Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:17 WIB. Indosat - BAKTI dan Indosat menandatangani MoU mengenai pemanfaatan Layanan Palapa Ring.
  • 12:16 WIB. Haji - Kemenag akan bahas tambahan kuota jamaah haji pekan depan.
  • 11:55 WIB. AP I - AP I menyediakan 2.520 kuota untuk kursi gratis mudik lebaran.
  • 11:27 WIB. Telkomsel - Trafik layanan data Telkomsel naik 16,3% saat Pemilu 2019.

Bidik Pasar UMKM, Schneider Luncurkan Produk Easy UPS

Bidik Pasar UMKM, Schneider Luncurkan Produk Easy UPS - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi, automasi, serta proteksi Iistrik hari ini, Rabu (25/7/2018), memperkenalkan inovasi terbarunya dari APC by Schneider Electric, yaitu Easy UPS 1 Ph On-Line and UPS 3 series yang diperuntukan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Lini produk ini merupakan kategori baru UPS yang didesain untuk memenuhi kebutuhan proteksi listrik sekalipun kondisi listrik tidak stabil. 

Mengingat ekonomi digital yang sangat bergantung pada listrik yang andal dan stabil, konektivitas dan akses data dinilai sangat penting dalam menunjang operasional bisnis. Insiden gangguan listrik seperti pemadaman dan tegangan listrik yang tidak stabil dapat memengaruhi jalannya bisnis, mulai dari layanan pelanggan hingga proses operasional yang penting. 

Schneider melihat masih banyak perusahaan kecil menengah yang belum siap menghadapi risiko bisnis yang disebabkan pemadaman listrik. Mereka pun tidak menyadari biaya dan dampak aktual yang terjadi pada operasional bisnis mereka. Padahal, dampak keuangan dari pemadaman listrik sebentar saja dapat menjadi bencana besar. Hasil studi dari ITIC’s 2017 Reliability and Hourly Cost of Downtime Trends Survey untuk UMKM dengan 150 staf, satu jam terjadi pemadaman listrik sama dengan kehilangan pendapatan dan produktivitas senilai US$100 ribu.

"Pemadaman listrik adalah salah satu penyebab utama downtime yang tidak terencana. Menurut Dell EMC Global Study, hampir 90% organisasi mengalami downtime dalam operasionalnya karena kegagalan daya. Untuk itu penting bagi UMKM untuk melakukan perencanaan proteksi listrik yang lebih baik untuk meminimalkan dampak gangguan listrik terhadap kinerja operasional dan keuangan usahanya," ungkap IT Division Vice President for Indonesia, Malaysia, and Brunei Schneider Electric IT, Astri R Dharmawan. 

Menurut Astri, semakin besar ketergantungan suatu usaha terhadap akses listrik maka semakin besar kebutuhan usaha tersebut untuk membuat rencana cadangan agar bisnis dapat tetap berjalan meskipun terjadi gangguan listrik.

Tag: PT Schneider Electric Indonesia

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6507.221 25.680 632
2 Agriculture 1488.400 -0.956 21
3 Mining 1783.288 -3.538 47
4 Basic Industry and Chemicals 848.126 -1.627 71
5 Miscellanous Industry 1355.756 16.130 46
6 Consumer Goods 2546.270 -36.045 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.429 6.710 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.446 9.331 73
9 Finance 1310.375 20.186 91
10 Trade & Service 811.400 -3.387 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 300 374 74 24.67
2 SAPX 555 690 135 24.32
3 APEX 645 790 145 22.48
4 CNTX 414 496 82 19.81
5 MIDI 1,020 1,200 180 17.65
6 INPP 675 790 115 17.04
7 BBLD 484 565 81 16.74
8 KICI 284 330 46 16.20
9 SSIA 570 660 90 15.79
10 GHON 1,325 1,525 200 15.09
No Code Prev Close Change %
1 INRU 720 600 -120 -16.67
2 TMPO 208 180 -28 -13.46
3 MLPT 1,340 1,200 -140 -10.45
4 KOIN 226 204 -22 -9.73
5 SIPD 800 725 -75 -9.38
6 TPMA 278 252 -26 -9.35
7 TRIO 177 161 -16 -9.04
8 JSKY 1,300 1,185 -115 -8.85
9 BDMN 9,425 8,600 -825 -8.75
10 ABMM 2,200 2,010 -190 -8.64
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,340 4,460 120 2.76
2 BBCA 27,475 28,125 650 2.37
3 CPRI 167 177 10 5.99
4 WSKT 2,110 2,160 50 2.37
5 BMRI 7,625 7,800 175 2.30
6 ABBA 178 163 -15 -8.43
7 BGTG 83 82 -1 -1.20
8 UNTR 26,425 26,075 -350 -1.32
9 WIKA 2,330 2,420 90 3.86
10 TLKM 3,870 3,860 -10 -0.26