Portal Berita Ekonomi Senin, 23 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:15 WIB. Bulog - Bulog Bandung sasar para pendaki gunung untuk uji coba penjualan beras saset 200 gram.
  • 15:14 WIB. Airnav - Airnav Bali prioritaskan pesawat pembawa obor Asian Games 2018.
  • 15:12 WIB. Inalum - Inalum sebut pembiayaan akuisisi saham PTFI akan didanai oleh bank asing.
  • 15:04 WIB. Pertamina - Pertamina sebut hasil pelepasan sebagian asetnya untuk pertahankan keuangan perusahaan. 
  • 15:01 WIB. Pertamina - Pertamina naikkan harga BBM jenis Pertalite, Dexlite, dan Pertamax di Sumbar sejak pekan lalu.
  • 14:59 WIB. Pertamina - Keuangan Pertamina seret karena jual BBM pakai acuan dolar AS Rp13.000.
  • 14:56 WIB. Pertamina - Hari Anak Nasional, Pertamina bagikan ratusan helm gratis di SPBU.
  • 14:55 WIB. Teknologi - Lewat C2Live, pemuda Balikpapan bernama Mei Mustaqim ajak masyarakat jaga hutan mangrove.
  • 14:53 WIB. Snapchat - Snapchat bakal matikan layanan transfer uang Snapcash.
  • 14:52 WIB. Facebook - Diduga melanggar kebijakan perusahaan, Crimson Hexagon ditangguhkan Facebook.
  • 14:49 WIB. LG - Smartphone LG V40 dikabarkan bakal usung lima kamera.
  • 14:35 WIB. Line - Ramaikan Asian Games 2018, Line rilis stiker musik.
  • 14:34 WIB. Teknologi - Google, Microsoft, Twitter, dan Facebook kerja sama garap proyek bernama Data Transfer Project. 
  • 14:31 WIB. Telekomunikasi - Menkominfo sebut Telkomsel gelar 5G di Asian Games 2018.
  • 14:30 WIB. Telkomsel - Telkomsel luncurkan toko aplikasi khusus pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), yaitu Telkomsel myBusiness.

Malaysia Diminta Bayar Pekerja Sesuai UU

Foto Berita Malaysia Diminta Bayar Pekerja Sesuai UU
Warta Ekonomi.co.id, Kuala Lumpur -

Imigrasi Malaysia meminta para majikan mematuhi Undang-Undang (UU) dengan menggaji pekerja sesuai peraturan yang berlaku.

"Memang Malaysia masih memerlukan pekerja asing, tetapi majikan hendaklah mematuhi undang-undang dalam negara dengan menggajikan pekerja sebagaimana peruntukan undang-undang dan peraturan yang berlaku," ujar Kepala Imigrasi Malaysia, Datuk Seri Mustafar Haji Ali di Kuala Lumpur, Minggu (8/7/2018).

Sebelumnya Majelis Pengacara Malaysia meminta pemerintah menghentikan segera operasi memberantas pekerja asing tanpa izin karena mereka tidak bisa mendapatkan dokumen sah secara sendirian sebaliknya bergantung pada majikan.

Presiden Majelis Pengacara Malaysia, George Varughese mengatakan banyak pekerja asing tidak mempunyai dokumen sah kerana pemerintah tidak menyediakan saluran resmi untuk mereka mendapatkan status sah.

"Proses memperbarui izin kerja mereka, mendapatkan status sah dan diambil bekerja semula hanya boleh dilakukan majikan melalui perusahaan terpilih yang dilantik pemerintah," katanya dalam jumpa pers.

Lebih lanjut Mustafa meminta majikan mematuhi UU dan tidak menyalahkan imigrasi.

"Janganlah semua pihak sibuk mencoba menegakkan dan mempertahankan undang-undang tetapi sebaliknya menyalahkan Imigrasi yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab berlandaskan peruntukan undang-undang dan peraturan pemerintah," katanya.

Jika kelihatan warga asing berduyun-duyung di negara ini, ujar dia, imigrasi dikatakan lemah dan tidak ambil tindakan. "Tetapi apabila imigrasi bertindak terhadap pendatang haram imigrasi pula dipersalahkan." Peraturan dan peluang mengaji pekerja yang sah memang disediakan dan perlu mengikuti syarat-syarat yang ditetapkan oleh Kementerian dan pemerintah.

"Namun demi memelihara dan mempertahankan kedaulatan dan keselamatan negara, kami tidak akan berkompromi," katanya.

Dia juga menghimbau pekerja yang mempunyai dokumen lengkap tidak perlu takut dengan operasi.

"Tidak ada sebab pekerja yang sah dan majikan yang mematuhi undang-undang dan peraturan timbul ketakutan. Berani karena benar," katanya.

Tag: Malaysia, Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/M Rusman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10