Portal Berita Ekonomi Selasa, 25 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:50 WIB. KPU - Masa meneriakkan dua periode dianggap provokatif?
  • 17:48 WIB. Fadli Zon - Apakah pencekalan Habib Rizieq adalah pesanan Indonesia ke pemerintahan Arab Saudi?
  • 17:47 WIB. Fadli Zon - Laporan FPI dan GNPF-U soal pencekalan Habi Rizieq bakal diteruskan ke Menlu, Kapolri, dan Ka-BIN.
  • 17:45 WIB. Fadli Zon - Habib Rizieq dicekal masuk Malaysia.
  • 17:44 WIB. Bawaslu - Lombok Timur dan Teluk Bintuni sangat rawan dalam Pemilu 2019.
  • 17:26 WIB. UMKM - Program peneliti masuk desa di Banyuwangi bertujuan tingkatkan kualitas UMKM melalui teknologi tepat guna.
  • 17:24 WIB. UMKM - LIPI bantu kembangkan UMKM di Banyuwangi.
  • 16:33 WIB. Bio Farma - Bio Farma sasar ekspor ke negara berkembang.
  • 16:32 WIB. BRI - BRI akan memprioritaskan pada trickle down business nasabah eksisting.
  • 16:30 WIB. BRI - BRI menargetkan pertumbuhan kredit modal kerja sampai akhir 2018 bisa mencapai 12%-14% yoy.
  • 16:27 WIB. PII - PII siap memberikan penjaminan dalam proyek pengembangan Bandara Komodo di NTT.
  • 16:26 WIB. PLN - PLN siap menyuplai kebutuhan listrik dalam pembangunan pabrik milik Semen Baturaja.
  • 16:25 WIB. PGN - Proses akuisisi Pertagas akan diawali dengan pembayaran transaksi pengambilalihan 51 % saham Pertagas.
  • 16:24 WIB. PGN - PGN sebut proses akuisisi pertagas terus berjalan.
  • 16:23 WIB. KAI - Kereta Api barang anjlok di Grobogan.

OPEC: Perang Dagang Berdampak Negatif ke Pasar Minyak

Foto Berita OPEC: Perang Dagang Berdampak Negatif ke Pasar Minyak
Warta Ekonomi.co.id, Paris -

OPEC memperingatkan bahwa ketegangan perdagangan global dapat berdampak negatif pada pasar minyak dengan menekan permintaan minyak mentah pada Rabu (11/7/2018).

Dalam laporan bulanannya, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan, perdagangan dunia yang menggembirakan pada 2017 dan 2018 telah membantu mendorong pertumbuhan ekonomi, dan karena itu permintaan minyak mentah.

Namun, hal tersebut bisa berubah lebih jauh, kata OPEC, ketika Amerika Serikat dan China melepaskan 'tembakan terbaru' dalam perang dagang yang meningkat.

Washington pada Selasa mengancam akan memberlakukan tarif baru pada barang-barang China senilai US$200 miliar lagi dan Beijing berjanji akan membalasnya.

Pergerakan terbaru dalam perang dagang antara dua ekonomi teratas dunia terjadi hanya setelah bea tunda untuk barang-barang senilai US$34 miliar mulai berlaku. Menurut OPEC, "munculnya kembali hambatan perdagangan global sejauh ini hanya berdampak kecil pada ekonomi global".

Namun, "jika ketegangan perdagangan meningkat lebih lanjut, dan mengingat ketidakpastian lainnya, itu bisa membebani sentimen bisnis dan konsumen," laporan itu memperingatkan, sebagaimana dikutip dari Channel NewsAsia, Kamis (12/7/2018).

"Ini mungkin mulai berdampak negatif terhadap investasi, arus modal dan belanja konsumen, dengan efek negatif berikutnya pada pasar minyak global," tambah OPEC.

Laporan terbaru OPEC muncul setelah kartel dan non-anggota Rusia berjanji untuk meningkatkan produksi minyak dalam pertemuan di Wina bulan lalu.

Kesepakatan untuk menaikkan output datang setelah harga minyak mentah melonjak awal tahun ini, mencapai US$80 per barel pada bulan Mei. Menurut laporan itu, yang mengutip sumber sekunder, produksi minyak mentah OPEC mencapai rata-rata 32,33 juta barel per hari pada Juni, meningkat 173.000 barel per hari dibanding bulan sebelumnya.

"Produksi minyak mentah meningkat terutama di Arab Saudi, Irak, Nigeria, Kuwait dan UEA, sementara produksi menunjukkan penurunan di Libya, Venezuela dan Angola," kata laporan itu.

Setelah pertemuan OPEC, Presiden AS Donald Trump pada 1 Juli mengatakan Raja Salman dari raja minyak Arab Saudi telah menyetujui permintaan untuk meningkatkan produksi minyak mentah. The official Saudi Press Agency mengkonfirmasi pemibicaraan telepon antara dua pemimpin tentang minyak, tetapi tidak disebutkan secara spesifik.

Tag: The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), Perang Dagang

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Heinz-Peter Bader

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,990.77 3,951.21
British Pound GBP 1.00 19,615.75 19,420.30
China Yuan CNY 1.00 2,186.88 2,165.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,967.00 14,819.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,836.11 10,724.51
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.70 1,896.59
Dolar Singapura SGD 1.00 10,956.01 10,843.70
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,565.27 17,385.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,623.09 3,582.93
Yen Jepang JPY 100.00 13,260.39 13,128.10

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5874.299 -7.921 602
2 Agriculture 1559.439 -8.071 20
3 Mining 1942.424 18.950 46
4 Basic Industry and Chemicals 799.490 -12.818 71
5 Miscellanous Industry 1231.155 10.426 45
6 Consumer Goods 2453.180 1.457 47
7 Cons., Property & Real Estate 417.837 -2.637 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1015.005 3.459 69
9 Finance 1061.250 -2.002 91
10 Trade & Service 817.631 -3.451 145
No Code Prev Close Change %
1 PANI 476 595 119 25.00
2 PKPK 140 175 35 25.00
3 DIGI 825 1,030 205 24.85
4 INAF 4,020 4,970 950 23.63
5 NIKL 2,830 3,480 650 22.97
6 SIMA 119 144 25 21.01
7 SHID 2,800 3,300 500 17.86
8 PNSE 665 770 105 15.79
9 LPLI 151 174 23 15.23
10 JPRS 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 ABMM 2,100 1,680 -420 -20.00
2 LPIN 1,205 1,015 -190 -15.77
3 ERTX 137 120 -17 -12.41
4 KPAL 496 436 -60 -12.10
5 SONA 5,950 5,500 -450 -7.56
6 VRNA 107 99 -8 -7.48
7 MTDL 775 720 -55 -7.10
8 PTSN 318 296 -22 -6.92
9 LMSH 690 645 -45 -6.52
10 ICON 93 87 -6 -6.45
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 210 214 4 1.90
2 BMTR 420 418 -2 -0.48
3 KPIG 690 680 -10 -1.45
4 PKPK 140 175 35 25.00
5 NUSA 182 171 -11 -6.04
6 TKIM 14,000 13,500 -500 -3.57
7 BBRI 3,010 3,030 20 0.66
8 BHIT 90 89 -1 -1.11
9 BCAP 300 296 -4 -1.33
10 MEDC 815 890 75 9.20