Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Harga Minyak Naik Karena Kekhawatiran Kelebihan Pasokan Mereda

Foto Berita Harga Minyak Naik Karena Kekhawatiran Kelebihan Pasokan Mereda
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak naik pada akhir perdagangan, Rabu (25/7/2018) pagi WIB, karena kekhawatiran tentang kelebihan pasokan mereda dan pasar mengalihkan fokus ke kemungkinan meningkatnya permintaan China.

Dilansir Reuters, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman September, bertambah 0,38 dolar AS menjadi menetap di 73,44 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, setelah mencapai tertinggi di 74 dolar AS.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 0,63 dolar AS menjadi ditutup di 68,52 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange., AS ditutup naik 63 sen, atau hampir 1 persen, untuk menetap di $ 68,52. WTI sempat mencapai tertinggi sesi di 69,05 dolar AS.

Laporan bahwa China akan meningkatkan belanja infrastruktur membantu mengurangi kekhawatiran bahwa ketegangan perdagangan AS-China akan mengurangi permintaan minyak negara tersebut, kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group di Chicago.

"Itu akan sangat bullish untuk permintaan minyak," kata Flynn.

"Belanja infrastruktur dari China di masa lalu benar-benar mendongkrak permintaan minyak, dan saya pikir itu menambahkan beberapa dukungan luar untuk harga."

Setelah mengalami penurunan 8,00% dari tertinggi multi-tahun, pembeli kembali ke pasar, kata Gene McGillian, wakil presiden riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

Gambaran pasokan dan permintaan akan tetap menguntungkan kecuali ada peningkatan produksi yang signifikan dari Rusia dan Arab Saudi, kata McGillian, karena pertumbuhan global yang kuat telah menyebabkan penurunan tajam dalam persediaan minyak mentah.

Stok minyak mentah AS turun pekan lalu sebesar 3,2 juta barel, menurut American Petroleum Institute (API). Penarikan yang lebih besar dari perkiraan menyebabkan kontrak berjangka naik dalam perdagangan pasca-penyelesaian, dengan minyak mentah AS di 68,73 dolar AS per barel.

Persediaan diperkirakan ditarik 2,3 juta barel per barel pekan lalu, menurut jajak pendapat Reuters. Stok di Cushing diperkirakan jatuh untuk pekan ke-10 berturut-turut, kata para pedagang.

Komitmen dari Rusia dan Arab Saudi untuk meningkatkan produksi, bersamaan dengan berkurangnya gangguan pasokan di Libya dan penurunan permintaan pengilang global terus membebani harga, kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates.

Sentimen telah didorong oleh kekhawatiran bahwa pasokan dapat terganggu oleh konfrontasi di Timur Tengah atau bahwa sengketa perdagangan Washington dengan mitra dagang utamanya dapat mengurangi pertumbuhan global.

Iran, produsen terbesar ketiga OPEC, yang menghasilkan 3,75 juta barel per hari, telah mengalami peningkatan tekanan dari AS, dengan pemerintahan Presiden Donald Trump mendorong negara-negara untuk memotong semua impor minyak dari Iran dimulai pada November.

Arab Saudi dan produsen besar lainnya meningkatkan produksi untuk mengimbangi kemungkinan pengurangan tersebut karena tenggat waktu November kian mendekat.

Sementara itu, persediaan minyak mentah AS di pusat pengiriman minyak mentah AS di Cushing, Oklahoma naik dalam empat hari hingga Jumat (20/7), menurut pemasok data Genscape, kata para pedagang.

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Essam Al-Sudani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35