Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:58 WIB. Pelindo - Pelindo I, II, II dan IV akan menggelar Pelindo Charity Port Run 2018 di Pelabuhan Tanjung Perak pada Minggu (16/12).
  • 22:56 WIB. BRI - BRI menunjuk Morgan Stanley sebagai penasihat atau advisor dalam rencana penjualan saham minoritas di BRI Life.
  • 22:51 WIB. Pertamina - Pertamina meresmikan beroperasinya Depot Mini LPG Pressurized di Minahasa.
  • 20:07 WIB. ADRO - Adaro Power berencana mengembangkan PLTS berdaya 100 MW di Sumatra.
  • 20:05 WIB. ADRO - Pengerjaan proyek PLTU di Batang ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada 2020.
  • 20:00 WIB. Waskita - Waskita menerima pembayaran senilai Rp1,9 triliun dari proyek Ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.
  • 19:59 WIB. Pelindo II - Pelindo II bersinergi dengan Pelindo III dan IV mengoptimalkan pelayanan jasa kepelabuhan.
  • 19:08 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo pelajari penerapan eSIM di Indonesia.
  • 19:06 WIB. Apple - Teknologi eSIM milik iPhone tak bisa dipakai di Indonesia.
  • 19:04 WIB. Indosat - Jaringan 4G Plus Indosat Ooredoo di Sumut akan meliputi 586 spot baru.
  • 19:01 WIB. Apple - Apple Watch 4 resmi dijual di Indonesia seharga Rp8 juta.
  • 18:57 WIB. Apple - Apple buka blokir Tumblr yang mulai bersih-bersih konten porno.
  • 18:55 WIB. MediaTek - MediaTek rilis Helios P90.
  • 18:53 WIB. Huawei - Huawei P30 Pro bakal pakai layar OLED.

Turki Akhiri Status Darurat Pasca Aksi Kudeta 2016

Foto Berita Turki Akhiri Status Darurat Pasca Aksi Kudeta 2016
Warta Ekonomi.co.id, Ankara -

Keadaan darurat di Turki telah berakhir Rabu (18/7/2018) tengah malam setelah diberlakukan dua tahun lalu setelah kudeta militer yang gagal pada Juli 2016.

Ini akan digantikan oleh seperangkat undang-undang keamanan baru yang bertujuan untuk menindak aktivitas teroris.

Penghentian aturan darurat dijanjikan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam kampanye kepresidenannya sebelum kemenangannya dalam pemilihan umum pada bulan Juni.

Diperbaharui sebanyak tujuh kali sebelumnya oleh parlemen, keadaan darurat berakhir secara otomatis karena pemerintah tidak memperpanjangnya sekali lagi, sebagaimana dikutip dari Xinhua, Kamis (19/7/2018).

Erdogan telah terpilih kembali sebagai presiden untuk masa jabatan lima tahun lagi, dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), bersama dengan sekutu nasionalisnya MHP (Partai Gerakan Nasionalis), mempertahankan mayoritasnya di parlemen.

Upaya kudeta pada 15 Juli 2016 telah menyebabkan 250 orang tewas dan 2.000 lainnya terluka. Tank-tank berguling di jalan-jalan Ankara dan Istanbul, dan pesawat-pesawat tempur berdengung di atas saat tentara pemberontak berusaha menggulingkan pemerintah terpilih Erdogan.

Keadaan darurat diberlakukan setelah itu untuk membereskan konspirasi yang dipimpin oleh ulama buangan di Fethullah Gulen yang berbasis di AS dan para pengikutnya di aparat negara.

Hampir 3.000 pelaku kudeta telah dijatuhi hukuman penjara. Jaringan Gulen dianggap sebagai organisasi teroris yang disebut FETO oleh Ankara.

Sejak itu, pemerintah telah menahan 160.000 orang dan memecat sejumlah pekerja publik, akademisi dan hakim, melarang lusinan organisasi, menyita bisnis, dan membatasi independensi peradilan.

Kritik Erdogan menuduhnya menggunakan gagang-gagang yang gagal sebagai dalih untuk membatalkan semua bentuk perbedaan pendapat, sementara Turki mengatakan langkah-langkah itu diperlukan untuk menjaga keamanan nasional.

"Kami berharap bahwa ketegangan yang disebabkan oleh keadaan darurat sekarang akan hilang dengan beberapa teman-teman barat kita. Periode ini sangat penting untuk membersihkan unsur-unsur teroris yang telah disusupi di banyak lapisan aparat negara kita," pungkas seorang sumber pemerintah kepada yang meminta untuk tidak dinamakan.

Tag: Turki

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Alkis Konstantinidis

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00