Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:53 WIB. Apple - iPhone XR sudah kantongi restu Kemenkominfo.
  • 16:52 WIB. Twitter - Twitter bisa lacak akun penyebar kebencian.
  • 16:52 WIB. WhatsApp - WhatsApp perpanjang waktu hapus pesan.
  • 16:51 WIB. Huawei - Huawei Mate 20 Pro bisa isi baterai iPhone XS secara wireless.
  • 16:51 WIB. Twitter - Pengguna Twitter keluhkan spam notifikasi.
  • 16:50 WIB. Huawei - Huawei bikin standar kartu memori anyar bernama Nano Memory pengganti MicroSD.
  • 16:50 WIB. Microsoft - CEO Microsoft Satya Nadella diganjar kompensasi Rp391 miliar.
  • 09:21 WIB. Youtube - Youtube bakal beri sanki untuk konten video duplikat.

Schneider Bantu UMKM Minimalisasi Risiko Bisnis Akibat Gangguan Listrik

Foto Berita Schneider Bantu UMKM Minimalisasi Risiko Bisnis Akibat Gangguan Listrik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Schneider Electric berkomitmen untuk mendukung UMKM Indonesia terus berkontribusi bagi perekonomian negara melalui listrik yang andal. Dengan inovasi teknologi Uninterruptible Power Supply (UPS), Schneider Electric membantu meminimalisasi risiko bisnis akibat gangguan listrik. 

IT Division Vice President for Indonesia, Malaysia, and Brunei Schneider Electric IT, Astri R. Dharmawan, mengungkapkan bahwa seri Easy UPS dapat menjawab kebutuhan pasar akan solusi yang dapat menawarkan ketersediaan, keandalan, dan pengelolaan daya listrik dengan kualitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha, serta memberikan kenyamanan terbaik di kelasnya.

"Seri Easy UPS cocok digunakan bagi UMKM pusat data, fasilitas manufaktur, hingga pemilik rumahan. Pemanfaatan teknologi UPS juga membantu pelaku UMKM agar lebih kompetitif dan memiliki tingkat resistensi yang lebih tinggi dalam kegiatan bisnis mereka," papar Astri R. Dharmawan, pada peluncuran produk Easy UPS, Rabu (25/7/2018), di Jakarta. 

Schneider Electric memperluas portofolio UPS-nya untuk menawarkan UMKM produk alternatif yang berkualitas tinggi dengan biaya yang kompetitif untuk perlindungan daya listrik dan kondisi yang paling tidak stabil dan tidak dapat diprediksi, yaitu Easy UPS 3S dan Easy UPS 1 Ph On-Line. 

Easy UPS 38 merupakan kombinasi dari desain yang dioptimalkan dan fitur produk yang canggih, melindungi peralatan penting di banyak lingkungan dari kerusakan akibat pemadaman listrik dan tegangan listrik yang tidak stabll. Seri ini memberikan efisiensi hingga 96% dalam moda konversi ganda dan eflsiensi hingga 99%n dalam Mode Hemat Energi (ECO Mode), meningkatkan standar industri untuk 10-10-40kVA UPS ke level selanjutnya. 

Astri juga mengatakan, selain UMKM yang bergerak di bidang manufaktur dan ritel, sektor residential serta industri kafe dan resto juga merupakan sektor UMKM yang menjadi prioritas Schneider Electric untuk produk Easy UPS.

"Sektor ritel dan industri kafe dan resto merupakan sektor bisnis yang sangat rentan terhadap gangguan listrik karena kegiatan operasional sehari-hari yang langsung berinteraksi dengan end customer. Gangguan listrik yang tidak direncanakan tidak hanya berdampak terhadap finansial, namun juga keluhan pelanggan hingga potensi kerusakan pada merek dan reputasi," tutup Astri. 

Tag: PT Schneider Electric Indonesia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,066.22 4,025.16
British Pound GBP 1.00 20,110.87 19,901.42
China Yuan CNY 1.00 2,207.43 2,185.43
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,254.00 15,102.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,883.73 10,773.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,946.31 1,926.89
Dolar Singapura SGD 1.00 11,097.05 10,982.47
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,644.30 17,466.97
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.78 3,634.66
Yen Jepang JPY 100.00 13,573.59 13,434.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5868.620 67.803 610
2 Agriculture 1522.460 22.946 20
3 Mining 1933.517 25.132 47
4 Basic Industry and Chemicals 746.459 12.246 70
5 Miscellanous Industry 1214.073 6.640 45
6 Consumer Goods 2489.664 17.513 49
7 Cons., Property & Real Estate 408.238 3.862 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1074.895 28.399 70
9 Finance 1064.617 9.032 91
10 Trade & Service 800.207 9.982 147
No Code Prev Close Change %
1 ISSP 73 98 25 34.25
2 SURE 970 1,210 240 24.74
3 MLPL 71 88 17 23.94
4 TRIO 188 228 40 21.28
5 KBLM 242 284 42 17.36
6 ABBA 99 116 17 17.17
7 DIGI 1,005 1,130 125 12.44
8 KARW 82 92 10 12.20
9 APEX 1,600 1,780 180 11.25
10 TPMA 258 286 28 10.85
No Code Prev Close Change %
1 IBFN 420 330 -90 -21.43
2 CITY 545 478 -67 -12.29
3 INCF 143 127 -16 -11.19
4 MKPI 24,000 22,000 -2,000 -8.33
5 AKPI 970 890 -80 -8.25
6 BCAP 157 145 -12 -7.64
7 SMCB 1,750 1,625 -125 -7.14
8 TMPO 140 130 -10 -7.14
9 MPOW 134 125 -9 -6.72
10 LMAS 78 73 -5 -6.41
No Code Prev Close Change %
1 CPRO 50 50 0 0.00
2 MNCN 730 775 45 6.16
3 ABBA 99 116 17 17.17
4 PGAS 2,200 2,310 110 5.00
5 TLKM 3,780 3,900 120 3.17
6 BHIT 79 80 1 1.27
7 DOID 755 805 50 6.62
8 ISSP 73 98 25 34.25
9 TRAM 199 200 1 0.50
10 TKIM 10,300 11,200 900 8.74