Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:21 WIB. Wamena - Pemerintah alokasikan Rp35 miliar untuk mengatasi krisis air bersih di Wamena. 
  • 21:13 WIB. OJK - OJK akan terbitkan aturan equity crowdfunding, layanan urun dana melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi. 
  • 20:48 WIB. Bekasi - Turbulensi keuangan daerah sebabkan tunggakan honor 3.800 guru honorer di Disdik Bekasi. 
  • 20:46 WIB. Bekasi - 3.800 guru honorer di lingkup Disdik Bekasi terima distribusi tunggakan honor Rp3,8 juta per bulan.
  • 20:01 WIB. Finansial - BI Surakarta dan BPR tanda tangani nota kesepahaman  pelayanan uang baru. 
  • 19:33 WIB. Banda - Gempa 5,4 Skala Richter mengguncang Banda, Sabtu pukul 18.47 WIT. 
  • 19:24 WIB. Transportasi - Kemenhub siapkan dana Rp400 miliar untuk subsidi pelayaran rakyat. 
  • 19:22 WIB. Bekasi - Rahmat Effendi ajak Menteri LHK dan Menteri PUPR untuk atas pencemaran Kali Bekasi.
  • 18:42 WIB. Palu - Susi Pudjiastuti memperpanjang penyelenggaraan charity sale untuk Palu sampai 24/10/2018. 
  • 18:42 WIB. Pasar - Harga cabai di Gorontalo turun dari Rp50 ribu menjadi Rp40 per kilo gram.
  • 18:42 WIB. Narkoba - Bareskrim Polri: Penyelundupan sabu per minggu ketiga Oktober mencapai 869 kasus.
  • 18:41 WIB. Narkoba - Bareskrim Polri sebut Dumai dan Bengkalis sebagai jalur baru penyelundupan sabu dari Narkoba. 
  • 18:41 WIB. Pemilu -  Bawaslu Papua ungkap temukan data 1.016.758 pemilih ganda.
  • 18:40 WIB. Golkar - Airlangga: Golkar akan berjuang menjadi partai yang kuasai Jawa Barat.
  • 18:39 WIB. Pilpres - Jokowi-Ma'ruf dijanjikan menang oleh tim Blusukan Jokowi di Medan. 

Wimboh Santoso: Tenang, Dolar Akan di Bawah Rp14 Ribu

Foto Berita Wimboh Santoso: Tenang, Dolar Akan di Bawah Rp14 Ribu
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kebijakan The Fed memang dahsyat. Kini rupiah sedang habis-habisan bertahan agar kursnya terhadap USD tidak terus melemah. Ini memang terjadi di seluruh dunia.

"Indonesia bukan yang terburuk terkena dampak ini," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoratis Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, dalam acara Halal Bi Halal dengan para pimpinan media, Rabu (11/7/2018) lalu, di kantor OJK, Jakarta.

Sebenarnya, kata Wimboh, dampak dari langkah The Fed ini sangat mudah diprediksi. Hal ini dikarenakan The Fed sudah dari jauh hari mengumumkan langkah-langkah yang akan diambilnya.

"Bahkan, satu bulan sebelum The Fed memiliki rencana ini, pasar sudah menerima. Jadi, tidak behind the door," jelasnya.

Maka dari itu, dengan isyarat yang terang-benderang ini, dampaknya juga sudah bisa diprediksikan.

"Nah, ini apa yang dilakukan, mungkin kita sudah tahu semua di media bagaimana bank di seluruh dunia merespons tentang kenaikan suku bunga," lanjut Wimboh.

Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate tiga kali dan kemungkinan besar akan mengalami kenaikan lagi. Tetapi, imbuhnya, semuanya masih tergantung respons pasar. Hal ini dikarenakan, yang penting bagi pasar adalah imbal hasil yang lebih tinggi.

Wimboh pun menekankan bahwa yang harus diperhatikan adalah langkah BI tersebut bukan berarti meng-counter kenaikan suku bunga.

"Tapi, harus dibaca sebagai upaya untuk mengelola cash flow," ujarnya.

Dengan begitu, lanjutnya, langkah tersebut harus dibaca sebagai upaya menjaga agar pasar tidak kaget.

"Bahwa investor asing waktu masuk itu memang sudah confirm yakni portofolio. Yang paling banyak itu adalah investor portofolio, di mana sewaktu-waktu bisa pergi," tambahnya.

Wimboh juga memastikan bahwa ekonomi Indonesia sebenarnya dalam keadaan baik-baik saja.

"Return di luar Indonesia itu sangat kecil jika dibandingkan dengan di sini. Bagaimana dia dapat menahan cukup lama investasi dengan yield yang cukup rendah? Dan memang tidak semua di portfolio dan memang hanya sebagian di portfolio dari portfolio global yang dia punya ilmu portfolionya itu sebagian harus dimasukkan. Kalau semakin lama dia ditahan maka akan membuat suku bunga cukup rendah," papar Wimboh. 

Ia pun meminta masyarakat untuk menunggu waktu kembalinya uang tersebut.

"Pengalaman kita dari 2008, kita sama mengalami kayak gini. Saya sampai taruhan sama teman-teman waktu itu indeksnya di bawah 1.950. Kita taruhan siapa yang punya duit, taruh di saham dalam waktu 1 bulan pasti balik dan berlipat. Benar saja, dalam waktu sebulan sudah nembus jadi ke atas, dalam waktu yang relatif pendek. Ini yang very clear dia enggak akan lama di sana. Bayangkan saja, kita tawarkan yield 7%, di luar yield di bawah 3% sehingga selisihnya 4%," cerita Wimboh panjang lebar.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa USD pada akhirnya akan kembali ke nilai fundamentalnya. Berapa?

"Yah, memang masih akan kalau ada guncangan-guncangan. Tapi, saya kira akan balik di bawah 14 ribu.  Aamiin," pungkasnya.

Tag: Wimboh Santoso, Dolar Amerika Serikat (AS)

Penulis: Muhamad Ihsan

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46