Portal Berita Ekonomi Kamis, 18 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:44 WIB. PKS - Jika ditotal untuk dana saksi Parpol, maka partai mengeluarkan sekitar Rp160 M.
  • 11:44 WIB. PKS - Jika negara mampu berikan dana saksi Parpol maka itu lebih baik, kalau tidak jangan dipaksa.
  • 11:44 WIB. PKS - Usulan dana saksi Parpol sepertinya dapat memberatkan negara.
  • 11:41 WIB. Partai Berkarya - Prabowo punya karakter kepemimpinan, berbeda dengan pemimpin yang lain.
  • 11:41 WIB. Partai Berkarya - Prabowo didoakan menjadi 'The Winter Soldier' bagi Indonesia, adalah wajar.
  • 11:38 WIB. PAN - Ada yang janggal dengan isu produksi kembali mobil Esemka.
  • 11:38 WIB. PAN - Isu mobil Esemka ingin menumbuhkan popularitas Jokowi.
  • 11:10 WIB. PDIP - Timses Prabowo-Sandiaga kurung imajinasi.
  • 11:09 WIB. PDIP - Harusnya Prabowo dan Jokowi sama-sama perangi kemiskinan, hoax, dan korupsi.
  • 11:09 WIB. PDIP - Prabowo cocok 'The Winter Soldier', namun komandannya Jokowi.
  • 11:07 WIB. PKS - Jika mobil Esemka terwujud tanpa perencanaan patut dicurigai.
  • 11:07 WIB. PKS - Indonesia harus belajar dari Malaysia atas mobil Proton-nya.
  • 11:07 WIB. PKS - Hargai mobil Esemka sebagai produk Indonesia.
  • 11:00 WIB. Mark Zuckerberg - Posisi Mark Zuckerberg sebagai Chairman Facebook kembali terancam.
  • 10:58 WIB. Yaman - PBB: 12 juta penduduk Yaman menderita kelaparan.

Ini yang Dikatakan Ketua PBNU Kala Berbicara di Depan Presiden..

Foto Berita Ini yang Dikatakan Ketua PBNU Kala Berbicara di Depan Presiden..
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bicara soal kemiskinan di depan Presiden Joko Widodo saat acara Musyawarah Nasional VI Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII).

"Kemiskinan, Alhamdulillah, kemiskinan turun satu digit, tapi yang harus kita dorong adalah keadilan distribusi," kata Said Aqil saat acara peresmian pembukaan Munas VI IKA PMII di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan masih banyak orang miskin, terutama di daerah pinggiran seperti di daerahnya, Cirebon, Jawa Barat.

Ketua PBNU ini mengatakan prinsip di NU sudah sangat jelas garisnya, dimana dari segi akidah, yakni ahlulsunnah wal jamaah dan moderat.

Sedangkan dari segi ideologi mendukung prinsip empat Pilar Kebangsaan dan dari Qobilahnya (rombongannya) prinsip kebangsaannya jelas.

"Namun ada prinsip yang menurut NU belum jelas garisnya, yakni 'ghaniyah' atau pembagian. Yang belum jelas Pak Presiden, ghaniyah, bagi-baginya belum rata," katanya.

Said Aqil mengaku pernah menyampaikan kepada Presiden bahwa Paket kebijakan yang sudah diterbitkan hingga 14 kali belum menyentuh warga NU yang paling bawah.

"Tetangga saya di Kampung Kempek, Cirebon, yang namanya Solikin, Jumadi, Madrais, Zulkifli, begitu-begitu aja, padahal sudah 14 kali kebijakan ekonomi,.nggak ada yang berubah, gitu-gitu aja. Padahal sudah 14 kali Paket Kebijakan Ekonomi belum berubah. Yang berubah mungkin Jakarta," kata Said Aqil.

Ketua PBNU juga membacakan surat Alquran yang bermakna bahwa percuma berorganisasi, bergabung dengan ormas atau bernegara baik di pemerintahan maupun DPR jika tidak membahas tiga hal, yakni pengentasan kemiskinan, kemakmuran rakyat dan mempersatukan masyarakat.

Terkait kemakmuran rakyat, Said Aqil mengatakan berkaitan dengan dengan kesehatan dan lowongan pekerjaan.

Dia melihat masih banyak angka kematian ibu dan anak masih sangat tinggi, gizi buruk, stunting dan kebanyakan orang NU.

"Maka itu, Allah menegaskan, sama sekali tidak ada nilai baiknya kamu bernegara, kamu berparpol, berormas, percuma itu RDP kecuali kalau yang dibahas megentaskan kemiskinan," katanya.

Ketua PBNU ini juga mengkritik kebijakan pasar bebas yang tidak berdampak baik terhadap masyarakat kecil, terutama pengusaha-pengusaha kecil.

"Logika pasar bebas sangat penuh dengan kezaliman. Filosofi pasar bebas semua bersaing di pasar, baik besar maupun kecil. Kita bukan anti-konglomerat, tapi konglomerat yang peduli dengan kelas menengah dan kelas bawah," katanya.

Said Aqil yakin pemerintah bisa mengatasi program kemiskinan dan kemakmuran rakyatnya ini, namun untuk persatuan masyarakat dan bangsa akan banyak tantangannya, apalagi dipengaruhi oleh pesta demokrasi dan kegiatan politik.

"Entah kapan-kapan dua program ini akan selesai," tambahnya.

"Ini paling berat Pak Presiden. Mensolidkan masyarakat, mensolidkan bangsa. Apalagi habis Pilkada, atau akan Pilkada, bagaimana menyatukan kembali, rekonsiliasi," katanya.

Dia menyebut bahwa ada gesekan antara politisi dengan politisi, pedagang dengan pedagang, guru konflik dengan guru.

"Kyai nggak akur dengan kyai, kyai kecil itu, kyai pinggiran. Jadi tugas paling berat," katanya.

Namun, Ketua PBNU ini mengatakan bahwa warga NU memiliki cara jitu dan murah menyatukan umat, yakni majelis dzikir, tahlilan, yang merupakan wadah mediasi. 

Tag: PBNU

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,068.72 4,027.56
British Pound GBP 1.00 19,989.95 19,789.37
China Yuan CNY 1.00 2,203.25 2,181.31
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,263.00 15,111.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,877.94 10,768.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,947.23 1,927.82
Dolar Singapura SGD 1.00 11,073.79 10,961.92
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,549.40 17,371.61
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.29 3,634.20
Yen Jepang JPY 100.00 13,565.91 13,424.84

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5868.620 67.803 610
2 Agriculture 1522.460 22.946 20
3 Mining 1933.517 25.132 47
4 Basic Industry and Chemicals 746.459 12.246 70
5 Miscellanous Industry 1214.073 6.640 45
6 Consumer Goods 2489.664 17.513 49
7 Cons., Property & Real Estate 408.238 3.862 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1074.895 28.399 70
9 Finance 1064.617 9.032 91
10 Trade & Service 800.207 9.982 147
No Code Prev Close Change %
1 ISSP 73 98 25 34.25
2 SURE 970 1,210 240 24.74
3 MLPL 71 88 17 23.94
4 TRIO 188 228 40 21.28
5 KBLM 242 284 42 17.36
6 ABBA 99 116 17 17.17
7 DIGI 1,005 1,130 125 12.44
8 KARW 82 92 10 12.20
9 APEX 1,600 1,780 180 11.25
10 TPMA 258 286 28 10.85
No Code Prev Close Change %
1 IBFN 420 330 -90 -21.43
2 CITY 545 478 -67 -12.29
3 INCF 143 127 -16 -11.19
4 MKPI 24,000 22,000 -2,000 -8.33
5 AKPI 970 890 -80 -8.25
6 BCAP 157 145 -12 -7.64
7 SMCB 1,750 1,625 -125 -7.14
8 TMPO 140 130 -10 -7.14
9 MPOW 134 125 -9 -6.72
10 LMAS 78 73 -5 -6.41
No Code Prev Close Change %
1 CPRO 50 50 0 0.00
2 MNCN 730 775 45 6.16
3 ABBA 99 116 17 17.17
4 PGAS 2,200 2,310 110 5.00
5 TLKM 3,780 3,900 120 3.17
6 BHIT 79 80 1 1.27
7 DOID 755 805 50 6.62
8 ISSP 73 98 25 34.25
9 TRAM 199 200 1 0.50
10 TKIM 10,300 11,200 900 8.74