Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:57 WIB. Samsung - Samsung rayakan ulang tahun ke-10 Galaxy dengan luncurkan empat seri terbaru sekaligus.
  • 06:55 WIB. Bangladesh - Bangladesh blokir 20 ribu situs pornografi.
  • 06:54 WIB. Grab - Luhut sebut Grab bakal investasi ke mobil listrik di Indonesia.
  • 06:51 WIB. Logitech - Logitech tambah jajaran mouse gim baru.
  • 06:43 WIB. HP - HP klaim buat laptop kulit pertama seharga Rp35 juta.
  • 06:35 WIB. Huawei - Pendiri Huawei sebut tak akan pernah bagi data ke China.
  • 20:32 WIB. Bulog - Bulog berharap pelepasan cadangan beras pemerintah dicarikan saluran baru.
  • 20:31 WIB. AP Kargo - AP Kargo sedang mengalami penurunan volume kargo kelolaan hingga 20% pada Januari 2019.
  • 20:31 WIB. Pelni - Pelni menyediakan layanan Redpack untuk memudahkan penumpang hingga UMKM.
  • 20:31 WIB. BRI -  BRI mengincar dua perusahaan asuransi umum.
  • 20:30 WIB. ANTM - Antam berharap bisa meraih kuota ekspor bijih nikel kadar rendah hingga 5 juta ton per tahun.
  • 20:28 WIB. RAJA - Rukun Raharja memiliki peluang untuk melanjutkan kontrak dengan PLN di 2019.
  • 20:27 WIB. Pindad - Pindad mencapai laba bersih hingga 3 digit sepanjang 2018.
  • 20:27 WIB. Mandiri - Mandiri mampu menjual ST003 sebanyak Rp773 miliar.
  • 20:26 WIB. BTN - BTN meraup Rp80 miliar dari penjualan ST003 dari target Rp75 miliar.

Zohri dan Guru yang Hampir Putus Asa Membimbingnya

Foto Berita Zohri dan Guru yang Hampir Putus Asa Membimbingnya
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Zohri, pemuda belia asal sebuah desa di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat itu sejatinya telah mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional pada cabang olah raga atletik.

Lalu Muhammad Zohri, nama lengkapnya, pelari asal Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara itu berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang 100 meter putera pada kejuaraan Dunia U-20 International Associations of Athletic Federation (IAAF) di Tampere, Finlandia.

Pria kelahiran tahun 2000 itu menjadi pelari 100 meter tercepat dengan catatan waktu 10,18 detik, mengalahkan dua pelari Amerika Serikat (AS) yang mencatut waktu 10,22 detik.

Hidup dalam kondisi serba kekurangan dan fasilitas latihan yang jauh dari sebutan memadai tak menjadi penghalang bagi pemuda yatim piatu itu untuk mengukir prestasi membanggakan.

Selama ini, Zohri, siswa SMP Negeri 1 Pemenang, hidup dalam kondisi serba kekurangan bersama kakaknya di sebuah gubug berdinding gedeg yang sebagian bolong termakan usia.

Awalnya, Zohri tak pernah berminat menjadi atlet lari, apalagi bermimpi menjadi pelari tercepat dunia, walau akhirnya prestasi larinya telah mengharumkan nama bangsa di berbagai kejuraan atletik, khususnya pada nomor lari baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ketika duduk di bangku kelas 7 di SMP 1 Pemenang, Zohri dikenal sebagai siswa penggila sepak bola. Oleh guru dan teman-teman sebayanya ia dinilai sebagi pemain sepak bola cukup andal.

Rosida, guru olah raganya menuturkan bahwa Zohri merupakan siswa yang sangat menggemari mata pelajaran olah raga, khususnya sepak bola, sehingga ketika diminta untuk bermain bola dia sangat gembira dan bersemangat.

Menurut guru jebolan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram ini, awalnya Zohri tak pernah tertarik untuk menekuni cabang olah raga atletik, khususnya lari.

Sebagai guru olah raga, Rosida melihat potensi besar yang dimiliki Zohri, khususnya di cabang olah raga atletik, terutama ketika melihat teknik lari yang baik dan postur tubuhnya yang atletis.

Perempuan asal Kabupaten Sumbawa ini kemudian mencoba membimbing dan mengarahkan Zohri agar bersedia berlatih untuk menjadi pelari berprestasi.

Namun, Zohri yang diharapkan untuk lebih tekun berlatih dan mengasah bakatnya untuk lari, terlihat tidak berminat, padahal sejak masih duduk di bangku SD dia sudah menunjukkan prestasi di berbagai lomba lari.

Rosida mengaku hampir putus asa karena berbagai upaya yang dilakukan untuk membimbing Zohri agar bersedia menekuni cabang olah raga atletik tidak berhasil karena satu-satunya olah raga yang disenanginya adalah bermain bola.

Zohri kerap mengikuti pertandingan sepak bola di sekolah hingga di kejuaraan tingkat kecamatan, bahkan ia merupakan salah satu pemain andalan di sekolah maupun kecamatan.

Guru olah raga bertangan dinigin ini pun pantang menyerah dan merayu Zohri terus menerus agar bersedia lebih giat berlatih lari. Upaya yang dilakukan mulai Zohri di kelas 7 hingga kelas 8 SMP belum juga berhasil.

Perjuangan panjang dan tak kenal lelah akhirnya membuahkan hasil. Rosida berhasil membujuk Zohri untuk latihan lari lebih tekun. Sprinter asal Lombok Utara ini mulai giat berlatih dan mulai menunjukkan prestasi.

Rosida mengakui fasilitas latihan untuk cabang olah raga, termasuk atletik di sekolah mereka relatif terbatas. Namun, berbagai keterbatasan itu tidak mengurangi ikhtiarnya untuk terus membina dan membimbing Zohri untuk menjadi pelari berprestasi.

Ia meyakini bakat alam dan kedisiplinan Zohri dalam berlatih menjadi faktor utama bagi pemuda itu untuk meraih berbagai prestasi, pada ajang yang lebih tinggi nasional dan internasional.

Kecintaan Zohri pada olahraga lari rupanya mulai tumbuh. Rosida menuturkan, suatu ketika ia berjanji untuk melatih Zohri. Namun karena saat itu hujan lebat dia terlambat menjemput, setelah dicari ternyata Zohri sedang latihan lari di pinggir pantai di tengah guyuran hujan lebat.

Keberhasilan Rosida membimbing Zohri untuk menekuni dunia lari agaknya tak terlepas dari sikapnya selain sebagai guru, ia juga menempatkan diri sebagai ibu, kakak, dan teman.

Rosida mengaku senang, bahagia, dan bangga atas keberhasilan Zohri menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional dan kini dielu-elukan sebagai pelari tercepat. Zohri pun sekarang disiapkan untuk membela tim merah putih di ajang Asian Games.

Ia mengaku optimis bahwa Zohri akan kembali mengukir prestasi dengan memboyong medali emas di di ajang Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang.

Rosida mengakui pada awal mulai berlatih, Zohri kerap lari bertelajang kaki, karena saat itu ia belum memiki sepatu. Namun hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus berlatih.

Sementara itu, terkait dengan keterbatasan Zohri dalam meniti prestasi sebagai pelari tercepat dunia, juga diakui pihak keluarga. Bahkan ia pernah berlari telanjang kaki karena tak memiliki sepatu.

Baiq Fazilah (29), Kakak kandung Lalu Muhammad Zohri mengaku bangga atas prestasi yang diraih adiknya, Lalu Muhammad Zohri. Apalagi, kalau mengingat perjuangan keras adiknya yang berlatih di tengah keterbatasan.

Dia mengaku Zohri pendiam dan tidak pernah banyak menuntut. Saat berlatih, tidak pernah memakai alas kaki (sepatu, red), karena tidak punya, tetapi juga tidak mengeluh.

Menurut Fazilah, bakat lari adiknya tersebut sudah terlihat sejak Lalu Muhammad Zohri duduk di bangku SMP. Guru olahraganya pun sudah memantau bakat adiknya tersebut.

Untuk berlatih sendiri, Zohri suka latihan lari di pantai Pelabuhan Bangsal, Pemenang.

Lalu Muhammad Zohri merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dengan kakak-kakaknya yakni Baiq Fazilah (29), Lalu Ma'rib (28), Baiq Fujianti (Almh) dan Lalu Muhamad Zohri.

Dia lahir di Karang Pansor pada 1 Juli 2000. Kedua orang tua Lalu Muhammad Zohri, yakni Lalu Ahmad Yani meninggal tahun 2017 dan Ibunya Saeriah juga sudah meninggal tahun 2015.

Menurut Fazilah, cita-cita Zohri ingin banggakan keluarga dan membangun rumah agar ia bersama kakaknya bisa menikmati tempat tinggal yang lebih layak.

Prestasi yang berhasil ditorehkan Lalu Muhammad Zohri sebagai pelari tercepat dunia yang kini mengharumkan bangsa agaknya tak terlepas dari kegigihan dan ketekunan ketekukannya berlatih dengan penuh disiplin.

Tag: Lalu Muhammad Zohri

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Reuters/Lethikuva

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,766.77 3,728.54
British Pound GBP 1.00 18,468.44 18,283.99
China Yuan CNY 1.00 2,090.80 2,070.07
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,125.00 13,985.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,136.10 10,034.24
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,799.66 1,781.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,456.77 10,349.29
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,040.35 15,877.17
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,474.78 3,436.12
Yen Jepang JPY 100.00 12,744.74 12,615.01

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6512.784 18.117 627
2 Agriculture 1601.214 -11.059 21
3 Mining 1907.000 12.070 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.650 14.153 71
5 Miscellanous Industry 1359.890 0.132 46
6 Consumer Goods 2660.281 3.855 51
7 Cons., Property & Real Estate 458.747 4.624 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1206.870 -9.689 71
9 Finance 1236.721 2.980 91
10 Trade & Service 825.628 2.708 155
No Code Prev Close Change %
1 LEAD 75 92 17 22.67
2 PSDN 222 260 38 17.12
3 MPPA 306 356 50 16.34
4 CSAP 520 600 80 15.38
5 NATO 515 590 75 14.56
6 AKSI 352 390 38 10.80
7 TALF 300 332 32 10.67
8 ARTA 890 980 90 10.11
9 INTP 18,000 19,500 1,500 8.33
10 SIPD 955 1,030 75 7.85
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 2,510 1,900 -610 -24.30
2 PUDP 442 356 -86 -19.46
3 SIMA 300 250 -50 -16.67
4 YULE 208 175 -33 -15.87
5 TRIO 250 214 -36 -14.40
6 RELI 236 206 -30 -12.71
7 KONI 438 386 -52 -11.87
8 INCF 360 322 -38 -10.56
9 SMDM 188 170 -18 -9.57
10 CLAY 1,700 1,540 -160 -9.41
No Code Prev Close Change %
1 BMRI 7,200 7,100 -100 -1.39
2 FREN 288 284 -4 -1.39
3 JPFA 2,440 2,310 -130 -5.33
4 ANTM 1,025 1,060 35 3.41
5 BBCA 26,900 27,500 600 2.23
6 LEAD 75 92 17 22.67
7 TLKM 3,920 3,870 -50 -1.28
8 ADRO 1,295 1,345 50 3.86
9 GIAA 474 482 8 1.69
10 BBRI 3,910 3,890 -20 -0.51