Tingkatkan Akses Pengobatan dan Keamanan, Singapura Manfaatkan Drone

Tingkatkan Akses Pengobatan dan Keamanan, Singapura Manfaatkan Drone Kredit Foto: Reuters/Edgar Su

Drone dapat digunakan di seluruh Singapura yang berteknologi tinggi untuk memberikan pasokan medis kepada pasien selama keadaan darurat atau untuk menanggapi pelanggaran keamanan di bawah sistem baru dalam pembangunan, sebuah konsorsium swasta mengatakan Selasa (24/7/2018).

Future Flight Consortium, kelompok beranggotakan 13 orang, mengatakan telah dipilih oleh otoritas penerbangan sipil dan kementerian transportasi negara itu untuk mengembangkan program drone.

Penggunaannya dapat mencakup pengangkutan sampel darah, pengiriman pasokan medis darurat dan menanggapi insiden keamanan di seluruh negara kota, katanya dalam sebuah pernyataan. Singapura, negara dengan populasi 5,6 juta orang, yang serba modern, tertata dengan baik, dan memiliki regulasi yang ketat, faktor-faktor tersebut dirasakan mampu untuk meningkatkan peluang skema drone.

Drone akan dioperasikan secara jarak jauh oleh pilot di pusat operasi dan dapat melakukan perjalanan jarak yang relatif jauh melintasi kota. Konsorsium tersebut juga mengatakan akan menghasilkan jalur penerbangan untuk drone, dan akan mengembangkan jaringan komunikasi pribadi serta lokasi lepas landas dan pendaratan.

"Tujuan kami adalah untuk memungkinkan setiap perusahaan yang perlu menerbangkan drone (di luar pandangan visual para pilot) di Singapura untuk dengan mudah melakukannya dengan cara yang aman dan efektif," tutur direktur proyek Future Flight Ong Jiin Joo, sebagaimana dikutip dari Channel NewsAsia, Rabu (25/7/2018).

Konsorsium tersebut memberikan waktu dua tahun untuk pengembangan sistem dan berjanji untuk melakukan tes keamanan yang ketat.

Pasukan Pertahanan Sipil Singapura, yang mengelola layanan darurat negara, dan sesama anggota konsorsium Garuda Robotics mengatakan mereka dalam pembicaraan untuk menggunakan drone dalam operasi pasukan, khususnya untuk memberikan persediaan darurat.

Seorang operator rumah sakit di konsorsium mengatakan berencana menggunakan drone untuk mengangkut sampel darah dan spesimen antara rumah sakit dan laboratorium pusat, sementara sebuah perusahaan keamanan mengatakan akan menggunakan perangkat untuk menanggapi insiden keamanan dan alarm kebakaran.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini