Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 04:59 WIB. EPL - Liverpool 4 vs 3 Crystal Palace
  • 04:57 WIB. EPL - AFC Bournemouth 2 vs 0 West Ham United
  • 04:51 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 4 vs 3 Leicester City

Minyak Terus Menguat Menyusul Penangguhan Pengiriman Lewat Laut Merah

Foto Berita Minyak Terus Menguat Menyusul Penangguhan Pengiriman Lewat Laut Merah
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak naik untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan, Jumat (27/7/2018) pagi WIB, setelah Arab Saudi menangguhkan pengiriman minyak melalui selat di Laut Merah menyusul serangan terhadap dua tanker minyak.

Patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman September bertambah 0,61 dolar AS atau 0,80 persen menjadi 74,54 dolar per barel di London ICE Futures Exchange. Brent sempat menyentuh 74,83 dolar AS per barel, tertinggi sejak 16 Juli, lapor Reuters.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 0,31 dolar AS atau 0,50 % menjadi menetap di 69,61 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak juga ditopang oleh meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Setelah bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker di Gedung Putih pada Rabu (25/7), Presiden AS Donald Trump setuju untuk menahan diri dari mengenakan tarif mobil, sementara Uni Eropa dan Amerika Serikat memulai pembicaraan tentang pemotongan hambatan perdagangan lainnya.

"Tentu saja itu positif untuk ekonomi dan komoditas," kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York. "Semacam ini menghidupkan kembali prospek ekonomi yang redup dari perang perdagangan yang dimulai."

Brent naik dalam perdagangan pasca-penutupan pada Rabu (25/7) setelah Arab Saudi mengatakan pihaknya "menghentikan sementara" pengiriman minyak melalui jalur pelayaran Laut Merah Bab al-Mandeb setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak besar oleh gerakan Houthi.

Setiap langkah untuk memblokir Bab al-Mandeb, yang berada di antara pantai Yaman dan Afrika di ujung selatan Laut Merah, akan menghentikan pengiriman minyak melalui Terusan Suez Mesir atau pipa minyak mentah SUMED yang menghubungkan Laut Merah dan Mediterania.

Diperkirakan 4,8 juta barel per hari minyak mentah dan produk olahan mengalir melalui selat Bab al-Mandeb pada 2016 menuju Eropa, Amerika Serikat dan Asia, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA).

Arab Saudi juga memiliki Petroline, juga dikenal sebagai East-West Pipeline, yang terutama mengangkut minyak mentah dari ladang-ladang di timur ke Yanbu untuk diekspor. Itu bisa mengimbangi kemacetan yang disebabkan oleh penutupan Bab al-Mandeb.

Olivier Jakob dari Petromatrix mengatakan dalam sebuah catatan masih harus dilihat apakah langkah Saudi itu berdampak pada biaya pengiriman.

"Bagian ini tidak sepenting Selat Hormuz ... tetapi terbatasnya aliran melalui selat tersebut akan berdampak tidak hanya untuk minyak mentah tetapi juga untuk produk-produk karena waktu pelayaran yang lebih lama," katanya.

Persediaan minyak mentah AS pekan lalu jatuh lebih besar dari yang diperkirakan ke level terendah sejak 2015, EIA mengatakan pada Rabu (25/7), ketika cadangan bensin dan distilat AS jatuh.

Para pedagang mengatakan pada Kamis (26/7) bahwa persediaan di pusat penyimpanan AS di Cushing, Oklahoma, terus menurun. Mereka diperkirakan akan turun 1,1 juta barel sampai Selasa (24/7), kata para pedagang, mengutip penyedia informasi energi Genscape.

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56