Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Di Jabar, Koperasi Terapkan RAT Online

Foto Berita Di Jabar, Koperasi Terapkan RAT Online
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Seluruh koperasi di Jawa Barat kini telah menerapkan program Rapat Anggota Tahunan (RAT) Online. Pemanfaatan teknologi informasi pada koperasi ini mampu mengefektifkan RAT dan efisien dari segi anggaran karena RAT dilakukan dengan cara teleconference.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengungkapkan, di era milenial ini koperasi dituntut untuk beradaptasi dengan kecepatan perubahan. Sistem RAT Online koperasi di Jabar ini kemudian diapresiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI.

"Koperasi harus memanfaatkan teknologi sehingga mampu sejajar dengan sejumlah e-commerce dan pemanfaatan koperasi kedepan tidak memudar, bahkan koperasi kita menjadi yang terbaik," katanya kepada wartawan di Bandung, Senin (30/7/2018).

Iwa mengungkapkan koperasi di Jabar terus berkembang dan mengikuti perubahan jaman seperti telah diterapkannya sistem online di setiap koperasi di Jabar yang saat ini berjumlah 25.468 dengan jumlah anggota sebanyak 9 juta orang. Dari jumlah tersebut telah ditetapkan sebanyak 100 koperasi berskala besar yang beroperasi di 27 Kota/ Kabupaten di Jabar.

Dia menilai, peran koperasi sangat besar terhadap perekonomian. Hal itu bahkan telah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2010 lalu.

"PBB telah mengakui bahwa koperasi telah meningkatkan pertumbuhan, membuka lapangan kerja dan menurunkan tingkat kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan," katanya.

Adapun, Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menuturkan, koperasi di Jabar memiliki kelebihan dibanding di daerah lain.

"Untuk koperasi di Jabar saya lihat ada kelebihan, perkembangan ilmu teknologi bisa diterapkan oleh insan-insan koperasi di Jabar. Koperasinya sudah mulai meningkatkan pemanfaatan teknologi," ujar Meliadi.

Menurutnya, memang menjadi sebuah keharusan bahwa bila koperasi ingin maju tidak ada pilihan lain selain harus memanfaatkan teknologi informasi. Meliadi berharap penerapan IT pada koperasi di Jabar dapat menjadi percontohan koperasi lain di Indonesia.

"Ini harus menjadi contoh bagi koperasi di daerah lain bagaimana memanfaatkan teleconference dalam pelaksanaan RAT, bisa dibayangkan bagaimana efisiensi biayanya," tuturnya.

Pada tahun 2014 jumlah koperasi di Indonesia mencapai 212 ribu lebih unit koperasi. Namun saat ini telah berkurang menjadi 152.714 koperasi, dimana sebanyak 80 ribu koperasi telah melaksanakan RAT dan 72 ribu unit belum melaksanakan RAT. Koperasi yang telah yang telah dibubarkan berjumlah 40.013 unit.

"Kami meminta kepada para kepala daerah untuk mendorong koperasi di daerahnya melakukan RAT agar semua koperasi menjadi sehat," katanya.

Untuk pengembangan koperasi, lanjut Meliadi, pemerintah pusat terus melakukan pembinaan. Bahkan saat ini sudah ada koperasi yang omsetnya mencapai puluhan triliun rupiah. Ada pula koperasi yang sudah masuk bursa efek dan koperasi yang sudah membeli saham bank pemerintah.

"Kontribusi koperasi terhadap PDB nasional di tahun 2014 berjumlah 1,71%, tahun 2016 meningkat jadi 3,99% dan tahun 2017 meningkat lagi jadi 4,48%," pungkasnya. 

Tag: Iwa Karniwa

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00