Portal Berita Ekonomi Minggu, 16 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:43 WIB. Properti - Pakar JPI: Harga hunian di Jakarta sangat tidak terjangkau. 
  • 11:19 WIB. Uang Negara - Kejari Batang selamatkan uang negara sebesar Rp1,4 miliar.
  • 11:19 WIB. Bank Indonesia - Gedung BI terima penghargaan IAI sebagai bangunan publik terbaik di Jakarta.
  • 11:18 WIB. Mochtar Riady - Mochtar Riady sebut moral sebagai persiapan paling penting dalam "seni perang". 
  • 10:08 WIB. BTS - Anggota BTS sebut grupnya sempat akan bubar.
  • 10:08 WIB. Mitsubishi - Disinggung soal munculnya Avanza terbaru, Mitsubishi sebut itu tak jadi pesaing berat Xpander. 
  • 10:07 WIB. Shopee - PSI nilai teguran KPI soal iklan Shopee mengada-ada. 

Anggota DPR Asal Maluku Bantah Tudingan Fahri Hamzah

Foto Berita Anggota DPR Asal Maluku Bantah Tudingan Fahri Hamzah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Anggota DPR-RI Asal daerah pemilihan (dapil) Maluku, Mercy Chriesty Barends, menyayangkan pernyataan Wakil Ketua DPR-RI, Fahry Hamzah, bahwa kinerja anggota lembaga legislatif asal provinsi tersebut tidak efektif memperjuangkan RUU Provinsi Kepulauan dan status Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).

Menurut Mercy, sebagai anggota DPR RI yang selama ini bergelut dengan sangat luar biasa terhadap berbagai persoalan Maluku termasuk RUU Provinsi Kepulauan dan maluku LIN, dirinya secara pribadi sunguh sangat menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan Wakil Ketua DPR-RI, Fahry Hamzah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Fahry Hamzah pada diskusi Kebangsaan bertema Mendorong Kontribusi Daerah dan Wujudkan Indonesia Bersatu dalam Kebhinekaan yang digelar di Ambon 18 Juli 2018.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menjawab keluh kesah Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, dan Ketua Komisi A DPRD Maluku, Melkias Frans, tentang minimnya perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat di Maluku.

Macetnya pembahasan RUU Provinsi Kepulauan dan status Maluku sebagai LIN, kata Fahri, disebabkan kemacetan di pemerintah pusat, tetapi juga akibat tidak efektifnya keberadaan wakil rakyat asal provinsi ini.

"Saya sendiri baru dengar masalah-masalah Maluku itu di ruangan ini dari bapak Wagub dan Melkias Frans, di DPR RI saya tidak pernah mendengarnya," kata Fahri seraya berjanji akan memfasilitasi pejabat pemerintah dan DPRD Maluku untuk bertemu di Jakarta dan secara bersama mengingatkan pemerintah pusat.

Menurut Mercy, pernyataan Wakil Ketua DPR-RI tersebut tanpa disadari telah menelanjangi dirinya sendiri karena dengan nyata mengakui ketidaktahuannya soal kedua isu tersebut, khususnya untuk RUU Provinsi Kepulauan karena Fahry Hamzah sendiri berasal dari dapil NTB yang juga merupakan salah satu dari delapan provinsi kepulauan, bahkan telah menjabat sebagai anggota DPR RI tiga periode.

Mercy Barends yang juga angota Komisi VII DPR-RI berkesimpulan Fahry Hamzah tidak punya atensi apalagi memberi perhatian mendalam dan serius terhadap lolosnya RUU Provinsi Kepulauan yang sekarang berubah judulnya menjadi RUU Daerah Kepulauan.

"Dalam ingatan saya, sejak era Almarhum Alex Litaay yang saat itu menjabat sebagai Ketua Pansus RUU Provinsi Kepulauan DPR-RI, perjuangan meloloskan RUU ini sangat alot dan karena tidak berhasil lolos, maka tanggung jawab kami sebagai anggota DPR dan DPD RI di periode saat ini untuk memperjuangkannya," tandas Mercy dalam siaran pers, Sabtu (21/7/2018).

Tanpa dasar dan pengetahuan sedikitpun soal perjuangan untuk meloloskan RUU Daerah Kepulauan ini, Fahry hamzah dengan berani mengeluarkan pernyataan kilat tentang kinerja anggota DPR RI asal Maluku tidak efektif.

"Kalau itu sebagai kritik konstruktif kami tidak alergi menerimanya demi perbaikan kinerja, tapi sayangnya kritik disampaikan tanpa dasar dan fakta yang benar," ujarnya.

Tag: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fahri Hamzah

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00