Portal Berita Ekonomi Selasa, 16 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:34 WIB. Kasus hoax - Ratna Sarumpaet putuskan tidak banding.
  • 16:04 WIB. IHSG - IHSG ditutup merah 0,25% di akhir sesi II.
  • 15:59 WIB. Inflasi - Kemiskinan desa menurun cepat karena inflasi terjaga dan daya beli meningkat.
  • 15:52 WIB. Asus - Asus ROG Phone bakal jadi ponsel perdana yang gunakan Snapdragon 855 Plus.
  • 15:50 WIB. Kementan - Genjot devisa, Kementan kembali lepas ekspor bawang merah dan jahe.
  • 15:05 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,13% ke level Rp13.938 per dolar AS.
  • 14:02 WIB. Gempa Bali - Sejak Selasa siang (16/7) operasional bandara Bali normal kembali.
  • 13:55 WIB. New York - El Chapo kemungkinan dihukum seumur hidup.
  • 13:01 WIB. New York - Menlu Iran hanya diperbolehkan beraktivitas di Markas PBB, Kedutaan Iran dan hotel selama pertemuan di PBB.
  • 11:00 WIB. Nissan - Nissan memakai strategi 'New Skyline Model' untuk mengembalikan citra setelah kasus Ghosn.
  • 08:15 WIB. Turki - Presiden Erdogan mengatakan misil S-400 siap beroperasi April 2020.
  • 07:42 WIB. Brussels - EU: Negara-negara yang terkait dengan nuklir Iran masih memilih jalur diplomasi.

Polda Sulsel: Dokumen Keselamatan KM Lestari Maju Kedaluwarsa

Polda Sulsel: Dokumen Keselamatan KM Lestari Maju Kedaluwarsa - Warta Ekonomi
WE Online, Makassar -

Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel mengungkap temuan baru dalam kasus kecelakaan laut KM Lestari Maju di perairan Kabupaten Selayar. Berdasarkan hasil penyidikan, terungkap bahwa dokumen keselamatan kapal penyeberangan rute Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba-Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, sudah kedaluwarsa alias tidak pernah diperpanjang lagi. 

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan tidak berlakunya lagi dokumen keselamatan KM Lestari Maju merupakan kesalahan dari pemilik kapal, Hendro Yuwono, yang tidak pernah mengajukan perpanjangan. Padahal, dokumen tersebut sejatinya diperbaharui pada tahun lalu. Kelalaian itulah yang membuat sang pemilik KM Lestari Maju ditetapkan tersangka. 

Hendro merupakan tersangka baru kasus kecelakaan laut KM Lestari Maju. Ia langsung ditahan di Rumah Tahanan Markas Polda Sulsel, Selasa (10/7). Penetapan tersangka Hendro hanya berselang satu hari sebelum penetapan tersangka dari nakhoda bernama Agus Susanto dan perwira Syahbandar Pelabuhan Bira bernama Kuat Maryanto. 

Menurut Dicky, Hendro selaku pemilik KM Lestari Maju telah lalai dengan melakukan pemberian dengan tidak memperpanjang dokumen keselamatan. Kondisi tersebut membuat aparat tidak bisa mengetahui kondisi kapal sebenarnya yang belakangan mencelakai orang. Dilaporkan setidaknya ada 36 penumpang KM Lestari Maju yang dinyatakan meninggal dunia. 

"Kelalaian pemilik kapal cukup jelas. Hasil penyidikan, dia tidak ajukan kembali dokumen keselamatan yang sudah kedaluwarsa. Ibaratnya sama seperti mobil angkutan, saat tiba waktunya uji KIR, dia tidak lakukan uji KIR," kata Dicky, di Makassar. 

Dicky mengimbuhkan penetapan tiga tersangka kasus kecelakaan laut KM Lestari Maju belum pasti menjadi akhir dari penyidikan. Kepolisian tidak menutup kemungkinan masih adanya tersangka baru kasus tersebut. Toh, penyidikan masih dilakukan, termasuk pendalaman-pendalaman beberapa temuan. 

"Ini belum selesai, kami akan terus bekerja menyidik kembali siapa-siapa saja yang bertanggung jawab terhadap kecelakaan laut KM Lestari Maju ini. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru, tapi untuk saat ini ya ada tiga tersangka," ucapnya. 

Kecelakaan laut KM Lestari Maju menimbulkan 242 korban. Selain 36 orang meninggal, 205 penumpang dievakuasi dengan selamat. Satu korban tersisa tidak ditemukan yakni Aditya, bocah berusia sebelas bulan. KM Lestari Maju kandas di perairan Kabupaten Selayar bukan karena kebocoran lambung kapal, tapi karena gelombang tinggi akibat cuaca buruk yang membuat air laut masuk ke dalam kapal. 

Tag: Kapal

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,731.60 3,694.08
British Pound GBP 1.00 17,510.54 17,333.99
China Yuan CNY 1.00 2,036.82 2,016.45
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,995.00 13,855.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,844.08 9,742.84
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.14 1,771.15
Dolar Singapura SGD 1.00 10,318.51 10,213.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,758.37 15,599.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.77 3,369.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,961.93 12,829.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6401.880 -16.354 652
2 Agriculture 1362.219 -4.003 21
3 Mining 1640.104 10.372 49
4 Basic Industry and Chemicals 800.486 -7.349 72
5 Miscellanous Industry 1307.736 2.373 49
6 Consumer Goods 2348.869 1.590 53
7 Cons., Property & Real Estate 496.094 -3.438 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1236.698 -3.730 74
9 Finance 1326.712 -5.432 91
10 Trade & Service 817.840 -0.912 163
No Code Prev Close Change %
1 BLUE 625 780 155 24.80
2 TRIO 342 426 84 24.56
3 ENVY 885 1,065 180 20.34
4 TMAS 875 1,005 130 14.86
5 GSMF 99 112 13 13.13
6 CINT 268 300 32 11.94
7 TFCO 540 600 60 11.11
8 PALM 234 258 24 10.26
9 IPOL 98 107 9 9.18
10 IBFN 232 252 20 8.62
No Code Prev Close Change %
1 POSA 428 322 -106 -24.77
2 SSTM 525 400 -125 -23.81
3 CSAP 595 520 -75 -12.61
4 BEEF 270 242 -28 -10.37
5 BIPI 58 52 -6 -10.34
6 WICO 600 545 -55 -9.17
7 SMMA 9,975 9,175 -800 -8.02
8 NICK 268 248 -20 -7.46
9 JAWA 121 112 -9 -7.44
10 APLI 100 93 -7 -7.00
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 340 0 0.00
2 IPTV 242 246 4 1.65
3 MNCN 1,450 1,445 -5 -0.34
4 TINS 1,025 1,080 55 5.37
5 ANTM 880 895 15 1.70
6 BIPI 58 52 -6 -10.34
7 TLKM 4,280 4,240 -40 -0.93
8 APLN 242 228 -14 -5.79
9 ENVY 885 1,065 180 20.34
10 MYOR 2,220 2,140 -80 -3.60