Portal Berita Ekonomi Kamis, 15 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:20 WIB. TMII - Tunggak pajak hingga Rp2 miliar, Pemkot Jaktim pasang stiker tunggakan pajak di 150 objek pajak di TMII. 
  • 14:20 WIB. Bolt - Homologasi produsen Bolt dikabulkan, Kominfo terpaksa tangguhkan utang First Media dan Internux sebesar Rp463 miliar. 
  • 14:06 WIB. Bulog - Bulog Buntok sediakan daging kerbau beku sambut hari Natal.
  • 14:05 WIB. Kopra - Legislator akan berjuang perbaiki harga kopra.
  • 14:04 WIB. Biodiesel - Pemkab Kotabaru gandeng koperasi untuk operasikan biodiesel.
  • 14:02 WIB. Minyak - Permintaan ekspor minyak pala dari Provinsi Aceh semakin lesu.
  • 14:02 WIB. Cabai - Harga cabai rawit di Kupang naik tajam, mulanya Rp10.000/kg menjadi Rp25.000/kg.
  • 14:00 WIB. UMKM - BBPOM Manado memfasilitasi sebanyak 17 UMKM mendapatkan sertifikasi halal.
  • 14:00 WIB. OJK - OJK tetapkan sanksi pembekuan kegiatan usaha kepada perusahaan pembiayaan bernama PT Triprima Multifinance. 
  • 14:00 WIB. Listrik - IESR memperkirakan harga listrik surya akan murah pada tahun 2028.
  • 14:00 WIB. Antam - Antam gandeng Inalum untuk kembangkan komoditas bauksit melalui pembangunan pabrik Smelter Grade Alumunia Refinery (SGAR). 
  • 13:59 WIB. Ikan - Sejumlah nelayan di Kota Bandarlampung mengeluhkan hasil tangkap ikan yang mengalami penurunan drastis.
  • 13:58 WIB. Bawang - Harga bawang merah dan bawang putih di pasar tradisional Bandarlampung saat ini masih bertahan Rp22.000/kg.
  • 13:57 WIB. Ayam - Harga ayam potong yang bersih tanpa jeroan, kepala, dan kaki di Bandarlampung saat ini berkisar Rp33.000/kg.
  • 13:56 WIB. Ayam - Harga ayam potong di sejumlah pasar Bandarlampung masih stabil karena pasokan kebutuhan pokok itu masih lancar.

Ketika Pangan Malah Berkontribusi pada Kemiskinan

Foto Berita Ketika Pangan Malah Berkontribusi pada Kemiskinan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Tingginya harga pangan terus berdampak pada kemiskinan. Data badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, kontribusi komoditas pangan terhadap kemiskinan pada Maret 2017 adalah sebesar 73,31%. Jumlah ini meningkat menjadi 73,48% pada Maret 2018. Walaupun jumlah penduduk miskin pada Maret 2018 lebih sedikit daripada Maret 2017 yaitu 25,95 juta orang atau 9,82%, tapi harga pangan yang mahal tetap membebani mereka. Jumlah orang miskin pada Maret 2017 berjumlah 27,77 juta orang atau 10,64%.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Novani Karina Saputri, mengatakan, penyebabnya adalah tingginya harga bahan pangan yang disebabkan oleh kurangnya produksi dalam negeri. Hal ini memicu terjadinya banyak hal, salah satunya adalah inflasi. Untuk mencegah inflasi, pemerintah harus bisa memastikan ketersediaan bahan pangan tercukupi untuk seluruh wilayah di Indonesia.

"Pemerintah seharusnya sudah bisa mengantisipasi kenaikan harga beras sejak jauh-jauh hari. Naiknya harga beras disebabkan oleh tingginya jumlah permintaan akan beras yang tidak dapat dipenuhi oleh jumlah beras yang diproduksi. Kenaikan harga beras juga memicu kenaikan komoditas pangan lainnya,” ujar Novani dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Tingginya harga bahan pangan sempat terjadi di awal 2018. Salah satunya adalah naiknya harga beras medium di pasaran. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga beras medium pada Juli 2017 adalah Rp10.574 per kilogram dan meningkat menjadi Rp10.794 per kilogram pada November di tahun yang sama. Di Januari 2018, angka ini merangkak naik menjadi Rp11.041 per kilogram.

Bahan pokok yang juga relatif mengalami kenaikan harga per satuan di bulan Mei hingga Desember 2017 adalah daging sapi, garam, kedelai, dan susu. Kenaikan ini dipicu oleh beberapa hal, di antaranya adalah kenaikan harga beras yang terbilang cukup signifikan hingga menyentuh harga di atas Rp12.000 per kilogram. Naiknya harga beras disebabkan oleh tingginya jumlah permintaan akan beras yang tidak dapat dipenuhi oleh jumlah beras yang diproduksi.

Berdasarkan data CIPS, pemerintah seharusnya bisa melihat kalau harga beras sudah tinggi sejak Mei 2017. Harganya mencapai Rp11.980 per kilogram. Lalu, konsisten di Rp11.000 per kilogram antara Juni hingga September. Kemudian, harga beras naik mencapai Rp12.800 pada Oktober dan November dan hanya sedikit turun menjadi Rp12.600 per kilogram di akhir tahun.

Komoditas pangan lainnya yang mengalami kenaikan harga adalah daging sapi. Harga daging sapi mengalami kenaikan sebesar 52,7% di bulan Juni dan 11,37% di bulan Desember. Salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab melojaknya harga daging sapi di bulan tersebut adalah tingginya permintaan menjelang hari besar keagamaan (Idul Fitri dan Natal) dan tahun baru.

"Pemerintah seharusnya tidak terus menerus terjebak pada wacana perluasan lahan panen. Pemerintah memperkirakan meluasnya area panen akan mampu meningkatkan jumlah persediaan beras di Indonesia yang pada akhirnya menurunkan harga beras di pasar,” jelasnya.

Pemerintah lebih baik fokus memberikan kemudahan akses menuju pasar tradisional kepada para petani. Hal ini karena pada dasarnya petani produksi beras menjual pada harga yang tergolong rendah. Panjangnya rantai distribusi beras menyebabkan harga menjadi jauh di atas harga pokok penjualan petani produksi.

Tag: Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)

Penulis/Editor: Ratih Rahayu

Foto: Antara/Oky Lukmansyah

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5858.293 23.095 615
2 Agriculture 1411.127 -32.663 20
3 Mining 1857.209 -4.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 773.140 27.129 71
5 Miscellanous Industry 1364.717 23.298 45
6 Consumer Goods 2299.221 20.658 49
7 Cons., Property & Real Estate 410.574 -3.603 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.152 -17.914 71
9 Finance 1105.944 2.470 90
10 Trade & Service 799.593 0.330 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,510 1,885 375 24.83
2 DEAL 282 352 70 24.82
3 SOSS 1,250 1,560 310 24.80
4 YPAS 492 595 103 20.93
5 BBLD 402 482 80 19.90
6 GLOB 150 178 28 18.67
7 PSDN 180 210 30 16.67
8 RIGS 206 238 32 15.53
9 LPPS 95 108 13 13.68
10 KKGI 350 394 44 12.57
No Code Prev Close Change %
1 HDTX 216 166 -50 -23.15
2 DUTI 5,350 4,280 -1,070 -20.00
3 GMTD 15,900 12,725 -3,175 -19.97
4 IBST 9,800 8,000 -1,800 -18.37
5 TAMU 2,750 2,430 -320 -11.64
6 ATIC 905 805 -100 -11.05
7 TIRA 157 142 -15 -9.55
8 KONI 172 156 -16 -9.30
9 MYTX 121 110 -11 -9.09
10 LSIP 1,120 1,025 -95 -8.48
No Code Prev Close Change %
1 TKIM 11,150 12,325 1,175 10.54
2 PTBA 4,650 4,880 230 4.95
3 SRIL 366 366 0 0.00
4 WSKT 1,515 1,420 -95 -6.27
5 LPPF 4,790 4,550 -240 -5.01
6 HMSP 3,300 3,370 70 2.12
7 DEAL 282 352 70 24.82
8 TLKM 3,830 3,750 -80 -2.09
9 INKP 11,025 11,700 675 6.12
10 BHIT 78 78 0 0.00