Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:37 WIB. BRIS - BRI Syariah menargetkan penyaluran kredit mikro Rp3 triliun di tahun ini.
  • 19:37 WIB. SMGR - Volume penjualan Semen Indonesia turun 6% di bulan Januari.
  • 19:37 WIB. WIKA - Nilai kontrak dari proyek Bandara Sultan Hasanudin mencapai Rp2,6 triliun.
  • 19:36 WIB. Mantap - Bank Mantap berencana menambah sekitar 60 jaringan kantor berbiaya rendah pada tahun ini.
  • 19:36 WIB. BTN - BTN mengambil porsi 10% di LinkAja.
  • 19:36 WIB. BTN - BTN menyebut LinkAja bisa membuat belanja modal perseroan makin efisien.
  • 19:35 WIB. KAI - KAI merekayasa keberangkatan kereta untuk mengantisipasi Munajat 212.
  • 19:35 WIB. Mandiri - Mandiri terlibat dalam kredit sindikasi dengan total nilai Rp6 triliun kepada anak usaha Salim Group.
  • 16:11 WIB. Rupiah - Pukul 16.10 WIB, rupiah melemah 0,16% ke level Rp14.063 per dolar AS. 
  • 16:10 WIB. Akuisisi - Investasi US$500 juta, Vivendi berpeluang akuisisi 50% saham MNC Vision. 
  • 16:08 WIB. SIAP - Alami kendala penambahan alat, SIAP tak bisa penuhi target produksi. 
  • 16:08 WIB. Investasi - Vivendi akan kucurkan dana investasi US$500 juta ke MNC Vision Network. 
  • 16:07 WIB. Bakrie - BNBR terbitkan lebih dari 91,08 juta saham baru hasil PMTHMETD. 
  • 16:06 WIB. Aset - Armada Berjaya akan tambah aset berupa 61 unit truk. 
  • 15:32 WIB. SDM - Perusahaan teknologi Indonesia akui sulit cari SDM.

Harga Minyak Naik Didukung Sinyal Peningkatan Permintaan

Foto Berita Harga Minyak Naik Didukung Sinyal Peningkatan Permintaan
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak naik pada akhir perdagangan, Kamis (19/7/2018) pagi WIB, setelah data pemerintah AS menunjukkan permintaan bensin dan distilasi meningkat, dibayangi kenaikan tak terduga persediaan minyak mentah AS dan produksi minyak mentah AS yang mencapai 11 juta barel per hari untuk pertama kalinya.

Patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman September meningkat 0,74 dolar AS atau satu persen menjadi ditutup pada 72,90 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Kontrak mencapai terendah sesi di 71,19 dolar AS per barel, terendah sejak 17 April.

Sementara itu, patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, menambahkan 0,68 dolar AS atau satu persen, menjadi menetap di 68,76 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Stok minyak mentah AS mengejutkan pasar dan naik 5,8 juta barel pekan lalu, karena produksi minyaknya mencapai 11 juta barel per hari untuk pertama kalinya, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Rabu (18/7).

Impor neto minyak mentah AS pekan lalu naik 2,2 juta barel per hari, data menunjukkan.

"Pergeseran mingguan dalam stok minyak mentah AS sedang kian dipengaruhi oleh perdagangan internasional dan ini pasti terjadi dengan data minggu ini," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.

"Sementara kami telah memperkirakan peningkatan impor dan penurunan ekspor, perubahan dalam kedua kategori jauh melebihi harapan kami terutama pada sisi impor."

Minyak mentah berjangka memperpanjang kerugiannya segera setelah rilis data, sebelum merayap lebih tinggi karena pasar mempertimbangkan beberapa poin yang lebih mendukung dalam laporan, seperti penarikan yang lebih besar dari perkiraan dalam stok bensin.

Persediaan bensin turun 3,2 juta barel, sementara stok distilasi, yang termasuk solar dan minyak pemanas, turun 371.000 barel, data EIA menunjukkan.

Pasar minyak telah jatuh selama seminggu terakhir karena Arab Saudi dan anggota lain dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia meningkatkan produksi dan beberapa gangguan pasokan mulai berkurang.

Pemenuhan OPEC dan non-OPEC dengan pembatasan produksi minyak telah menurun menjadi sekitar 120 persen pada Juni dari 147 persen pada Mei, dua sumber yang akrab dengan masalah tersebut mengatakan kepada Reuters pada Rabu (18/7).

Para investor juga mulai khawatir tentang dampak pada permintaan energi dari sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya, termasuk Tiongkok.

Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok dapat menyeret ekonomi global, kata BMI Research.

"Prospek ekonomi secara luas positif, tetapi sejumlah `headwinds` muncul, paling tidak dolar yang lebih kuat, meningkatnya tekanan inflasi dan pengetatan likuiditas," kata BMI. "Perlambatan pertumbuhan perdagangan akan membebani permintaan fisik untuk minyak."

Presiden Federal Reserve Bank Kansas City Esther George mengatakan pada Selasa (17/7) ketidakpastian atas kebijakan perdagangan AS dapat memperlambat ekonomi, sekalipun jika tarif yang dikenakan baru-baru ini terlalu kecil untuk memiliki dampak besar.

Kebijakan perdagangan adalah risiko kerugian "signifikan" terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, kata George.

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Ernest Scheyder

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.30 3,729.07
British Pound GBP 1.00 18,411.72 18,223.66
China Yuan CNY 1.00 2,101.61 2,080.78
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,127.00 13,987.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,109.28 10,006.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.01 1,782.15
Dolar Singapura SGD 1.00 10,447.42 10,343.12
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,020.02 15,854.26
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,471.01 3,432.39
Yen Jepang JPY 100.00 12,756.91 12,629.35

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6537.766 24.982 628
2 Agriculture 1616.672 15.458 21
3 Mining 1935.600 28.600 47
4 Basic Industry and Chemicals 903.282 9.632 71
5 Miscellanous Industry 1347.154 -12.736 46
6 Consumer Goods 2654.468 -5.813 51
7 Cons., Property & Real Estate 459.894 1.147 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.069 7.199 72
9 Finance 1243.721 7.000 91
10 Trade & Service 827.313 1.685 155
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 288 432 144 50.00
2 OCAP 54 72 18 33.33
3 PUDP 356 430 74 20.79
4 PJAA 1,260 1,500 240 19.05
5 YULE 175 208 33 18.86
6 INPS 2,100 2,400 300 14.29
7 BRAM 6,200 7,000 800 12.90
8 IKAI 179 200 21 11.73
9 INDY 1,955 2,180 225 11.51
10 IBFN 240 266 26 10.83
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,900 1,425 -475 -25.00
2 ARTA 980 780 -200 -20.41
3 KBLV 525 454 -71 -13.52
4 CSAP 600 540 -60 -10.00
5 AKPI 690 625 -65 -9.42
6 CLAY 1,540 1,395 -145 -9.42
7 BNLI 1,150 1,055 -95 -8.26
8 PSDN 260 242 -18 -6.92
9 SIPD 1,030 960 -70 -6.80
10 TRIS 236 220 -16 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,490 2,640 150 6.02
2 ADRO 1,345 1,415 70 5.20
3 JPFA 2,310 2,330 20 0.87
4 INDY 1,955 2,180 225 11.51
5 BUMI 150 163 13 8.67
6 BMRI 7,100 7,325 225 3.17
7 UNTR 26,000 26,500 500 1.92
8 ESTI 91 92 1 1.10
9 BNLI 1,150 1,055 -95 -8.26
10 LEAD 92 86 -6 -6.52