIRA 140 157 17 12.14
7 TNCA 175 196 21 12.00
8 ABMM 2,020 2,260 240 11.88
9 DYAN 81 90 9 11.11
10 LPPS 86 95 9 10.47
No Code Prev Close Change %
1 BBLD 500 402 -98 -19.60
2 BAYU 2,210 1,950 -260 -11.76
3 GSMF 113 101 -12 -10.62
4 ALMI 350 318 -32 -9.14
5 HDFA 134 122 -12 -8.96
6 PGLI 214 195 -19 -8.88
7 SATU 137 125 -12 -8.76
8 KPAL 414 380 -34 -8.21
9 ERTX 139 128 -11 -7.91
10 SIMA 104 96 -8 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 86 95 9 10.47
2 HMSP 3,300 3,300 0 0.00
3 TLKM 3,860 3,830 -30 -0.78
4 PTBA 4,420 4,650 230 5.20
5 SMCB 1,905 1,985 80 4.20
6 KPAS 472 498 26 5.51
7 UNVR 39,375 39,950 575 1.46
8 BBCA 23,700 24,075 375 1.58
9 PGAS 2,070 2,070 0 0.00
10 ADRO 1,510 1,515 5 0.33