Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:11 WIB. Rupiah - Pukul 16.10 WIB, rupiah melemah 0,16% ke level Rp14.063 per dolar AS. 
  • 16:10 WIB. Akuisisi - Investasi US$500 juta, Vivendi berpeluang akuisisi 50% saham MNC Vision. 
  • 16:08 WIB. SIAP - Alami kendala penambahan alat, SIAP tak bisa penuhi target produksi. 
  • 16:08 WIB. Investasi - Vivendi akan kucurkan dana investasi US$500 juta ke MNC Vision Network. 
  • 16:07 WIB. Bakrie - BNBR terbitkan lebih dari 91,08 juta saham baru hasil PMTHMETD. 
  • 16:06 WIB. Aset - Armada Berjaya akan tambah aset berupa 61 unit truk. 
  • 16:00 WIB. IHSG - Kamis sore, IHSG ditutup hijau 0,38% ke level 6.537,77. 
  • 16:00 WIB. IPO - Lakukan IPO, Armada Berjaya incar dana sebesar Rp43,2 miliar. 
  • 15:59 WIB. IPO - PT Armada Berjaya Tbk lakukan IPO hari ini. 
  • 15:58 WIB. BSD City - BSDE proyeksikan BSD City akan kontribusi 66% dalam capaian marketing sales
  • 15:57 WIB. BSDE - Tahun ini, BSDE targetkan marketing sales sebesar Rp6,2 triliun. 
  • 15:32 WIB. SDM - Perusahaan teknologi Indonesia akui sulit cari SDM.
  • 15:30 WIB. Manggis - Mentan lepas ekspor manggis Sukabumi ke Tiongkok.
  • 15:30 WIB. TSM - Produk elektronikan besutan PT TSM menuju pasar global.
  • 15:29 WIB. Ekspor - Golongan alas kaki masih menjadi produk primadona ekspor Banten.

Harga Minyak Naik Dipicu Prospek Pasokan Ketat

Foto Berita Harga Minyak Naik Dipicu Prospek Pasokan Ketat
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak naik pada akhir perdagangan, Selasa (31/7/2018) pagi WIB, dengan minyak mentah AS melompat lebih dari dua persen.

Kenaikan harga itu terjadi karena pedagang terus fokus terhadap gangguan pasokan dan kemungkinan terpukulnya produksi minyak mentah dari sanksi AS terhadap Iran.

Minyak mentah Brent untuk penyerahan Oktober, kontrak yang paling aktif diperdagangkan, ditutup pada 75,55 dolar AS per barel atau naik 79 sen di London ICE Futures Exchange.

Sementara, minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 0,68 dolar AS atau 0,9 persen, menjadi ditutup di 74,97 dolar AS per barel, demikian dikutip dari laporan Reuters..

Volume dalam kontrak yang jatuh tempo atau habis waktunya cenderung berkurang dalam beberapa hari terakhir sebelum keluar dari papan perdagangan.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, menambahkan 1,44 dolar AS atau 2,1 persen menjadi menetap di 70,13 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

WTI naik karena ekspektasi bahwa persediaan AS turun minggu lalu dan kekhawatiran bahwa penghentian operasi di fasilitas Syncrude di Kanada tidak akan diselesaikan secepat yang diharapkan, kata para pedagang.

"Kami hanya semakin ketat di sini di AS dalam hal pasokan, khususnya di Cushing," kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York. "Itu sebabnya Anda melihat WTI meningkat."

Persediaan minyak mentah di Oklahoma, titik pengiriman untuk WTI telah berkurang, sebagian karena situasi di fasilitas Syncrude yang telah mengurangi aliran minyak ke pusat.

Stok di Cushing turun menjadi 23,7 juta barel, terendah sejak November 2014 dalam seminggu yang berakhir 20 Juli.

Namun demikian, perusahaan informasi energi Genscape mengatakan bahwa persediaan di Cushing naik hampir 200.000 barel atau hampir satu persen, dari Selasa (24/7) hingga Jumat (27/7) pekan lalu, menurut para pedagang.

Harga minyak telah berbalik naik ari posisi terendah baru-baru ini selama dua minggu terakhir, karena sanksi AS terhadap Iran sudah mulai membatasi ekspor dari negara itu. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin (30/7) dia akan bertemu dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani.

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Andi Aliev

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.30 3,729.07
British Pound GBP 1.00 18,411.72 18,223.66
China Yuan CNY 1.00 2,101.61 2,080.78
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,127.00 13,987.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,109.28 10,006.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.01 1,782.15
Dolar Singapura SGD 1.00 10,447.42 10,343.12
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,020.02 15,854.26
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,471.01 3,432.39
Yen Jepang JPY 100.00 12,756.91 12,629.35

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6537.766 24.982 628
2 Agriculture 1616.672 15.458 21
3 Mining 1935.600 28.600 47
4 Basic Industry and Chemicals 903.282 9.632 71
5 Miscellanous Industry 1347.154 -12.736 46
6 Consumer Goods 2654.468 -5.813 51
7 Cons., Property & Real Estate 459.894 1.147 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.069 7.199 72
9 Finance 1243.721 7.000 91
10 Trade & Service 827.313 1.685 155
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 288 432 144 50.00
2 OCAP 54 72 18 33.33
3 PUDP 356 430 74 20.79
4 PJAA 1,260 1,500 240 19.05
5 YULE 175 208 33 18.86
6 INPS 2,100 2,400 300 14.29
7 BRAM 6,200 7,000 800 12.90
8 IKAI 179 200 21 11.73
9 INDY 1,955 2,180 225 11.51
10 IBFN 240 266 26 10.83
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,900 1,425 -475 -25.00
2 ARTA 980 780 -200 -20.41
3 KBLV 525 454 -71 -13.52
4 CSAP 600 540 -60 -10.00
5 AKPI 690 625 -65 -9.42
6 CLAY 1,540 1,395 -145 -9.42
7 BNLI 1,150 1,055 -95 -8.26
8 PSDN 260 242 -18 -6.92
9 SIPD 1,030 960 -70 -6.80
10 TRIS 236 220 -16 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,490 2,640 150 6.02
2 ADRO 1,345 1,415 70 5.20
3 JPFA 2,310 2,330 20 0.87
4 INDY 1,955 2,180 225 11.51
5 BUMI 150 163 13 8.67
6 BMRI 7,100 7,325 225 3.17
7 UNTR 26,000 26,500 500 1.92
8 ESTI 91 92 1 1.10
9 BNLI 1,150 1,055 -95 -8.26
10 LEAD 92 86 -6 -6.52