Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:37 WIB. EPL - Arsenal 2 vs 0 Chelsea
  • 06:36 WIB. EPL - Watford 0 vs 0 Burnley
  • 06:35 WIB. EPL - Southampton 2 vs 1 Everton
  • 06:33 WIB. EPL - Newcastle United 3 vs 0 Cardiff City
  • 06:32 WIB. EPL - Manchester United 2 vs 1 Brighton & Hove Albion
  • 04:59 WIB. EPL - Liverpool 4 vs 3 Crystal Palace
  • 04:57 WIB. EPL - AFC Bournemouth 2 vs 0 West Ham United
  • 04:51 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 4 vs 3 Leicester City

Manfaatkan Data Medsos untuk Diplomasi Digital

Foto Berita Manfaatkan Data Medsos untuk Diplomasi Digital
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 260 juta jiwa dan berada di peringkat 4 dunia, Indonesia memiliki rekor dalam perkembangan teknologi digital. Indonesia berada di peringkat 6 pengguna internet terbanyak dengan jumlah 125 juta dan pengguna media sosial di peringkat 3 dunia dengan jumlah 140 juta dan peringkat 4 untuk pengguna Twitter dengan jumlah 59 juta. 

Banyaknya pengguna media sosial (medsos) bukan tanpa tantangan, banyaknya akun media sosial tersebut rentan disalahgunakan untuk menyebarkan iformasi yang tidak benar alias hoax. Akibatnya, pemerintah melalui instansi terkait yang berurusan dengan informasi seringkali disibukkan untuk meluruskan informasi yang sebenarnya. 

Seharusnya, media sosial digunakan untuk kegiatan yang lebih positif, antara lain menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat. Pihak terkait sendiri, melalui media sosial dapat memanfaatkannya untuk meneruskan informasi yang bermanfaat, pengambilan keputusan sebuah kebijakan, serta sarana negosiasi untuk kepentingan negara. 

Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, saat membuka seminar digital diplomasi di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (12/7/2018). Kemenlu sendiri saat ini telah membangun sistem Digital Comand Center, termasuk di dalamnya big data. Melalui sistem tersebut, Kemenlu mendapatkan informasi terkini dan terdepan. Dengan digital, diplomatiknya bermanfaat untuk mempermudah komunikasi dan mempercepat pengambilan keputusan. 

Ditjen IDP Kemenlu, Achmad Ramadan, menambahkan, diperlukan inovasi di semua aspek. Dulu, di era 1990 awalnya Kemenlu hanya punya website, tapi sekarang butuh berbagai paltform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube. Berbagai platform tersebut digunakan agar bagaimana kebutuhan informasi tersampaikan dengan baik ke masyarakat. 

Projects Manager Diplo Geneva Internet Platform, Shita Laksmi, mengatakan, seminar tersebut menjadi momentum untuk memberikan pemahaman awal mengenai digital diplomasi agar lebih membumi serta sinergi antara berbagai pihak. Ke depan juga akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat sistem yang lebih canggih. 

Daniel Oscar Baskoro dari Pulse Lab Jakarta, laboratorium inovasi data yang dipunyai PBB di Jakarta, melihat berbagai isu yang beredar di medsos menjadi hal yang kekinian. Tak hanya sekadar medsos, tapi bagaimana menghasilkan informasi untuk pengambilan kebijakan. 

"Misal, terjadi perubahan regulasi di Amerika, Eropa, dengan data dapat diolah untuk membuat kebijakan di masyarakat," katanya.

Tag: Media Sosial (Medsos), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56