Portal Berita Ekonomi Minggu, 16 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:20 WIB. Samsung - Samsung Galaxy S10 bakal punya lubang kecil di layar.
  • 22:18 WIB. Steve Jobs - Kartu nama Steve Jobs laku Rp91 juta.
  • 22:17 WIB. Twitter - Twitter hapus ratusan ribu akun terorisme.
  • 22:15 WIB. Airpods - Google dan Amazon diprediksi bakal luncurkan pesaing Airpods.
  • 22:14 WIB. XL - Trafik layanan data XL Axiata naik 58%.
  • 16:34 WIB. BM - Distributor ponsel lokal keluhkan rugi akibat ponsel BM.
  • 16:33 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo ungkap aduan pornografi tembus 868 ribu.
  • 16:32 WIB. Youtube - Youtube Rewind 2018 jadi video dengan dislike terbanyak.
  • 16:31 WIB. Mobile Legends - Mobile Legends siap rilis hero baru Kadita yang mirip Nyi Roro Kidul.
  • 16:30 WIB. Grab - Grab punya 220 engineer di pusat riset Jakarta.
  • 16:29 WIB. WhasApp - Pengguna WhatsApp Indonesia bisa nonton Youtube sambing chatting.
  • 16:22 WIB. California - Warga California akan kena pajak SMS.
  • 16:21 WIB. SoftBank - SoftBank tak lagi pakai Huawei.
  • 16:21 WIB. Apple - Fitur Connect Apple Music dimatikan.
  • 16:20 WIB. Apple - Apple digugat soal layar iPhone baru.

Menlu AS Sebut Pemimpin Iran Sebagai Mafia

Foto Berita Menlu AS Sebut Pemimpin Iran Sebagai Mafia
Warta Ekonomi.co.id, California -

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meluncurkan serangan retoris terhadap para pemimpin Iran pada hari Minggu (22/7/2018), membandingkan mereka dengan "mafia" dan menjanjikan dukungan yang tidak ditentukan bagi warga Iran yang tidak senang dengan pemerintah mereka.

Pompeo, dalam pidatonya di California untuk sebagian besar warga Iran-Amerika, memecat Presiden Iran Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Javad Zarif, yang merundingkan kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat dan lima negara lainnya, sebagai "orang-orang depan hanya dipoles untuk ayatollah" internasional con artistry. "

Presiden AS Donald Trump mengundurkan diri pada Mei dari perjanjian nuklir 2015 yang dirancang untuk menghentikan Iran mengembangkan senjata nuklir. Teheran mengatakan kerja nuklirnya hanya untuk pembangkit listrik dan proyek damai lainnya.

Iran "dijalankan oleh sesuatu yang menyerupai mafia lebih dari pemerintah," ujar Pompeo, mengutip apa yang disebutnya kekayaan dan korupsi para pemimpin Iran, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (23/7/2018).

Pidato Pompeo adalah langkah terbaru dalam serangan komunikasi yang diluncurkan oleh pemerintahan Trump yang dimaksudkan untuk memicu kerusuhan di Iran dan membantu menekan pemerintahnya untuk mengakhiri program nuklirnya dan dukungan kelompok militan, pejabat AS yang akrab dengan masalah tersebut.

Serangan itu dimaksudkan untuk bekerja bersama dengan sanksi ekonomi berat yang direncanakan Washington untuk diterapkan kembali dalam beberapa bulan mendatang, termasuk pada ekspor minyak Iran, sebagai pembangkit pendapatan utamanya.

Amerika Serikat akan bekerja dengan negara-negara yang mengimpor minyak Iran untuk menghentikan upata impor pada 4 November, tutur Pompeo.

"Meskipun pada akhirnya tergantung pada rakyat Iran untuk menentukan arah negara mereka, Amerika Serikat akan mendukung suara orang-orang Iran yang lama diabaikan," pungkas Pompeo.

Tag: Iran, Mike Pompeo

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Thomas Coex

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00

Recommended Reading