Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:58 WIB. Pelindo - Pelindo I, II, II dan IV akan menggelar Pelindo Charity Port Run 2018 di Pelabuhan Tanjung Perak pada Minggu (16/12).
  • 22:56 WIB. BRI - BRI menunjuk Morgan Stanley sebagai penasihat atau advisor dalam rencana penjualan saham minoritas di BRI Life.
  • 22:51 WIB. Pertamina - Pertamina meresmikan beroperasinya Depot Mini LPG Pressurized di Minahasa.
  • 20:07 WIB. ADRO - Adaro Power berencana mengembangkan PLTS berdaya 100 MW di Sumatra.
  • 20:05 WIB. ADRO - Pengerjaan proyek PLTU di Batang ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada 2020.
  • 20:00 WIB. Waskita - Waskita menerima pembayaran senilai Rp1,9 triliun dari proyek Ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.
  • 19:59 WIB. Pelindo II - Pelindo II bersinergi dengan Pelindo III dan IV mengoptimalkan pelayanan jasa kepelabuhan.
  • 19:08 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo pelajari penerapan eSIM di Indonesia.
  • 19:06 WIB. Apple - Teknologi eSIM milik iPhone tak bisa dipakai di Indonesia.
  • 19:04 WIB. Indosat - Jaringan 4G Plus Indosat Ooredoo di Sumut akan meliputi 586 spot baru.
  • 19:01 WIB. Apple - Apple Watch 4 resmi dijual di Indonesia seharga Rp8 juta.
  • 18:57 WIB. Apple - Apple buka blokir Tumblr yang mulai bersih-bersih konten porno.
  • 18:55 WIB. MediaTek - MediaTek rilis Helios P90.
  • 18:53 WIB. Huawei - Huawei P30 Pro bakal pakai layar OLED.

Zurich Principle Care Sasar Kaum Produktif di Indonesia

Foto Berita Zurich Principle Care Sasar Kaum Produktif di Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Grup perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia, PT Zurich Topas Life, secara resmi meluncurkan Zurich Principle Care di Kota Makassar, Sulsel, pada Kamis (26/7). Produk teranyar Zurich tersebut berupa asuransi penyakit kritis dengan manfaat lengkap yang diklaim mampu menjawab kebutuhan keluarga muda dan produktif di Indonesia. 

Chief of Agency and Premier Advisor Zurich Topas Life, Budi Darmawan, mengungkapkan kehadiran Zurich Principle Care merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi perlindungan yang mudah dan inovatif. Produk asuransi teranyar itu disebutnya berfokus memberikan nasabah solusi pada setiap fase kehidupannya. 

"Melalui inovasi Zurich Principle Care, Zurich ingin membantu kaum dan keluarga muda Indonesia agar lebih siap dalam menghadapi risiko penyakit kritis. Dengan mengambil alih risiko beban finansial dari penyakit kritis sejak dini, maka kaum muda dapat fokus untuk berkarya dan mengejar passion-nya," ucap Budi, Kamis (26/7/2018). 

Lebih jauh, Budi mengungkapkan seiring dengan perubahan tuntutan hidup pada era modern, kebutuhan proteksi pun berkembang. Yang patut disyukuri, kesadaran kaum muda Indonesia dalam merencanakan perlindungan untuk keluarga pun semakin tinggi. 

Zurich Principle Care sendiri menawarkan tiga kelebihan utama untuk menjawab kebutuhan kaum muda. Di antaranya yakni  inovasi karena mencakup berbagai jenis penyakit kritis, jaminan pengembalian premi 100% kepada nasabah tiap ulang tahun polis ke-10 jika tidak pernah klaim dan memberikan kemudahan dengan harga premi terjangkau mulai dari Rp11.000/ hari.

Perlindungan bagi kaum muda alias produktif sangat penting karena merekalah yang kelak menjadi penentu masa depan Indonesia. Data Badan Pusat Statistik Indonesia pada 2016 menunjukkan bahwa 50% lebih penduduk Indonesia adalah usia produktif. Kelompok usia yang mendominasi adalah usia 15-39 tahun dengan jumlah sekitar 84,75 juta atau 32% dari total penduduk Indonesia.

Namun, seiring dengan perkembangan kondisi lingkungan, gaya hidup modern dan pola makan, kaum usia produktif memiliki risiko terpapar penyakit kritis yang lebih tinggi. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 2015 sedikitnya lebih dari 48 ribu orang meninggal dunia setiap harinya karena penyakit kardiovaskular. Dalam laporan WHO juga disebutkan pada 2020, tiga perempat kematian di negara berkembang disebabkan oleh penyakit kritis.

Dokter berprestasi sekaligus aktris, Lula Kamal, yang turut hadir dalam acara peluncuran Zurich Principle Care menjelaskan di Indonesia terdapat tiga penyakit kritis tertinggi yang menyebabkan kematian. Di antaranya yakni penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes.

Saat ini penyakit kritis tidak terbatas pada mereka yang berusia tua. Generasi produktif di daerah urban dan sub-urban turut memiliki potensi lebih tinggi akan penyakit kritis karena stress level dan gaya hidup. Bahkan polusi di kota besar pun menjadi penyebab maraknya penyakit kritis. 

Lula Kamal menambahkan bahwa selain risiko kematian yang tinggi, penyakit kritis juga dikenal memiliki biaya medis yang tinggi. Contohnya biaya perawatan penyakit kanker, tiap bulannya bisa mencapai ratusan juta rupiah. 

Pemahaman pentingnya perlindungan asuransi kritis pun mulai meningkat. Hasil riset JakPat yang bekerjasama dengan Zurich menunjukkan bahwa 39,72% atau lebih dari sepertiga responden melihat bahwa perlindungan penyakit kritis menjadi salah satu manfaat yang paling diharapkan dari sebuah asuransi kesehatan. Apalagi dengan terus inflasi biaya medis yang terus meninggi.

Menurut Tower Watson Global Medical Trend Survey Report, biaya kesehatan di Indonesia meningkat sekitar 79% selama periode 2010-2014.

Kementerian Kesehatan di tahun 2016 pun mengklaim bahwa penyakit kritis telah menyerap anggaran tinggi sekitar Rp1,69 triliun atau 29,67% dari total anggaran nasional. Hal ini mencerminkan bagaimana beban finansial dari penyakit kritis dapat memengaruhi kesejahteraan finansial seseorang. 

"Melalui kehadiran Zurich Principle Care, selain membantu melindungi ekosistem finansial bagi kaum usia produktif, juga bertujuan untuk mendukung dan membantu pemerintah dalam mengupayakan perlindungan penyakit kritis bagi masyarakat, sehingga dapat fokus mencapai produktivitas maksimal,” tutup Budi.

Tag: PT Zurich Topas Life

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00