Portal Berita Ekonomi Senin, 25 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:54 WIB. BRI - BRI targetkan bisnis kartu kredit tumbuh 40% di tahun ini.
  • 05:53 WIB. GPN - BI menargetkan 30% kartu debit GPN sudah tersebar di masyarakat tahun ini.
  • 05:52 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah pastikan masuk BUKU 3 tahun ini.
  • 05:50 WIB. PTBA - Geliat harga batu bara kalori rendah diyakini PTBA akan turut mengerek kinerja keuangan perseroan.
  • 05:49 WIB. Mandiri - Bank Mandiri optimis mencapai target ahun ini.
  • 05:48 WIB. Pelni - Pelni menyiapkan capex 2019 senilai Rp322 miliar .
  • 20:58 WIB. Bitcoin - Dubai hadirkan ATM bitcoin pertama di dunia. 
  • 19:21 WIB. LinkAja - Menteri BUMN sosialisasikan LinkAja ke masyarakat Tebing Tinggi, Sumatra Utara. 
  • 18:45 WIB. Boeing - Lion Air resmi hentikan operasi Boeing 747-400. 
  • 18:35 WIB. Politik - 200 pendukung Prabowo pindah jadi dukung Jokowi. 
  • 18:24 WIB. Rupiah - BI perkirakan nilai tukar rupiah akan stabil sepanjang tahun 2019.

Masih Oversupply, Saham Indocement Terjungkal 40,65% dalam 6 Bulan

Masih Oversupply, Saham Indocement Terjungkal 40,65% dalam 6 Bulan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sepanjang tahun ini, industri semen di Indonesia masih bergerumul dengan masalah kelebihan permintaan. Hal tersebut membuat kinerja perusahaan-perusahaan semen yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) merosot. 

Alhasil, harga saham seperti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) kompak melemah. 

Jika dibandingkan perusahaan lain, saham INTP terjungkal paling dalam. Di awal tahun 2018, saham INTP masih diperdagangkan dengan harga Rp23.000 per saham. Sementara per akhir Semester I 2018, yaitu tepatnya pada penutupan perdagangan Jumat (29/6/2018) lalu, harga saham INTP melorot menjadi Rp13.650 per saham. Artinya, ada penurunan harga saham hingga 40,65% dibanding harga di awal tahun.

Penurunan harga saham INTP tersebut jauh lebih dalam dibanding, misalnya harga saham SMGR yang mengawali tahun dengan harga Rp10.275 per saham dan pada penutupan perdagangan Jumat (29/6/2018) lalu menyusut menjadi Rp7.125 per saham. Dengan begitu, pelemahan harga saham SMGR sepanjang Semester I 2018 hanya 30,65%.

Sementara saham SMBC terpantau melemah 31,51% menjadi hanya Rp565 per saham dari semula pada awal tahun masih Rp825 per saham. 

Hanya saham SMBR hanya terkoreksi 0,81% dari harga awal tahun Rp3.690 per saham dan masih bertahan di level Rp3.660 pada penutupan perdagangan Jumat (29/6/2018) lalu.

Terkait hal tersebut, Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, menyebut bahwa sektor saham tengah menderita tekanan yang cukup berat dari faktor kelebihan kapasitas (over capacity) seiring stagnasi kinerja penjualan di sepanjang tahun 2018 ini. Hal tersebut merupakan imbas dari cukup lesunya penjualan sektor properti yang selama ini menjadi salah satu penopang utama kinerja sektor semen. 

"Kita tahu investasi terbesar di sektor semen itu ya untuk bangun pabrik. Karena penjualan seret maka terjadi over capacity dan investasi yang besar tadi jadi tertahan, enggak balik jadi profit. Ini yang jadi sentimen negatif di pelaku pasar," jelasnya. 

Menurut Hans, dengan tekanan yang ada, hal sekecil apa pun terkait kinerja perusahaan memang bakal menjadi sorotan dan lalu berpotensi berkembang menjadi sentimen negatif bila tidak diantisipasi dengan baik.

"Jadi, itu kalau ada tekanan akan memberikan pengaruh ke saham mereka," pungkasnya. 

Tag: PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00