Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:47 WIB. Google - Google berencana basmi semua nyamuk di seluruh dunia.
  • 20:46 WIB. Bolt - Kemenkominfo kirim tim khusus untuk pastikan Bolt tidak jual paket internet.
  • 20:45 WIB. Menkominfo - Menkominfo sebut Bolt dan First Media belum bayar utang frekuensi.
  • 19:49 WIB. NASA - NASA: Cincin Saturnus akan hilang.
  • 19:46 WIB. Facebook - Facebook Messenger tambah fitur Boomerang di kamera.
  • 19:45 WIB. Qualcomm - Qualcomm tuding Apple langgar larangan jual iPhone di China.
  • 19:44 WIB. Mobil - Penjualan mobil 2018 diprediksi tembus 1,1 juta unit.
  • 19:42 WIB. Facebook - Facebook ketahuan masih kuntit pengguna.

Proyek Apron Bandara Bali Capai 54%

Foto Berita Proyek Apron Bandara Bali Capai 54%
Warta Ekonomi.co.id, Denpasar -

PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menyebutkan proyek pengembangan apron timur di bandara itu sudah mencapai 54 persen yang ditargetkan rampung sebelum berlangsungnya pertemuan IMF dan Bank Dunia, Oktober 2018.

"Kami optimistis akan selesai sesuai target," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim di Denpasar, Minggu (15/7/2018).

Menurut dia, proyek pengembangan tempat parkir pesawat yang masuk paket II itu dikerjakan oleh kontraktor BUMN Nindya Karya.

Pengerjaan proyek apron timur itu merupakan yang paling mendekati rampung, meski pada saat yang sama juga dilakukan pemindahan lahan pengelolaan limbah di sebelah selatan bandara.

Selanjutnya, proyek perluasan apron di sebelah barat bandara yang dilakukan dengan cara mengurug lahan perairan seluas sekitar 6 hektare saat ini sudah mencapai 22 persen.

Pengurugan lahan perairan yang masuk paket I itu baru bisa dilaksanakan setelah pihaknya mendapatkan persetujuan melaksanakan reklamasi per 18 Mei 2018.

Saat ini, sejumlah petugas dan alat berat dikerahkan untuk mengejar penyelesaian pematangan lahan yang dikerjakan oleh kontraktor BUMN Perseroan Terbatas Pembangunan Perumahan (PP) Tbk.

Pengurugan lahan seluas 6 hektare itu merupakan proyek jangka pendek untuk menambah lahan apron pesawat menjelang pertemuan IMF dan Bank Dunia dari sekitar 48 hektare lahan yang rencananya akan diurug untuk kepentingan jangka panjang.

Untuk Paket III yakni pembangunan gedung VIP I dan VIP II yang dikerjakan oleh kontraktor Amarta Karya (Amka) yang proses pengerjaannya saat ini sudah mencapai 38 persen.

Sejumlah fasilitas lainnya juga direlokasi sebagai imbas pengembangan apron barat dan timur di antaranya pembangunan markas Pangkalan Udara Ngurah Rai dan pembangunan sarana pengelolaan limbah yang menelan anggaran total seluruhnya mencapai sekitar Rp2,2 triliun.

Pengelola bandara itu juga memperluas gerai pelaporan atau "check-in" di terminal internasional dari 96 unit seluas 2.740 meter persegi menjadi 126 unit dengan luas 4.420 meter persegi.

Selain itu, "rapid exit taxiway" menjadi tiga dari dua lintasan dan penambahan tempat parkir pesawat menjadi 63 dari saat ini sebanyak 53, kemudian kapasitas landasan pacu juga ditingkatkan menjadi 33 penerbangan per jam yang semula 30 penerbangan.

Tag: Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Antara/Wira Suryantala

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6176.094 94.227 621
2 Agriculture 1553.700 23.242 20
3 Mining 1722.517 2.450 47
4 Basic Industry and Chemicals 851.540 22.282 71
5 Miscellanous Industry 1417.163 9.966 46
6 Consumer Goods 2555.083 70.002 49
7 Cons., Property & Real Estate 445.761 3.264 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1065.619 14.971 71
9 Finance 1174.737 17.417 91
10 Trade & Service 781.950 -0.798 153
No Code Prev Close Change %
1 TIRA 133 179 46 34.59
2 SAFE 192 250 58 30.21
3 GLOB 352 440 88 25.00
4 AGRS 286 356 70 24.48
5 ARTA 625 750 125 20.00
6 POLY 137 160 23 16.79
7 PCAR 3,230 3,770 540 16.72
8 SHIP 865 990 125 14.45
9 SDRA 750 850 100 13.33
10 RELI 176 198 22 12.50
No Code Prev Close Change %
1 IBFN 296 248 -48 -16.22
2 TRUS 322 276 -46 -14.29
3 INRU 600 525 -75 -12.50
4 ARTO 194 174 -20 -10.31
5 FILM 780 705 -75 -9.62
6 FMII 695 630 -65 -9.35
7 LUCK 770 700 -70 -9.09
8 MFMI 620 570 -50 -8.06
9 MPOW 118 109 -9 -7.63
10 INAI 410 380 -30 -7.32
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 362 366 4 1.10
2 BBRI 3,630 3,670 40 1.10
3 BBCA 25,325 26,150 825 3.26
4 TLKM 3,740 3,810 70 1.87
5 WSBP 358 384 26 7.26
6 UNTR 29,125 28,650 -475 -1.63
7 PTBA 4,230 4,220 -10 -0.24
8 PGAS 2,070 2,080 10 0.48
9 ADRO 1,240 1,245 5 0.40
10 INKP 12,000 12,000 0 0.00