Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:13 WIB. Lombok - Kementerian PUPR perbaiki prasarana ekonomi fasilitas publik pascagempa di Lombok.
  • 13:10 WIB. RUU SDA - Apindo: RUU SDA berpotensi buat industri kolaps.
  • 13:08 WIB. Program Capres - CIPS: program capres harus perkuat kontribusi UMKM.
  • 13:06 WIB. Hukum - Tipikor Jakarta belum jadwalkan sidang Gubernur Jambi nonaktif, Zumi Zola.
  • 13:05 WIB. PKS - Sekalipun ketua tim sukses pemenangan Jokowi-Ma'ruf belum ada, semua aktifitas berjalan lancar.
  • 13:04 WIB. PKS - Mardani Ali Sera kebanyakan makan kardus sehingga gagal fokus.
  • 13:04 WIB. PKS - Orang yang masuk di KIK tidak saling rebut kekuasaan.
  • 13:00 WIB. Jusuf Kalla - Mulai hari ini, Lombok bangun kembali. Jangan lagi bicara tentang kesedihan.
  • 13:00 WIB. Gempa Lombok - Kemensos berikan ahli waris korban gempa yang meninggal sebesar Rp15 juta.
  • 13:00 WIB. Gempa Lombok - Jusuf Kalla janji bangun rumah dan sekolah setelah gempa melanda Lombok.
  • 12:57 WIB. Hanura - Jika Jokowi itu baik, lantas siapa pemimpin jahat menurut Mahfud?
  • 12:56 WIB. Hanura - Beberapa kali Mahfud MD menyebutkan Jokowi itu baik.
  • 12:55 WIB. Hanura - Pemimpin jahat versi Mahfud MD itu, bukan ditujukan ke Jokowi.
  • 12:51 WIB. Djoko Santoso - GNPF Ulama bakal masuk Timses Prabowo-Sandi.
  • 12:49 WIB. GNPF Ulama - Peluang dukungan pada Prabowo masih terbuka.

Perludem: Quick Count Bisa Cegah Kekisruhan Pilkada

Foto Berita Perludem: Quick Count Bisa Cegah Kekisruhan Pilkada
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai adanya quick count atau hitung cepat dari lembaga yang kredibel dapat mencegah benturan masyarakat karena mengetahui hasil lebih cepat.

"Hitung cepat kalau dilakukan lembaga hitung cepat yang punya kredibilitas baik mampu mencegah benturan massa atau pun konflik kekerasan di masyarakat karena masyarakat bisa mendapatkan hasil lebih cepat," tutur Titi Anggraini dalam diskusi "Survei dan Hitung Cepat, Mengapa Berbeda?" di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Menurut Titi, jika masyarakat mengetahui hasil pilkada lebih cepat, maka terdapat cukup waktu untuk terjadinya adaptasi atau pun rekonsiliasi untuk menerima hasil tersebut.

"Kemarin saya percaya situasi kondusif karena masyarakat secara luas lebih cepat mengetahui pengumuman lembaga survei relatif sama satu dengan yang lainnya," ucap dia.

Hasil hitung cepat dikatakannya dapat dijadikan pembanding dengan hasil hitung pilkada yang dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu lebih lama oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah. Selain itu, aktor atau elit politik juga menjadi sulit untuk memprovokasi atau menggerakkan massa untuk dibenturkan karena masyarakat sudah mendapatkan informasi secara luas dalam hasil hitung cepat yang tidak beda satu lembaga dengan lembaga yang lain.

Titi menyebut masyarakat terbantu menjadi lebih rasional dan tidak mudah digerakkan provokasi politik setelah melihat hasil pilkada dalam hitung cepat.

Tag: Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Saiful Bahri

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5892.192 108.394 599
2 Agriculture 1588.944 4.751 20
3 Mining 2014.336 48.471 46
4 Basic Industry and Chemicals 803.050 21.046 70
5 Miscellanous Industry 1263.593 43.399 45
6 Consumer Goods 2363.210 31.896 46
7 Cons., Property & Real Estate 439.284 6.072 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1012.787 14.681 70
9 Finance 1060.303 19.100 91
10 Trade & Service 846.847 15.397 144
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10