Portal Berita Ekonomi Minggu, 16 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:43 WIB. Properti - Pakar JPI: Harga hunian di Jakarta sangat tidak terjangkau. 
  • 11:19 WIB. Uang Negara - Kejari Batang selamatkan uang negara sebesar Rp1,4 miliar.
  • 11:19 WIB. Bank Indonesia - Gedung BI terima penghargaan IAI sebagai bangunan publik terbaik di Jakarta.
  • 11:18 WIB. Mochtar Riady - Mochtar Riady sebut moral sebagai persiapan paling penting dalam "seni perang". 
  • 10:08 WIB. Mitsubishi - Disinggung soal munculnya Avanza terbaru, Mitsubishi sebut itu tak jadi pesaing berat Xpander. 
  • 10:07 WIB. Shopee - PSI nilai teguran KPI soal iklan Shopee mengada-ada. 

Rupiah Mencari Inspirasi, Fokus pada Pertumbuhan Kredit

Foto Berita Rupiah Mencari Inspirasi, Fokus pada Pertumbuhan Kredit
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Rupiah memasuki pekan perdagangan dengan agak terguncang di saat investor mengevaluasi negosiasi dagang antara China dan Uni Eropa. Perkembangan perdagangan global tetap menjadi topik utama di pasar yang memengaruhi sentimen risiko sehingga rupiah dan banyak mata uang pasar berkembang lainnya rentan mengalami kejutan negatif.

Chief Market Strategist FXTM, Hussein Sayed, menuturkan, walaupun dolar yang agak melemah dapat mengangkat rupiah di jangka pendek, ekspektasi kenaikan suku bunga AS mungkin akan membatasi peningkatan. Dari sisi positifnya, neraca perdagangan Indonesia kembali surplus di bulan Juni setelah defisit di bulan Mei.

"Walau begitu, pertumbuhan ekspor di bawah ekspektasi di 11,47% sedangkan impor mengecewakan karena meningkat 12,66% dibandingkan estimasi pasar 31,31%," tutur Hussein dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Perhatian akan tertuju pada data pertumbuhan kredit Indonesia bulan Juni yang dijadwalkan untuk diumumkan pada hari Selasa. Data pertumbuhan kredit yang positif dapat meningkatkan optimisme terhadap ekonomi Indonesia dan mendukung kurs rupiah.

Apakah selera risiko akan berlanjut pekan ini?

S&P 500 naik 1.5% pekan lalu untuk dua pekan berturut-turut. Ini menggambarkan kembalinya selera risiko dan mengesampingkan isu perang dagang. Indeks saat ini naik 4,8% YTD (sejak awal tahun) dan berada di atas level penting 2800. Keberlanjutan reli saham pekan ini akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penghasilan, politik, dan kebijakan moneter.

Sejauh ini, penghasilan sejumlah bank besar AS tercatat bervariasi. Saham J.P. Morgan Chase, Citigroup, dan Wells Fargo merosot setelah melaporkan hasil di hari Jumat. Walau demikian, dari 5% perusahaan yang mengumumkan hasil aktual, 89% perusahaan S&P 500 berhasil melampaui ekspektasi EPS sehingga terdengar menggembirakan.

Menurut Hussein, investor sebaiknya tidak hanya berfokus pada data Q2 namun juga mencari isyarat mengenai beberapa kuartal mendatang, terutama karena apresiasi dolar dan isu dagang mungkin mulai berdampak negatif pada proyeksi.

Pekan lalu, AS mengajukan proposal tarif baru sebesar US$200 miliar terhadap barang dari China. Sementara ini, China belum menanggapi ancaman baru yang sepertinya akan menjadi berita utama yang menarik perhatian dunia.

"Kita juga perlu memperhatikan apakah pertemuan hari ini antara Uni Eropa dan China akan menciptakan koalisi yang lebih erat antara dua kekuatan ekonomi besar ini karena kedua pihak sama-sama menghadapi tantangan dalam pemerintahan Trump" urai Hussein.

Pertemuan antara Trump dan Putin juga akan menarik perhatian hari ini, terutama setelah 12 agen Rusia didakwa dalam Investigasi Mueller. Pertemuan ini juga berlangsung setelah Trump bersitegang dengan NATO pekan lalu di Brussels mengenai kebijakan belanja militer mereka.

"Kita sulit menduga hasil dari rapat ini, namun sekutu Eropa AS saat ini jelas khawatir," imbuh Hussein.

Investor dan trader akan sangat memperhatikan testimoni tengah tahun Ketua Dewan Gubernur Fed Jerome Powell di hadapan Kongres pada hari Selasa. Walaupun Powell kemungkinan akan tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS, ia tetap harus membahas bagaimana reaksi Fed apabila ketegangan dagang semakin memburuk dalam beberapa bulan mendatang.

"Isyarat bahwa kenaikan suku bunga diperlambat akan membuat dolar melemah," tandas Hussein.

Tag: Nilai Tukar Rupiah

Penulis/Editor: Ratih Rahayu

Foto: Antara/Adiwinata Solihin

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00

Recommended Reading