Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:15 WIB. Kementan - Kementan gencar menanam bawang putih di dalam negeri, kejar target swasembada 2021.
  • 14:08 WIB. Pemerintah - Kementerian PUPR mengeluarkan dana Rp739 Miliar untuk pembangunan stadion dan pasar di beberapa daerah.
  • 14:06 WIB. Bulog - Bulog salurkan cadangan beras pemerintah untuk Lombok.
  • 13:13 WIB. Lombok - Kementerian PUPR perbaiki prasarana ekonomi fasilitas publik pascagempa di Lombok.
  • 13:10 WIB. RUU SDA - Apindo: RUU SDA berpotensi buat industri kolaps.
  • 13:08 WIB. Program Capres - CIPS: program capres harus perkuat kontribusi UMKM.
  • 13:06 WIB. Hukum - Tipikor Jakarta belum jadwalkan sidang Gubernur Jambi nonaktif, Zumi Zola.
  • 13:05 WIB. PKS - Sekalipun ketua tim sukses pemenangan Jokowi-Ma'ruf belum ada, semua aktifitas berjalan lancar.
  • 13:04 WIB. PKS - Mardani Ali Sera kebanyakan makan kardus sehingga gagal fokus.
  • 13:04 WIB. PKS - Orang yang masuk di KIK tidak saling rebut kekuasaan.
  • 13:00 WIB. Jusuf Kalla - Mulai hari ini, Lombok bangun kembali. Jangan lagi bicara tentang kesedihan.
  • 13:00 WIB. Gempa Lombok - Kemensos berikan ahli waris korban gempa yang meninggal sebesar Rp15 juta.
  • 13:00 WIB. Gempa Lombok - Jusuf Kalla janji bangun rumah dan sekolah setelah gempa melanda Lombok.
  • 12:57 WIB. Hanura - Jika Jokowi itu baik, lantas siapa pemimpin jahat menurut Mahfud?
  • 12:56 WIB. Hanura - Beberapa kali Mahfud MD menyebutkan Jokowi itu baik.

Semester I, Penyaluran Kredit BNI Capai Rp457,81 T

Foto Berita Semester I, Penyaluran Kredit BNI Capai Rp457,81 T
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyatakan bahwa sepanjang Semester I/2018, BNI mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar Rp45,6 triliun atau sebesar 11,1% dari posisi Rp412,18 triliun pada Semester I/2017 menjadi Rp457,81 triliun pada Semester I/2018.

"Pertumbuhan tersebut dikontribusi oleh kredit korporasi swasta yang meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dikontribusi oleh industri manufaktur, transportasi, dan komunikasi, konstruksi, dan perdagangan," ujar Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni, di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Adapun kredit kepada BUMN tumbuh 8,6% (yoy). Kredit segmen kecil juga mencatatkan pertumbuhan yang baik yaitu 14,0% (yoy). Sementara untuk kredit segmen medium, BNI menjaga pada pertumbuhan yaitu 8,5% (yoy).

Payroll loan masih menjadi prioritas BNI dalam menumbuhkan segmen konsumer. Pada Semester I/2018, payroll loan mencatatkan pertumbuhan sebesar 50,8% dibandingkan tahun lalu. Pada Semester I/2018, kartu kredit dan BNI Griya (kredit pemilikan properti) juga mencatatkan pertumbuhan yang membaik, masing-masing sebesar 5,5% dan 8,2% (yoy). 

Untuk mendukung ekspansi kredit, pada Semester I/2018, DPK tercatat tumbuh sebesar 13,5%, yaitu dari Rp463,86 triliun pada Semester I/2017 menjadi Rp526,48 triliun pada Semester I/2018. Dengan komposisi rasio dana murah atau CASA mencapai 63,8%.

Dalam upaya menghimpun dana murah, BNI terus meningkatkan hubungan baik dengan institusi-institusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pemerintah serta mengembangkan layanan digital banking

"Keberhasilan dalam upaya ini dapat dibuktikan dengan penambahan jumlah rekening sebesar kurang lebih 11,1 juta dari 27,9 juta rekening pada Semester I tahun 2017 menjadi 39,0 juta rekening pada Semester I tahun 2018," ujarnya. 

Cost of Fund pun membaik menjadi 2,8%, di mana sebelumnya sepanjang 2017 berada pada level 3,0%. Penurunan Cost of Fund ini selain disebabkan oleh pertumbuhan dana murah, juga dikontribusi oleh strategi penurunan suku bunga deposito sebesar kurang lebih 46 basis poin sejak awal 2018. 

Pada Semester I/2018, BNI mencatatkan nilai aset yang mencapai Rp734,19 triliun atau tumbuh 16,2% di atas periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp631,74 triliun. Dari sisi kualitas aset, NPL Gross BNI tercatat membaik menjadi 2,1% pada akhir Juni 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,8%. 

"Perbaikan NPL tersebut dikarenakan pengelolaan kualitas aset yang terus membaik, salah satunya dengan cara melakukan ekspansi yang selektif dan prudent dengan manajemen risiko kredit yang terukur," terangnya. 

Oleh karena perbaikan kualitas kredit tersebut, BNI pun mampu menjaga credit cost relatif stabil pada 1,7%. Sementara itu, coverage ratio juga mengalami perbaikan dari 147,2% pada Semester I/2017 menjadi 150,2% akhir Semester I/2018 ini. 

"Penetapan pencadangan ini merupakan langkah pre-emptive dan konservatif BNI yang dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan penurunan kualitas aset di masa-masa mendatang," pungkasnya. 

Tag: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5892.192 108.394 599
2 Agriculture 1588.944 4.751 20
3 Mining 2014.336 48.471 46
4 Basic Industry and Chemicals 803.050 21.046 70
5 Miscellanous Industry 1263.593 43.399 45
6 Consumer Goods 2363.210 31.896 46
7 Cons., Property & Real Estate 439.284 6.072 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1012.787 14.681 70
9 Finance 1060.303 19.100 91
10 Trade & Service 846.847 15.397 144
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10