Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:15 WIB. Pertamina - Pertamina menyalurkan bantuan senilai Rp481 juta kepada tiga panti asuhan di Jayapura.
  • 14:14 WIB. AP II - AP II menyiapkan program "customer happiness" dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2019.
  • 10:54 WIB. Pertamina - menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, Pertamina menyiapkan SPBU 24 jam.

Kelola Inflasi, Jokowi Tekankan Ketersediaan Pasokan

Foto Berita Kelola Inflasi, Jokowi Tekankan Ketersediaan Pasokan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan, Pemerintah akan terus berupaya mendukung pengelolaan stabilitas makroekonomi, khususnya melalui pengendalian inflasi dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur terus didorong Pemerintah, tidak hanya di Jawa, tapi juga di seluruh wilayah nusantara. 

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka dan memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi di Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Rakornas Pengendalian Inflasi diselenggarakan bersama Bank Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan dengan tema Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Mewujudkan Stabilitas Harga dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif Serta Berkualitas.

Tema tersebut selaras dengan prioritas Pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur nasional yang akan memperkuat efektivitas pengendalian inflasi. Turut hadir dalam Rakornas para menteri, pimpinan lembaga terkait, Panglima TNI, Kapolri, serta 532 TPID dari 34 provinsi dan 498 kabupaten/kota.

Terkait pengelolaan inflasi, Jokowi menilai perlunya upaya pengendalian inflasi melalui upaya mewujudkan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi.

"Saya melihat hasil (inflasi) ini sudah baik. Tapi target kita semakin tahun semakin rendah, semakin rendah, semakin rendah. Tolong betul kepala daerah, gubernur, bupati, wali kota yang berkaitan dengan pasokan, pangan. Dilihat betul. Problemnya di mana? Pasokan, distribusi, atau infrastruktur yang jelek, semua harus tahu," paparnya.

Dalam kaitan ini, Presiden RI menggarisbawahi pentingnya upaya mendorong perdagangan antardaerah, sehingga daerah yang mengalami surplus barang dapat memberikan pasokan ke daerah lain yang mengalami defisit. 

"Pasokan kalau kurang, misalnya beras, tahu berasnya kurang, cek provinsi mana yang surplus. Misalnya Jawa Timur, panggil Gubernur Jawa Timur, Pakde Karwo, untuk kirim misalnya ke provinsi yang kekurangan. Yang surplus di Sulawesi Selatan, telepon Gubernur Sulawesi Selatan. Kalau telepon kurang mantap, datangi! Paling terbang satu setengah jam kirim beras ke provinsi saya. Bupati, wali kota juga harus seperti ini kalau ingin rakyat menikmati harga yang terkendali. Jangan inflasi sudah tinggi nggak ngerti, duduk manis di kantor," jelas Jokowi.

Selain itu, untuk menjaga ketersediaan pasokan, Presiden RI menekankan pentingnya peran Kepolisian Republik Indonesia untuk turut menjaga berjalannya mekanisme pasar, antara lain dengan mencegah terjadinya penimbunan barang yang berlebihan.

"Saya titip juga pada Kapolri, terutama Kapolres-kapolres jangan represif. Tetap ikuti mekanisme pasar. Represif itu artinya kalau inflasi di sebuah daerah stabil tetapi orang menimbun barang, nggak ada masalah. Tapi kalau ada distributor atau agen menimbun barang, sehingga harganya melonjak. Lah ini yang harus dipermasalahkan. Karena stok itu perlu. Biarkan mekanisme pasar, tapi kalau ada yang merusak dengan cara menimbun, inflasi naik, harga naik yang harus dikejar," tukasnya.

Tag: Inflasi, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00