Portal Berita Ekonomi Senin, 24 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:30 WIB. Olahraga - Emil: Tindakan biadab oknum Bobotoh nodai kemenangan Persib.
  • 17:30 WIB. Hukum - Anggota DPRD minta kasus pengeroyokan pendukung Persija diusut tuntas.
  • 17:30 WIB. Transportasi - Bandara Ngurah Rai siap 100% sambut Pertemuan IMF-WB.
  • 17:29 WIB. Hukum - Anggota DPRD minta kasus pengeroyokan pendukung Persija diusut tuntas.
  • 17:29 WIB. Hukum - Polisi imbau suporter Persib dan Persija menahan diri.
  • 17:28 WIB. Politik - Dewan Pembina Golkar minta pengurus DPP rapatkan barisan.
  • 16:49 WIB. KPU - SBY belum tandatangani deklarasi kampanye damai.
  • 17:28 WIB. Politk - Yenny Wahid umumkan dukungan politiknya pada Rabu.
  • 17:28 WIB. KPU - Format debat bakal disepakati oleh Jokowi dan Prabowo.
  • 17:28 WIB. Politik - Bawaslu temukan dugaan pelanggaran deklarasi kampanye damai.
  • 17:27 WIB. KPU - Belum ada format debat capres-cawapres di Pemilu 2019.
  • 17:27 WIB. Info PNS - Kemenperin buka 400 formasi CPNS tahun Ini.
  • 17:27 WIB. Kesehatan - BPJS hanya tanggung 1 jenis obat hipertensi paru.
  • 17:26 WIB. Nasional - BNPB: Rehabilitasi rekonstruksi di NTB segera dilakukan.
  • 17:03 WIB. BNI Life - BNI Life masih menikmati bisnis dari pasar captive.

Seloroh Bob Hasan: Jadi Menteri, Tjahjo Kumolo Masih Kere

Foto Berita Seloroh Bob Hasan: Jadi Menteri, Tjahjo Kumolo Masih Kere
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Mantan menteri di era Presiden Soeharto yang juga seorang pengusaha, Bob Hasan, bercerita bahwa ia sudah kenal dengan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Ia kenal mantan Sekjen PDIP itu saat masih aktif di KNPI. Seperti diketahui, Tjahjo pernah jadi ketua umum di organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia tersebut.

Hal yang paling Bob Hasan ingat ialah sosok Tjahjo yang tak neko-neko ketika Tjahjo masih menjadi Ketua KNPI. Sepengetahuannya, saat memimpin KNPI, Tjahjo bukan orang yang cari uang dari organisasi. Justru, dana yang didapat sepenuhnya untuk kepentingan organisasi. Karena itu, tidak heran jika sampai sekarang, hidup Tjahjo sederhana. Bahkan ia berseloroh, meski sudah menteri, Tjahjo tetap "kere".

"Yang saya paling ingat itu saat beliau menjadi Ketua KNPI. Ketua KNPI yang lain tidak ada pertanggungjawaban soal uangnya, kalau yang ini ada pertanggunganjawaban. Jadi uangnya bukan buat dia sendiri, tapi buat anggota KNPI. Makanya, sampai sekarang masih 'kere' juga," kata Bob Hasan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Mendengar itu, Tjahjo hanya mesem-mesem saja. Bob Hasan melanjutkan kata sambutannya ketika acara penyerahan kado istimewa untuk Lalu Muhammad Zohri di Gelora Bung Karno (GBK), di Jakarta, Kamis (19/7/2018). Kata dia, dirinya merasa terharu dengan penghargaan yang diberikan Tjahjo pada Zohri dan juga pada dirinya. Ia mengapresiasi. 

Kado istimewa yang akan diberikan pada Zohri secara simbolis tak lain adalah rumah di kompleks perumahan Taman Bangsa Residence yang ada di Lombok Utara NTB. Rumah tersebut menurut Tjahjo diberikan pada Zohri sebagai tanda terima kasih pada sprinter muda Indonesia. Selain hendak menyerahkan kado istimewa untuk Zohri, Tjahjo juga menyerahkan penghargaan untuk Bob Hasan yang juga mantan Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

"Jadi saya belum pernah dikasih apa-apa sama Pak Tjahjo ini. Sekarang yang dikasih atlet saya. Nah, artinya pemerintah itu tahu bahwasanya kita ini banyak sekali atlet-alet dari daerah dan juga dari papan bawah yang punya potensi," kata Bob Hasan.

Selain Zohri, atlet lari yang punya prestasi kata Bob Hasan adalah Mardi Lestari. Mardi juga atlet dari daerah. Bibit yang lahir dari kalangan orang biasa sama seperti Zohri. Dan masih banyak atlet lain dari daerah yang punya potensi. Ia juga mengapresiasi perhatian Presiden Jokowi pada dunia olahraga. 

"Karena itu saya senang sekali pemerintah itu selalu membantu kita, Pemdanya juga. Nah sekarang ada perintah lagi dari Pak Jokowi untuk mencari bakat di daerah, ita sudah lama melakukan itu. Kita kan ada tim atletik, di daerah itu banyak sekali seperti Zohri. Lalu. Tapi begitu meningkat ke SMP itu larinya ke sepak bola, jadi belum bisa lari langsung main bola bagaimana mau menang PSSI. Inilah yang salah sebetulnya. Jadi harus belajar lari dulu baru olahraga permainan. Ini baru bisa kita maju," tuturnya.

Namun yang pasti, ia sangat berterima kasih pada Tjahjo Kumolo yang telah memberi perhatian. Baginya, perhatian dari seorang menteri sangat penting. Ini bisa memacu dan memotivasi, tidak hanya pengurus tapi juga para atletnya. 

" Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Tjahjo Kumolo selalu memikirkan orang-orang daerah yang bergiat di atletik, dari papan bawah" ujarnya.

Tag: Tjahjo Kumolo, Bob Hasan

Penulis/Editor: Ratih Rahayu

Foto: Antara/R Rekotomo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,983.31 3,943.74
British Pound GBP 1.00 19,541.71 19,346.63
China Yuan CNY 1.00 2,185.44 2,163.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,939.00 14,791.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,865.13 10,756.02
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,913.10 1,894.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,936.31 10,826.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,538.39 17,361.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.57 3,575.30
Yen Jepang JPY 100.00 13,268.50 13,135.88

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.220 -75.524 602
2 Agriculture 1567.510 -18.297 20
3 Mining 1923.474 -30.574 46
4 Basic Industry and Chemicals 812.308 -9.658 71
5 Miscellanous Industry 1220.729 -18.367 45
6 Consumer Goods 2451.723 -39.686 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.474 -0.498 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1011.546 -15.717 69
9 Finance 1063.252 -12.488 91
10 Trade & Service 821.082 -8.768 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 660 825 165 25.00
2 INAF 3,220 4,020 800 24.84
3 NIKL 2,270 2,830 560 24.67
4 PANI 382 476 94 24.61
5 GOLD 498 570 72 14.46
6 TOPS 730 820 90 12.33
7 SKBM 452 498 46 10.18
8 BIKA 175 189 14 8.00
9 LPIN 1,125 1,205 80 7.11
10 LMSH 645 690 45 6.98
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 254 210 -44 -17.32
2 CANI 210 181 -29 -13.81
3 BKSW 200 173 -27 -13.50
4 BKDP 84 73 -11 -13.10
5 TFCO 840 730 -110 -13.10
6 KPAL 570 496 -74 -12.98
7 AIMS 200 176 -24 -12.00
8 LAND 1,440 1,270 -170 -11.81
9 SAME 560 505 -55 -9.82
10 MYTX 133 120 -13 -9.77
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 254 210 -44 -17.32
2 BMTR 412 420 8 1.94
3 BHIT 87 90 3 3.45
4 KPIG 680 690 10 1.47
5 LAND 1,440 1,270 -170 -11.81
6 BBRI 3,120 3,010 -110 -3.53
7 IMAS 1,970 2,070 100 5.08
8 BCAP 300 300 0 0.00
9 ANTM 820 800 -20 -2.44
10 UNTR 33,300 32,450 -850 -2.55

Recommended Reading

Senin, 24/09/2018 17:10 WIB

Mantan Bos Pertamina Malam Ini Tidur di Sel

Senin, 24/09/2018 16:33 WIB

Buwas: Jangan Bilang Data Beras Saya Salah

Senin, 24/09/2018 16:15 WIB

Lengkap, 12 Langkah untuk Memulai Bisnis

Senin, 24/09/2018 13:13 WIB

Friksi Perdagangan AS-China Memanas

Senin, 24/09/2018 11:56 WIB

5 Keuntungan Jadi Anak Seorang Pengusaha

Senin, 24/09/2018 10:40 WIB

Transaksi E-Commerce Ditarget US$130 Miliar

Minggu, 23/09/2018 20:30 WIB

Investasi Singapura di Indonesia Naik 38%