Portal Berita Ekonomi Minggu, 16 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:43 WIB. Properti - Pakar JPI: Harga hunian di Jakarta sangat tidak terjangkau. 
  • 11:19 WIB. Uang Negara - Kejari Batang selamatkan uang negara sebesar Rp1,4 miliar.
  • 11:19 WIB. Bank Indonesia - Gedung BI terima penghargaan IAI sebagai bangunan publik terbaik di Jakarta.
  • 11:18 WIB. Mochtar Riady - Mochtar Riady sebut moral sebagai persiapan paling penting dalam "seni perang". 
  • 10:08 WIB. BTS - Anggota BTS sebut grupnya sempat akan bubar.
  • 10:08 WIB. Mitsubishi - Disinggung soal munculnya Avanza terbaru, Mitsubishi sebut itu tak jadi pesaing berat Xpander. 
  • 10:07 WIB. Shopee - PSI nilai teguran KPI soal iklan Shopee mengada-ada. 

Abu Ampas Tebu Minimalkan Limbah Kromium Hingga 57%

Foto Berita Abu Ampas Tebu Minimalkan Limbah Kromium Hingga 57%
Warta Ekonomi.co.id, Malang -

Abu ampas tebu hasil penelitian mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Brawijaya (UB) Malang mampu meminimalkan pencemaran berupa limbah logam berat kromium hingga 57%.

"Kami memilih abu ampas tebu sebagai sumber silika karena kandungan silikanya cukup tinggi. Selain itu, saat ini abu ampas tebu kurang begitu dimanfaatkan, padahal jumlah abu ampas tebu hasil sisa pengolahan tebu pada industri gula sangat melimpah," kata Joshia Christa Pradana, salah seorang anggota tim peneliti abu ampas tebu tersebut di Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/7/2018).

Menurut dia, di Indonesia abu ampas tebu bisa mencapai 10,2 juta ton per tahun. Jumlah itu sangat besar dan sayang jika tidak dimanfaatkan, padahal potensi dan kegunaannya cukup besar.

Ia menerangkan, pencemaran logam berat merupakan suatu masalah yang menjadi fokus pada pengolahan limbah industri. Logam berat kromium banyak digunakan dalam industri kimia yang menyebabkan logam kromium umumnya ikut terbuang dan dapat mencemari air sungai serta air tanah.

Padahal, apabila logam kromium terkonsumsi oleh makhluk hidup, akan berdampak buruk pada kesehatan. Selain itu, selama ini metode paling umum serta efisien untuk pengolahan limbah adalah metode adsorpsi atau penyerapan.

Silika telah digunakan sebagai bahan penyerapan dalam pengolahan limbah logam berat, tetapi sulit untuk diregenerasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakannya magnetit (Fe3O4) sebagai adsorben yang dapat diregenerasi.

Namun, magnetit memiliki sifat yang sangat mudah teroksidasi dan mudah larut dalam kondisi asam sehingga dilakukan modifikasi permukaan magnetit dengan cara melapisi permukaan magnetit dengan silika. Selain itu, sifat permukaan silika yang luas menyebabkan daya penyerapan yang semakin tinggi.

Dari permasalahan inilah, katanya, ia bersama dua rekannya, yakni Indah Feliana dan Philio Valerino bersama dosen pembimbing A.S. Dwi Saptati melakukan penelitian yang didanai oleh Kemenristekdikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan memanfaatkan silika dari limbah abu ampas tebu untuk penyalutan nanopartikel besi sebagai bahan penyerap dalam penyisihan (meminimalkan) logam berat kromium.

Anggota tim peneliti lainnya, Philio Valerino (Teknik Kimia 2016), menambahkan, penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi silika dari abu ampas tebu sehingga didapatkan natrium silikat yang kemudian dimanfaatkan untuk membuat magnetit bersalut silika melalui metode elektrodeposisi.

Elektrodeposisi merupakan pengendapan logam pada katoda selama elektrolisis. Hasil dari penelitian ini, magnetit bersalut silika dapat menyerap logam kromium hingga 57%.

"Kami berharap penelitian ini bisa menjadi alternatif pada unit pengolahan limbah dalam industri kimia, khususnya dalam pengolahan limbah logam kromium sehingga limbah ini tidak membahayakan lingkungan dan makhluk hidup serta pertumbuhan industri kimia juga tidak terhambat," ujar Indah Feliana (Teknik Kimia 2016), ketua tim peneliti. (FNH/Ant)

Tag: industri kimia

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Jojon

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00