Portal Berita Ekonomi Jum'at, 21 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:35 WIB. Israel - Iran minta PBB awasi kegiatan nuklir Israel.
  • 23:31 WIB. Najib Razak - Dikenakan 21 dakwaan, Najib Razak bersikukuh yakin bersih.
  • 23:24 WIB. Jepang - Shinzo Abe akan jadi pemimpin Jepang terlama di zaman modern.
  • 23:18 WIB. Spanyol - Donald Trump minta Spanyol bangun tembok halangi imigran.
  • 23:16 WIB. ASEAN - Indonesia-Malaysia dorong pantun jadi warisan budaya dunia.
  • 23:15 WIB. Donald Trump - Trump: invasi Timur Tengah lebih buruk daripada Perang Sipil.
  • 23:11 WIB. Afrika Selatan - Indonesia jajaki kerja sama pendidikan Islam dengan Afrika Selatan.
  • 23:10 WIB. Turki - Turki umumkan program ekonomi baru untuk 2019-2021.
  • 22:54 WIB. PEP - Melalui Asset 4 Donggi-Matindok Field membuktikan kinerjanya melalui pencapaian produksi gas sebesar 112,30 %.
  • 22:45 WIB. Garuda - Garuda meresmikan CargoService Center terbaru di Tanah Abang, Jakpus.
  • 22:44 WIB. KAI - KAI akan berkolaborasi dengan Progress Rail, perusahaan pemasok produk dan layanan kereta api yang terafiliasi dengan Caterpillar.
  • 22:42 WIB. INKA - INKA-SKODA berkomitmen untuk melakukan transfer teknologi pada Traction Motor dan Propulsi. 
  • 22:41 WIB. INKA - INKA akan berkolaborasi dengan SKODA, perusahaan asal Republik Ceko yang memproduksi sistem propulsi dan kontrol perkeretaapian.
  • 22:38 WIB. Len - Len Industri akan menyuplai Interlocking, LED Signal, Point Machine, CTC and Sistem Engineering kepada ALTPRO.
  • 22:35 WIB. LEN - Len Industri bekerja sama dengan perusahaan asal Kroasia, ALTPRO, akan berkolaborasi dalam hal pengembangan produk dan sertifikasi.

Gereja Katolik Yerusalem Protes UU Negara Bangsa Yahudi

Foto Berita Gereja Katolik Yerusalem Protes UU Negara Bangsa Yahudi
Warta Ekonomi.co.id, Yerusalem -

Patriarkat Latin di Yerusalem pada Senin (30/7/2018) mengeluarkan pernyataan keras terkait dengan undang-undang Negara Bangsa Yahudi yang baru disahkan, yang disebut diskriminatif, melanggar hukum Israel dan internasional.

Patriarkat, yang mewakili Gereja Katolik Roma di Tanah Suci, menyerukan kepada semua orang Kristen di Israel untuk memprotes hukum yang memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri secara nasional untuk warga Yahudi Israel.

"Undang-undang gagal memberikan jaminan konstitusional untuk hak-hak masyarakat adat dan minoritas lainnya yang hidup di negara itu," tutur pernyataan Patriarkat, sebagaimana dikutip dari Times of Israel, Selasa (31/7/2018).

"Warga Palestina Israel, yang merupakan 20 persen secara mencolok dikecualikan dari undang-undang tersebut," tambahnya.

Undang-undang yang disahkan awal bulan ini, telah mengguncang negara itu, di tengah memuncaknya kritik terhadap ketentuan-ketentuan yang banyak ditentang sebagai pengecualian terhadap kelompok minoritas. Para pendukung undang-undang melihatnya perlu untuk menyeimbangkan karakter Yahudi dan demokrasi Israel, serta mengabadikan status negara negara Yahudi sebagai hukum.

"Ini di luar konsepsi bahwa undang-undang dengan efek konstitusional telah mengabaikan seluruh segmen populasi seolah-olah anggotanya tidak pernah ada," tegas gereja.

"Ini mengirimkan sinyal kepada warga Palestina di Israel, bahwa di negara ini mereka tidak dianggap," jelasnya.

Gereja juga menyatakan undang-undang itu bertentangan dengan Resolusi PBB 181 yang menetapkan Negara Israel, dan Deklarasi Kemerdekaan Israel sendiri. Pihak gereja juga meminta orang Kristen untuk memprotes undang-undang tersebut.

“Warga Kristen Israel memiliki keprihatinan yang sama dengan komunitas non-Yahudi lainnya sehubungan dengan Hukum ini. Mereka menyerukan kepada semua warga Negara Israel yang masih percaya pada konsep dasar persamaan di antara warga negara yang sama, untuk menyuarakan keberatan mereka terhadap hukum ini dan bahaya yang memancar ke masa depan negara ini,” pungkasnya.

Tag: Israel, Palestina

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Amir Cohen

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,976.27 3,936.70
British Pound GBP 1.00 19,606.12 19,408.59
China Yuan CNY 1.00 2,176.13 2,154.53
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,913.00 14,765.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,826.84 10,716.44
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,901.17 1,882.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,897.33 10,787.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,422.86 17,245.52
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,606.53 3,566.43
Yen Jepang JPY 100.00 13,299.74 13,164.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5931.266 57.669 602
2 Agriculture 1584.135 11.004 20
3 Mining 1936.077 20.470 46
4 Basic Industry and Chemicals 810.673 14.455 71
5 Miscellanous Industry 1272.514 15.152 45
6 Consumer Goods 2477.630 29.722 47
7 Cons., Property & Real Estate 421.938 0.005 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1029.500 5.998 69
9 Finance 1067.861 11.961 91
10 Trade & Service 821.943 1.167 145
No Code Prev Close Change %
1 BKDP 62 83 21 33.87
2 HDTX 172 218 46 26.74
3 DIGI 424 530 106 25.00
4 PANI 246 306 60 24.39
5 KPAL 442 530 88 19.91
6 TRUS 170 200 30 17.65
7 OKAS 195 222 27 13.85
8 DYAN 88 100 12 13.64
9 MINA 464 525 61 13.15
10 ARTO 137 154 17 12.41
No Code Prev Close Change %
1 CNTX 680 580 -100 -14.71
2 DNAR 310 266 -44 -14.19
3 DSSA 16,300 14,000 -2,300 -14.11
4 GLOB 160 140 -20 -12.50
5 RELI 262 234 -28 -10.69
6 INPP 660 590 -70 -10.61
7 SRAJ 139 125 -14 -10.07
8 BULL 169 153 -16 -9.47
9 YPAS 700 635 -65 -9.29
10 ALMI 350 320 -30 -8.57
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 238 232 -6 -2.52
2 BMTR 406 406 0 0.00
3 KPIG 710 690 -20 -2.82
4 BBRI 3,000 3,090 90 3.00
5 DYAN 88 100 12 13.64
6 BHIT 88 90 2 2.27
7 TLKM 3,550 3,600 50 1.41
8 INKP 17,850 18,300 450 2.52
9 ADRO 1,740 1,805 65 3.74
10 PGAS 2,020 2,080 60 2.97