Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:09 WIB. UMP - Riau ikut kenaikan UMP 8,03 persen.
  • 17:07 WIB. Merek - Pemkot Surakarta targetkan 20 merek terdaftar HKI.
  • 17:04 WIB. Upsus Siwab - Kementan: realisasi Upsus Siwab 2018 lampaui target.
  • 17:02 WIB. Pelaku Usaha - 150 pelaku usaha di Banyuwangi latih pengolahan kopi.
  • 16:55 WIB. RUPS - Tidak penuhi kuorum, ENRG akan ajukan permohonan RUPS ketiga ke OJK. 
  • 16:53 WIB. Apple - iPhone XR sudah kantongi restu Kemenkominfo.
  • 16:52 WIB. Twitter - Twitter bisa lacak akun penyebar kebencian.
  • 16:52 WIB. WhatsApp - WhatsApp perpanjang waktu hapus pesan.
  • 16:51 WIB. Huawei - Huawei Mate 20 Pro bisa isi baterai iPhone XS secara wireless.
  • 16:51 WIB. Twitter - Pengguna Twitter keluhkan spam notifikasi.
  • 16:50 WIB. Huawei - Huawei bikin standar kartu memori anyar bernama Nano Memory pengganti MicroSD.
  • 16:50 WIB. IHSG - Saham penggerak indeks sore ini di antaranya INKP, TCPI, TKIM, dan DOID. 
  • 16:50 WIB. Microsoft - CEO Microsoft Satya Nadella diganjar kompensasi Rp391 miliar.
  • 16:48 WIB. IHSG - Perdagangan Rabu, IHSG ditutup menanjak 67,803 poin (1,17%) ke 5.868,803.
  • 16:43 WIB. RAPBN - Sri Mulyani: Jaga defisit anggaran tetap 1,84%, cadangan belanja negara menjadi Rp14,4 triliun. 

Masyarakat Keluhkan Perkebunan Sawit ke DPRD Bangka Belitung

Foto Berita Masyarakat Keluhkan Perkebunan Sawit ke DPRD Bangka Belitung
Warta Ekonomi.co.id, Pangkal Pinang -

Masyarakat dari beberapa desa di Kabupaten Bangka Barat memenuhi ruang Bamus DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel), untuk menyampaikan permasalahan terkait keberadaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit di daerah itu.

"Kedatangan kami ini untuk meminta kejelasan akan permasalahan yang pernah kami keluhkan sebelumnya, yakni ketimpangan sosial yang dirasakan masyarakat atas keberadaan pabrik sawit di desa kami," kata Ketua forum rembug desa, Susiadi, saat berdialog dengan DPRD Babel, di Pangkal Pinang, Jumat (27/7/2018).

Ia mengatakan, masyarakat setempat merasa resah karena ada ketimpangan sosial yang ditunjukkan oleh perkebunan dan pabrik tersebut. Oleh karena itu, melalui DPRD Babel, masyarakat desa sepakat mengajukan empat tuntutan ke perusahaan kelapa sawit tersebut.

"Kami harap DPRD bersama pemerintah dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini sehingga perusahaan kelapa sawit dapat memperhatikan hak masyarakat desa," katanya.

Empat tuntutan masyarakat terhadap perusahaan kelapa sawit itu yakni adanya perekrutan tenaga kerja yang tidak melibatkan masyarakat dan tidak memprioritaskan masyarakat setempat sebagai pekerja di perkebunan. Tuntutan kedua, masyarakat berhak mendapat pembagian plasma sebesar 20%. Ketiga, adanya pencemaran dari hasil limbah perusahaan. Lalu, keempat, tidak adanya pembagian CSR dari perusahaan untuk masyarakat.

"Dari empat tuntutan itu kita harap pemerintah dan perusahaan merespons apa yang menjadi hak-hak masyarakat," ujarnya.

Sementara perwakilan perusahaan kelapa sawit PT Bumi Permai Lestari, Fitriza Zakir, mengatakan, apa yang dikeluhkan masyarakat dan yang menjadi tuntutan masyarakat sudah ditanggapi oleh perusahaan.

Dari empat tuntutan yang disampaikan masyarakat, ada hal yang tidak bisa disetujui perusahaan, seperti keinginan masyarakat meminta 20% plasma dari luas areal HGU perusahaan dan CSR yang diharapkan masyarakat bernilai rupiah.

"Untuk dua tuntutan itu tidak bisa kita setujui karena kita juga harus mengacu pada aturan yang ada. Namun untuk itu, kita siap membangun kebun plasma di lahan masyarakat dan mengolahnya. Kita siap memfasilitasi ini," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk dua tuntutan lainnya yang diajukan masyarakat terkait adanya pencemaran dari limbah perkebunan ini perusahaan sedang mengkaji dari mana pencemaran itu karena limbah dari perusahaan selalu diolah dan dibuat pupuk tanaman sehingga tidak mencemari lingkungan.

"Limbah itu kita olah menjadi pupuk tanaman karena kita juga tidak ingin ada pencemaran. Dan tuntutan terakhir terkait tenaga kerja, 60% tenaga kerja di pabrik perkebunan sawit kita itu berasal dari masyarakat setempat," ujarnya. (FNH/Ant)

Tag: Kelapa Sawit, Bangka Belitung (Babel)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Jojon

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,066.22 4,025.16
British Pound GBP 1.00 20,110.87 19,901.42
China Yuan CNY 1.00 2,207.43 2,185.43
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,254.00 15,102.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,883.73 10,773.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,946.31 1,926.89
Dolar Singapura SGD 1.00 11,097.05 10,982.47
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,644.30 17,466.97
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.78 3,634.66
Yen Jepang JPY 100.00 13,573.59 13,434.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5868.620 67.803 610
2 Agriculture 1522.460 22.946 20
3 Mining 1933.517 25.132 47
4 Basic Industry and Chemicals 746.459 12.246 70
5 Miscellanous Industry 1214.073 6.640 45
6 Consumer Goods 2489.664 17.513 49
7 Cons., Property & Real Estate 408.238 3.862 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1074.895 28.399 70
9 Finance 1064.617 9.032 91
10 Trade & Service 800.207 9.982 147
No Code Prev Close Change %
1 ISSP 73 98 25 34.25
2 SURE 970 1,210 240 24.74
3 MLPL 71 88 17 23.94
4 TRIO 188 228 40 21.28
5 KBLM 242 284 42 17.36
6 ABBA 99 116 17 17.17
7 DIGI 1,005 1,130 125 12.44
8 KARW 82 92 10 12.20
9 APEX 1,600 1,780 180 11.25
10 TPMA 258 286 28 10.85
No Code Prev Close Change %
1 IBFN 420 330 -90 -21.43
2 CITY 545 478 -67 -12.29
3 INCF 143 127 -16 -11.19
4 MKPI 24,000 22,000 -2,000 -8.33
5 AKPI 970 890 -80 -8.25
6 BCAP 157 145 -12 -7.64
7 SMCB 1,750 1,625 -125 -7.14
8 TMPO 140 130 -10 -7.14
9 MPOW 134 125 -9 -6.72
10 LMAS 78 73 -5 -6.41
No Code Prev Close Change %
1 CPRO 50 50 0 0.00
2 MNCN 730 775 45 6.16
3 ABBA 99 116 17 17.17
4 PGAS 2,200 2,310 110 5.00
5 TLKM 3,780 3,900 120 3.17
6 BHIT 79 80 1 1.27
7 DOID 755 805 50 6.62
8 ISSP 73 98 25 34.25
9 TRAM 199 200 1 0.50
10 TKIM 10,300 11,200 900 8.74