Portal Berita Ekonomi Minggu, 19 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:12 WIB. Ertiga - 12.000 unit Ertiga diekspor ke 29 negara mulai September.
  • 11:09 WIB. HTC - HTC bakal tiru strategi Nokia.
  • 11:05 WIB. Asean Games - Warganet protes, penjualan tiket Asean Games 2018 pindah ke Blibli.com.
  • 10:52 WIB. Asian Games - #OpeningCeremonyAsianGames2018 jadi perbincangan dunia.
  • 10:34 WIB. Go-Jek - Go-Jek mulai jaring driver di Thailand.
  • 05:53 WIB. IPC - Pelindo II mencatat pendapatan naik 8% menjadi Rp5,35 triliun selama semester I-2018.
  • 05:45 WIB. Pelindo II - Pelindo II mencatat laba bersih naik 18% menjadi Rp1,21 triliun pada semester I-2018.
  • 02:18 WIB. Daerah - Gunung Anak Krakatau erupsi lagi, Sabtu (18/8).
  • 02:18 WIB. Nasional - Menlu Retno sampaikan belasungkawa atas kepergian Kofi Annan.
  • 02:17 WIB. Nasional - PKS: Cegah penyebaran narkoba dengan perkuat keluarga.
  • 02:17 WIB. Politik - Kemendagri: Hak partai Aher jadi wagub DKI.
  • 02:17 WIB. Politik - DPR: Wakapolri baru harus dukung terciptanya keamanan Asian Games.
  • 02:16 WIB. Nasional - Zulkifli: Banyak penyelenggara negara belum pahami konstitusi.

Automasi Jadi Ancaman Profesi Sekretaris

Foto Berita Automasi Jadi Ancaman Profesi Sekretaris
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI) menilai automasi (industri 4.0) di lingkungan profesi semakin terasa nyata. Untuk itu, asosiasi ini turut berbenah agar ketrampilan/hard skills tidak sewaktu-waktu dapat dengan mudah digantikan oleh teknologi.

Ketua Umum ISI, Sukma Pratiwi, menyatakan saat ini, globalisasi penduduk dunia dan percepatan teknologi menyebabkan persoalan yang dihadapi profesi sekretaris akan menjadi kompleks. Sebagai organisasi yang memiliki maksud dan tujuan di dalam bidang pendidikan, ISI akan turut membenahi mutu dan kecakapan profesi dengan memberikan kecakapan/soft skills yang mendampingi keterampilan/hard skills.

"Kami membenahi mutu dan kompetensi profesi dengan kecakapan/soft skills. Di era indutri 4.0, yang diperlukan adalah kemampuan profesi/individu secara sosial untuk menangani persoalan yang kompleks,” kata dia di sela acara pelantikan dewan pengurus pusat perkumpulan ISI periode 2018-2021 di Jakarta, Minggu (15/7/2018). 

Ditambahkan, berbagai tantangan tengah dihadapi profesi sekretaris di era industri 4.0. Misalnya, approval yang saat ini banyak dilakukan melalui sistem. Mau tidak mau, sekretaris saat ini harus dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memiliki kemauan untuk belajar terus menerus. Ketidakmampuan untuk beradaptasi dapat menyebabkan profesi ini dapat tergerus dan tersingkir.  

Menurut dia, dalam revolusi industri 4.0, penggerak perubahan adalah sifat pekerjaan itu sendiri. Teknologi baru membuat pekerjaan kapan saja dan dimana saja dimungkinkan. Perusahaan memecah tugas dengan cara baru, yang mengarah pada pekerjaan yang menggunakan teknologi dengan layanan berbasis internet.  

Sifat pekerjaan administratif yang membantu operasional perusahaan di dalam profesi sekretaris diprediksi akan menghilangkan beberapa pekerjaan yang dilakukan oleh para sekretaris. 

Salah satu contoh pekerjaan yang menjadi rentan terhadap otomotisasi adalah sekretaris dalam bidang hukum dan keuangan. Di sini, mesin sudah mulai mengambil alih sejumlah tugas yang dilakukan oleh sekretaris dalam bidang hukum dengan memindai ribuan dokumen untuk membantu dalam penelitian hukum, juga di bidang keuangan dimana teknologi algoritma sudah mengambil alih layanan perbankan, membuat rentan posisi sekretaris di bidang keuangan.

"Posisi pekerjaan yang melibatkan empati dan memerlukan kecerdasan sosial dan keterampilan berinteraksi dan bernegosiasi adalah pekerjaan yang masih berada di luar jangkauan outomasi di masa mendatang," tambah Sukma.

Isu automasi menjadi salah satu concern ISI. Selain itu, beberapa hal juga menjadi concern ISI seperti pembenahan organisasi sesuai dengan anggaran dasar perkumpulan, bersinergi dengan pemerintah (regulator), pengguna (perusahaan) dan mitra (lembaga pendidikan, dll), mengaktifkan kembali kegiatan-kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi soft skills di samping kompetensi hard skills yang harus selalu diasah demi kemajuan anggota perkumpulan. Berdiri pada 7 Juli 1972, saat ini ISI beranggotakan lebih dari 1000 sekretaris di seluruh Indonesia.

Tag: Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI)

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Aug
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10