Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:54 WIB. Pertamina - menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, Pertamina menyiapkan SPBU 24 jam.
  • 10:00 WIB. ISEF - ISEF membukukan 19 kesepakatan senilai Rp6,75 triliun.
  • 09:58 WIB. PLN - Jonan:  25% pegawai PLN biasanya harus siaga saat libur Natal dan Tahun Baru.
  • 09:51 WIB. Energi - Pemerintah memprediksi beban puncak pasokan listrik Jawa-Bali pada libur Natal-Tahun Baru 2019 cenderung turun.
  • 09:49 WIB. Pelindo II - Pemprov Jambi dan Pelindo II akan kerja sama kembangkan Pelabuhan di Jambi.

Mencari Sensasi Baru di Bisnis Wisata

Foto Berita Mencari Sensasi Baru di Bisnis Wisata
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kehadiran online travel agent (OTA) mendisrupsi keberadaan travel agent. Namun, masih ada bisnis yang tak bisa digarap OTA, seperti menghadirkan paket wisata yang unik dengan sensasi experience baru yang unforgetable.

"All the shine of thousand spotlight; will never be enough; towers of gold are still to little; Will never be enough,” nukilan lagu Never Enough theme song film The Greatest Showman yang mengalir dari suara salah satu penyanyi film tersebut saat gala dinner bagi dua ribuan agen asuransi Prudential Life Assurance di The City of Love: Paris, Perancis. Inilah special moment yang tidak pernah terlupakan bagi agen lapangan perusahaan asuransi terbesar di Indonesia tersebut. Momen spesial ini dikreasi oleh PT Panorama Tours & Travel Tbk bagi klien korporasi, seperti Prudential. 

Kreasi unik lainnya seperti gala dinner di sebuah stasiun tua di Eropa, atau di situs Candi Prambanan, Yogyakarta. Kreasi-kreasi perjalanan dengan momen-momen gala dinner spesial ini merupakan racikan Divisi Khusus Incentive House Panorama untuk klien-klien korporasi. Perusahaan menawarkan berbagai produk unik dan tidak dimiliki perusahaan travel agent lain di dalam negeri bagi klien-klien korporasi yang memiliki program reward bagi karyawan mereka. Produk kreatif seperti inilah yang menjadi andalan bagi perusahaan travel agent untuk eksis saat ini.

Di era digital ini, bisnis travel agent terdisrupsi kehadiran perusahaan online travel agent (OTA) yang tumbuh subur belakangan ini. Di dalam negeri ada Traveloka, Tiket.com, Airy, dan lainnya yang menggerus pasar yang selama ini digarap para travel agent. Ambil contoh, penjualan tiket pesawat, kereta api, kapal laut, bus, hingga booking hotel dibabat habis pelaku OTA. Boleh dibilang, pelaku travel agent kalau tidak mempunyai produk andalan, seperti yang dilakukan Panorama, dipastikan bakal masuk liang kubur. Kenyataan inilah yang sedang dihadapi oleh 8 ribu agen wisata yang tergabung dalam Asociation of Indonesian Tours and Travel (ASITA).

Kenyataan yang sama juga dialami semua travel agent di kawasan ASEAN. Situs TTG Asia mengutip CEO Olympic Holidays di Malaysia, Adam Kamal, yang mengatakan bahwa beberapa tahun lalu, OTA hanya menawarkan jasa booking tiket (pesawat, kereta api, dan bus) dan hotel, tetapi belakangan ini mereka menawarkan secara paket mulai dari tiket perjalanan pulang pergi hingga penginapan, serta paket tur menarik dengan harga miring. Tidak ada pilihan bagi perusahaan travel agent kecuali bertarung dalam harga, pelayanan prima, dan produk khusus (niche product). "Mau tidak mau, kami mengembangkan paket wisata yang unik dan khusus, seperti adventure tourism,” ujar dia.

Memang tidak ada pilihan bagi tour operator di Indonesia dan kawasan ASEAN menghadapi OTA kecuali adu hebat dalam service dan niche product. Pemerintah Indonesia cq Kementerian Pariwisata terus mengolah 10 destinasi “Bali Baru” yang disusutkan menjadi empat destinasi wisata baru, yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Labuan Bajo (Pulau Komodo), Mandalika, dan Borobudur. Pemerintah tengah fokus dalam memperbaiki infrastruktur di keempat destinasi wisata Bali Baru tersebut. Misalnya, bandara di Sibolangit direhab dan naik status menjadi bandara internasional. Di lokasi tersebut juga tengah dibangun home stay bagi para pelancong. Sekarang, tinggal bagaimana menjualnya.  

Dengan hadirnya empat destinasi Bali Baru tersebut, para tour operator harus piawai mengolahnya menjadi paket tur yang menarik bagi wisatawan dalam negeri (wisnus) dan wisatawan manca negara (wisman). Di Borobudur, misalnya, kini mulai semarak wisata home stay. Pelancong bisa menginap di rumah penduduk dengan biaya inap yang tentu jauh lebih murah ketimbang di hotel sambil merasakan kehidupan warga desa di sekitar situs Buddha tersebut. Pengalaman ini sudah barang tentu membawa sensasi tersendiri bagi pelancong wisnus, apalagi wisman. Kreasi produk wisata yang unik seperti ini yang perlu dikembangkan baik di Danau Toba, Labuan Bajo, maupun Mandalika.

Para tour operator juga kudu jeli dalam membaca selera pasar. Ambil contoh, wisman asal China. Menurut catatan Sekretaris Jenderal World Tourism Organization (WTO), Taleb Rifai, pelancong asal China merupakan yang terbesar di dunia. Diperkirakan sekitar 135 juta penduduk China melakukan perjalanan wisata ke luar negeri. Dari jumlah itu, yang singgah ke Indonesia sebanyak 1,9 juta orang pada 2017. Sebagian besar turis Mainland itu masih menuju Bali yang dinilai eksotis. Sekarang, tinggal bagaimana membawa turis Negeri Bambu itu agar mau singgah di empat destinasi Bali Baru. Di sinilah diperlukan kreasi produk yang unik yang unforgetable sehingga mereka mau berkunjung kembali.

Meski obyek wisata di Sumatera Barat (Sumbar) belum termasuk 10 Bali Baru, namun Pemerintah Daerah (Pemda) dan ASITA Sumbar melihat potensi asal China ini dan siap bersaing. Selain membidik wisman asal India dan Timur Tengah, Pemda Sumbar dan ASITA Sumbar pun mulai kepincut untuk menarik minat pelancong China tersebut. Salah satu obyek wisata yang disiapkan seperti wisata bahari di kawasan terpadu Wisata Mandeh. Dalam hal kuliner, wisman Asia termasuk asal China umumnya tidak mengalami persoalan dengan masakan Padang. Namun, ASITA setempat bekerja sama dengan Persatuan Hotel Seluruh Indonesia (PHRI) Sumbar menyediakan menu khusus yang disesuaikan dengan lidah wisman China. Dengan berbagai persiapan ini, Sumbar siap menjadi destinasi bagi wisman China.

Setiap tahun, Travel & Leisure melakukan survei kepada pelancong global. Mereka diminta berpendapat terkait pengalaman berwisata di seantero jagad yang bersentuhan dengan hotel, resort, kota, pulau, kapal pesiar, spa, maskapai, dan lainnya. Dari survei ini, diketahui bahwa jenis tur yang digemari pelancong global memang sesuatu yang unik. Misalnya, travel agent seperti DuVine Cycling & Adventure Company menawarkan paket wisata berpelesiran dengan sepeda di pedalaman Eropa. Dalam tur bersepeda itu, pelancong menikmati kawasan kebun anggur dan produsen wine dunia. Kepiawaian tour guide yang melebur menjadi bagian dari keluarga pelancong menjadi catatan tersendiri. Dengan fasilitas penginapan dan menu makan yang oke punya selama tur, komentar ini disampaikan pelancong, “We love biking with DuVine.”

Sebagaimana DuVine, begitu pula yang dilakukan Panorama Tours yang menyuguhkan unforgetful gala dinner di Paris, atau Olympic Holidays yang menawarkan adventure tourism. Para tour operator lainnya memang mesti terus mengkreasi paket-paket wisata baru yang unik dengan sensasi experience baru. Hal inilah yang membuat mereka tetap eksis di percaturan bisnis wisata.

Tag: Online Travel Agent (OTA)

Penulis: Heriyanto Lingga

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Warta Ekonomi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00