Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:28 WIB. Huawei - Huawei pastikan kelahiran ponsel 5G layar lipat Juni 2019.
  • 08:27 WIB. NASA - NASA abadikan Albert Einstein jadi nama rasi bintang.
  • 08:24 WIB. WeChat Pay - WeChat Pay asal China rambah pasar Amerika.
  • 08:21 WIB. Tokopedia - Tokopedia bakal ganti TokoCash dengan Ovo.
  • 08:20 WIB. Facebook - Investor Facebook mau tendang Zuckerberg dari posisi chairman.
  • 08:05 WIB. Kashoggi - Pemerintah Arab Saudi mengonfirmasi Jamal Kashoggi meninggal dunia di Konsulat Arab di Turki.
  • 08:01 WIB. Hino - Hino Motors Sales Indonesia menggelar Safety Riding Competition di Surabaya.
  • 06:37 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 0 Nimes
  • 06:35 WIB. Bundesliga Jerman - Eintracht Frankfrut 7 vs 1 Fortuna Duesseldorf
  • 06:33 WIB. La Liga Spanyol - Celta Vigo 0 vs 1 Deportivo Alaves

Museum Bio Farma Bidik 10 Besar Destinasi Wisata Jabar

Foto Berita Museum Bio Farma Bidik 10 Besar Destinasi Wisata Jabar
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Selain memproduksi vaksin, PT Bio Farma (Persero) kini mengembangkan wisata sehat. Adanya museum tersebut, produsen vaksin ini membidik 10 besar destinasi wisata kesehatan di Jawa Barat

Direktur SDM dan Umum  Bio Farma, Disril Revolin Putra, mengatakan untuk pertama kalinya menggelar acara open house museum di Bio Farma. Acara ini di hadiri oleh beberapa komunitas yang berada di Bandung seperti, Indonesian Medical Literacy (Imel), Asosiasi Museum Daerah Jawa Barat (Amida Jabar), Perhumas Indonesia, Komunitas Aleut, serta tamu undangan lainnya. 

"Kami mengundang dari berbagai komunitas, khususnya yang memiliki minat terhadap pengembangan museum," katanya kepada wartawan di Bandung, Sabtu (21/7/2018).

Disril menilai pentingnya kesehatan bagi kesejahteraan bangsa. Oleh karena itu, kehadiran museum ini diharapkan dapat memperoleh partisipasi dari semua stakeholder, bagaimana membangun komunikasi, pemahaman, serta pengetahuan, agar semua pihak meyakini bahwa kesehatan dapat diaplikasikan, salah satunya melaui program imunisasi dan vaksinasi.

"Kami ingin mendapatkan feedback masukan dari para komunitas, kira-kira apa, sih, untuk pengembangan konten di museum ini,"ungkapnya.

Ada beberapa rute yang harus dilalui pengunjung museum Bio Farma, pertama memasuki lobi museum, kemudian masuk ke hall of fame, yang berisi para pimpinan yang telah mengabdi di Biofarma. Selanjutnya, pengunjung akan masuk ke dark age (masa kegelapan). Di tempat ini, pengunjung akan tahu bagaimana sebelum vaksin ditemukan.

Kemudian, pengunjung museum akan masuk ke arena proses produksi vaksin sehingga mereka mengetahui  bagaimana proses pembuatan vaksin. Juga ada diorama, bagaimana proses membuat vaksin, dimana ada beberapa tahapan yang sudah didokumentasikan. Pengunjung pun bisa melihat area kontribusi CSR Bio Farma bagi masyarakat. Sedangkan di akhir kunjungan, ada promosi produk vaksin, artinya setiap pengunjung akan mendapatkan kesempatan untuk divaksin.

"Bagian terakhir ada pusat vaksin, jadi pengunjung yang sudah berkunjung ingin disuntik vaksin influenza ada disitu," katanya.

Head Of Corporate Communication Bio Farma, Nurlaela Arief, mengatakan rencananya, Agustus 2018 Bio Farma akan melakukan renovasi kecil dan pemutakhiran data, termasuk beberapa informasi yang disajikan secara digital. Selama ini, museum yang menyediakan 470 alat peraga tersebut semakin dinamis, terlebih dengan didukung teknologi virtual reality (VR) sehingga pengunjung bisa melihat area Bio Farma seluas 9 hektar.

"Diharapkan layanan terhadap pengunjung museum juga lebih baik, sehingga mampu menarik generasi milenial untuk datang ke museum ini karena suasananya lebih fun," imbuhnya .

Sampai saat ini, Museum Bio Farma baru menerima kunjungan dari beberapa sekolah atau lembaga pendidikan maupun korporasi. Ia berharap ke depannya museum ini bisa terbuka untuk umum. Untuk itu, Bio Farma sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar menjadi 10 Besar target destinasi wisata Jawa Barat, khususnya health tourism.

"Sekarang dalam seminggu pengunjungnya hanya 120 orang saja," imbuhnya.

Pihaknya berencana akan membuka museum ini untuk umum, tentunya dengan konsep digital serta tak melepaskan unsur edukasinya.

"Untuk perihal waktunya nanti kami akan menginformasikan kembali secepatnya," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari menjelaskan gedung Bio Farma merupakan destinasi wisata yang termasuk ke dalam lima klasifikasi wisata di antaranya; cagar budaya yang berklasifikasi A, wisata exhibition, dan health tourism, wisata edukasi, dan tentunya wisata museum. 

"Museum Bio Farma menambah daftar destinasi wisata yang dapat di kunjungi oleh wisatawan, baik dari domestik maupun mancanegara," pungkasnya.

Tag: PT Bio Farma (Persero)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46