Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:05 WIB. Hukum - DKI Jakarta cabut izin 13 pulau reklamasi.
  • 22:05 WIB. Politik - PKB: Peringatan Hari Santri tidak dijadikan ajang kampanye.
  • 22:05 WIB. Nasional - MUI minta masyarakat utamakan persaudaraan Islam dalam Pemilu 2019.
  • 22:04 WIB. Politik - PKPI optimalkan olahraga elektronik tarik generasi milenial.
  • 22:03 WIB. Hukum - PT TUN Jakarta tolak banding HTI.
  • 22:03 WIB. SDM - Menaker sebut generasi muda harus miliki keterampilan unggul.
  • 22:03 WIB. Ekonomi - Rizal Ramli sebut kebijakan ekonomi pemerintah masih konservatif.
  • 22:02 WIB. Politik - Sekjen PDI Perjuangan sebut hoaks bunuh peradaban.
  • 22:02 WIB. Olahraga - MPR prihatin pengeroyokan tewaskan suporter Jakmania.
  • 22:02 WIB. Daerah - Gubernur Papua dukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
  • 21:26 WIB. Qualcomm - Qualcomm tuduh Apple curi rahasia cip bantu Intel Corp.
  • 21:25 WIB. Hyundai - Hyundai dirikan reparasi bodi dan cat untuk saingi merek Jepang.
  • 21:24 WIB. Snapchat - Pengguna Snapchat bisa cari barang di Amazon.
  • 21:23 WIB. AS - Pemerintah AS siapkan aturan baru perlindungan data pribadi.
  • 21:23 WIB. Nissan - Nissan Note e-Power Nismo S Diklaim lebih bertenaga.

Dolar Nyaris Rp15 Ribu, Hipmi Imbau Presiden Bertindak

Foto Berita Dolar Nyaris Rp15 Ribu, Hipmi Imbau Presiden Bertindak
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolas AS terus melemah. Kemarin, nilai tukar rupiah ditutup pada angka Rp14.394, dan hari ini, Jumat (6/7/2018), nilai tukar rupiah diprediksi akan jatuh pada level Rp14.600.

Ketua BPP Hipmi (Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Bidang Ekonomi, Muhamad Idrus, mengkhawatirkan pekan depan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menembus angka Rp15.000. Oleh karena itu, lanjut Idrus, Hipmi mengimbau Presiden segera memberikan solusi.

"Hari ini saja para analis perbankan memprediksi nilai tukar rupiah akan jatuh pada angka Rp14.600. Antisipasi kemungkinan terburuk pekan depan, yaitu tembus 15 ribu. Kami mengimbau dengan segera agar Presiden bertindak," kata Idrus kepada media di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Idrus menyebutkan, nilai tukar rupiah melemah bukan hanya semata karena persaingan dagang antara Amerika dengan China dan Uni Eropa, namun juga disebabkan faktor internal. Karena itu, lanjutnya, Presiden segera bertindak berupa mengeluarkan kebijakan penyelamatan rupiah.

Lebih lanjut, Idrus mengatakan bahwa nilai tukar rupiah menembus Rp15.000, perekonomian Indonesia semakin terpuruk. Industri Indonesia, menurutnya, banyak tergantung bahan baku impor.

"Semoga hal ini tidak terjadi, nilai tukar bisa kembali menguat. Industri kita didominasi Foot Loose Industry yang mengandalkan bahan baku impor. Kalau nilai tukar terus melemah, industri kita akan kolaps," kata Idrus.

Idrus pun mengimbau agar masyarakat tidak memborong dolar dan memiliki kepedulian terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

"Peran serta masyarakat khususnya kalangan elite diharapkan agar melakukan aksi nyata keprihatinan atas kondisi ekonomi kita. Dan jangan sampai sebaliknya, (yaitu) memborong dolar," kata Idrus.

Tag: Dolar Amerika Serikat (AS), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,003.04 3,962.94
British Pound GBP 1.00 19,785.63 19,586.46
China Yuan CNY 1.00 2,189.41 2,167.53
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,013.00 14,863.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,929.46 10,818.78
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,921.15 1,901.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,996.92 10,886.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,662.79 17,480.37
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,628.96 3,588.36
Yen Jepang JPY 100.00 13,297.61 13,161.25

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5873.271 -1.028 602
2 Agriculture 1571.300 11.861 20
3 Mining 1937.807 -4.617 46
4 Basic Industry and Chemicals 797.141 -2.349 71
5 Miscellanous Industry 1250.629 19.474 45
6 Consumer Goods 2442.698 -10.482 47
7 Cons., Property & Real Estate 417.046 -0.791 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1018.723 3.718 69
9 Finance 1062.946 1.696 91
10 Trade & Service 813.079 -4.552 145
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 190 238 48 25.26
2 NIKL 3,480 4,330 850 24.43
3 DIGI 1,030 1,230 200 19.42
4 ABMM 1,680 2,000 320 19.05
5 TOTO 312 358 46 14.74
6 AIMS 176 200 24 13.64
7 BGTG 98 108 10 10.20
8 PNIN 1,030 1,125 95 9.22
9 AGRS 230 250 20 8.70
10 HDFA 129 140 11 8.53
No Code Prev Close Change %
1 INCF 168 125 -43 -25.60
2 ARTA 292 220 -72 -24.66
3 PANI 595 500 -95 -15.97
4 DSSA 14,475 12,350 -2,125 -14.68
5 INTD 284 244 -40 -14.08
6 LPLI 174 150 -24 -13.79
7 MREI 6,000 5,300 -700 -11.67
8 GDST 173 153 -20 -11.56
9 IPCM 450 402 -48 -10.67
10 PKPK 175 157 -18 -10.29
No Code Prev Close Change %
1 ABBA 195 204 9 4.62
2 PNLF 236 250 14 5.93
3 UNTR 32,150 31,125 -1,025 -3.19
4 RAJA 520 540 20 3.85
5 PGAS 2,070 2,140 70 3.38
6 PNIN 1,030 1,125 95 9.22
7 DOID 720 770 50 6.94
8 KPIG 680 680 0 0.00
9 TRAM 214 222 8 3.74
10 ZINC 1,640 1,640 0 0.00