Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:28 WIB. CPNS - Berkas perkara penipuan CPNS 2013 telah siap disidangkan. 
  • 08:08 WIB. Honorer - Anggota DPRD Maluku Utara desak Pemprov bayarkan gaji 1.228 guru honorer.
  • 07:57 WIB. Avtur - Harga avtur Bandara Soetta turun 26% menjadi Rp7.960 per liter.
  • 07:55 WIB. CPO- Tahun 2018, produksi CPO AALI menigkat 18,5%. 
  • 06:16 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 1 Guingamp
  • 06:15 WIB. Ligue 1 Prancis - Nimes 2 vs 0 Dijon
  • 06:14 WIB. Eredivisie Belanda - ADO Den Haag 1 vs 0 PEC Zwolle
  • 06:13 WIB. Bundesliga Jerman - Augsburg 2 vs 3 FC Bayern München
  • 06:12 WIB. LaLiga Spanyol - Eibar 2 vs 2 Getafe
  • 06:10 WIB. Serie A Italia - Juventus 3 vs 0 Frosinone
  • 06:09 WIB. FA Cup - Queens Park Rangers 0 vs 1 Watford
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

Menteri Susi Akui Ancaman Terhadap Laut Masih Tinggi

Foto Berita Menteri Susi Akui Ancaman Terhadap Laut Masih Tinggi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan bahwa ancaman terhadap laut Indonesia masih tinggi seperti permasalahan sampah plastik yang masih bertebaran di kawasan perairan sehingga berbagai kalangan masyarakat perlu menyigapinya.

"Kalian menyaksikan betapa indah dan kayanya laut Indonesia, namun ancaman terhadap laut masih sangat tinggi," kata Menteri Susi dalam acara peluncuran Kampanye "Gerakan untuk Laut Indonesia yang Sehat" yang digelar di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (15/7/2018).

Menurut Susi, permasalahan yang ada antara lain adalah Indonesia merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar hingga masih maraknya "destructive fishing" atau penangkapan ikan dengan merusak ekosistem.

Menteri Susi mengungkapkan saat ke sejumlah daerah masih menemukan nelayan yang membawa potas dalam jumlah yang besar untuk menangkap ikan.

"Padahal menggunakan potas sianida sebanyak 1 gram saja bisa membunuh ekosistem di luasan sekitar enam meter persegi," paparnya.

Untuk itu, ujar dia, menjaga lautan Indonesia bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga tugas bagi setiap warga negara, apalagi Presiden Joko Widodo juga sudah menekankan bahwa laut adalah masa depan bangsa.

Di akhir acara, Menteri Susi menyematkan syal ke sejumlah orang termasuk beberapa selebriti yang tergabung dalam gerakan Pandu Laut Nusantara, seperti Kaka dan Ridho Slank, Isabel Yahya, dan Marcel Siahaan.

Sebelumnya, organisasi Pandu Laut Nusantara telah diperkenalkan dalam acara yang digelar di Ballroom KKP, Jakarta, Selasa (10/7) yang dihadiri oleh 200 perwakilan komunitas pecinta laut Nusantara.

Dalam acara itu, Menteri Susi juga menyampaikan bahwa karena 71 persen wilayah Indonesia adalah lautan, maka akan sangat disayangkan jika kekayaan laut yang dimiliki juga tidak dijaga.

"Karena dari dahulu, kita semua sudah didoktrin sebagai negara agrikultur, bukan negara bahari yang seharusnya sudah ditanamkan sejak kecil," kata Menteri Susi.

Nantinya seluruh anggota Pandu Laut Nusantara ini akan secara kolaboratif dan berupaya melindungi laut.

Mereka juga diharapkan dapat bekerjasama dengan masyarakat sekitar dan pemangku kepentingan perikanan nasional.

Kehadiran Pandu Laut Nusantara itu, ujar dia, akan menjadi wadah bersama antara komunitas dengan pemerintah untuk bersama menjaga kelestarian laut.

Ia juga mengemukakan bahwa gagasan pembentukkan organisasi tersebut diawali dari banyaknya komunitas pecinta laut yang memperjuangkan kelestarian alam beserta isinya.

Tag: Susi Pudjiastuti, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Antara/Ismar Patrizki

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31