Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:37 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 0 Nimes
  • 06:35 WIB. Bundesliga Jerman - Eintracht Frankfrut 7 vs 1 Fortuna Duesseldorf
  • 06:33 WIB. La Liga Spanyol - Celta Vigo 0 vs 1 Deportivo Alaves
  • 19:02 WIB. Khashoggi - Otoritas Turki mengatakan belum membagikan audio terkait dengan pembunuhan Khashoggi dengan siapa pun.
  • 19:01 WIB. Laut China Selatan - AS gaet Jepang tangkis pengaruh China di LTS.
  • 19:00 WIB. TSLA - Tesla meluncurkan mobil Model 3 dengan harga US$45.000.
  • 18:59 WIB. Donald Trump - Trump yakin Khashoggi sudah meninggal dunia.

Rupiah Mencari Inspirasi, Fokus pada Pertumbuhan Kredit

Foto Berita Rupiah Mencari Inspirasi, Fokus pada Pertumbuhan Kredit
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Rupiah memasuki pekan perdagangan dengan agak terguncang di saat investor mengevaluasi negosiasi dagang antara China dan Uni Eropa. Perkembangan perdagangan global tetap menjadi topik utama di pasar yang memengaruhi sentimen risiko sehingga rupiah dan banyak mata uang pasar berkembang lainnya rentan mengalami kejutan negatif.

Chief Market Strategist FXTM, Hussein Sayed, menuturkan, walaupun dolar yang agak melemah dapat mengangkat rupiah di jangka pendek, ekspektasi kenaikan suku bunga AS mungkin akan membatasi peningkatan. Dari sisi positifnya, neraca perdagangan Indonesia kembali surplus di bulan Juni setelah defisit di bulan Mei.

"Walau begitu, pertumbuhan ekspor di bawah ekspektasi di 11,47% sedangkan impor mengecewakan karena meningkat 12,66% dibandingkan estimasi pasar 31,31%," tutur Hussein dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Perhatian akan tertuju pada data pertumbuhan kredit Indonesia bulan Juni yang dijadwalkan untuk diumumkan pada hari Selasa. Data pertumbuhan kredit yang positif dapat meningkatkan optimisme terhadap ekonomi Indonesia dan mendukung kurs rupiah.

Apakah selera risiko akan berlanjut pekan ini?

S&P 500 naik 1.5% pekan lalu untuk dua pekan berturut-turut. Ini menggambarkan kembalinya selera risiko dan mengesampingkan isu perang dagang. Indeks saat ini naik 4,8% YTD (sejak awal tahun) dan berada di atas level penting 2800. Keberlanjutan reli saham pekan ini akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penghasilan, politik, dan kebijakan moneter.

Sejauh ini, penghasilan sejumlah bank besar AS tercatat bervariasi. Saham J.P. Morgan Chase, Citigroup, dan Wells Fargo merosot setelah melaporkan hasil di hari Jumat. Walau demikian, dari 5% perusahaan yang mengumumkan hasil aktual, 89% perusahaan S&P 500 berhasil melampaui ekspektasi EPS sehingga terdengar menggembirakan.

Menurut Hussein, investor sebaiknya tidak hanya berfokus pada data Q2 namun juga mencari isyarat mengenai beberapa kuartal mendatang, terutama karena apresiasi dolar dan isu dagang mungkin mulai berdampak negatif pada proyeksi.

Pekan lalu, AS mengajukan proposal tarif baru sebesar US$200 miliar terhadap barang dari China. Sementara ini, China belum menanggapi ancaman baru yang sepertinya akan menjadi berita utama yang menarik perhatian dunia.

"Kita juga perlu memperhatikan apakah pertemuan hari ini antara Uni Eropa dan China akan menciptakan koalisi yang lebih erat antara dua kekuatan ekonomi besar ini karena kedua pihak sama-sama menghadapi tantangan dalam pemerintahan Trump" urai Hussein.

Pertemuan antara Trump dan Putin juga akan menarik perhatian hari ini, terutama setelah 12 agen Rusia didakwa dalam Investigasi Mueller. Pertemuan ini juga berlangsung setelah Trump bersitegang dengan NATO pekan lalu di Brussels mengenai kebijakan belanja militer mereka.

"Kita sulit menduga hasil dari rapat ini, namun sekutu Eropa AS saat ini jelas khawatir," imbuh Hussein.

Investor dan trader akan sangat memperhatikan testimoni tengah tahun Ketua Dewan Gubernur Fed Jerome Powell di hadapan Kongres pada hari Selasa. Walaupun Powell kemungkinan akan tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS, ia tetap harus membahas bagaimana reaksi Fed apabila ketegangan dagang semakin memburuk dalam beberapa bulan mendatang.

"Isyarat bahwa kenaikan suku bunga diperlambat akan membuat dolar melemah," tandas Hussein.

Tag: Nilai Tukar Rupiah

Penulis/Editor: Ratih Rahayu

Foto: Antara/Adiwinata Solihin

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46