Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:29 WIB. Startup - Alpha JWC Ventures menginjeksi dana serie A ke startup periklanan digital Target Media Nusantara.
  • 20:26 WIB. Liga 1 - Persija Jakarta 3 vs 0 Persela Lamongan
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia

Terbitkan KIK EBA, Garuda Indonesia Hemat Biaya Utang

Foto Berita Terbitkan KIK EBA, Garuda Indonesia Hemat Biaya Utang
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAA+ untuk KIK EBA Mandiri GIAA01 kelas A. Peringkat yang disematkan kepada KIK EBA Mandiri GIAA01 kelas A didasari oleh kemampuan keuangan maskapai penerbangan nasional tersebut. 

Analis Pefindo, Danan Dito, mengatakan bahwa Garuda Indonesia bakal menggelontorkan sekitar 5% hingga 6% dari total pendapatan untuk membayar kewajiban pada investor. 

Di mana untuk membayar imbal hasil, perusahaan pelat merah tersebut harus merogoh kocek sebesar  Rp46 miliar per tahun dan Rp360 per tahun untuk pembayaran pokok selama lima tahun ke depan.

"Walau menggerus pendapatan 5%-6%, tapi dana hasil KIK EBA ini akan memberi ruang efisiensi terhadap biaya utang GIAA," ujarnya di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Sekadar informasi, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) resmi menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek beragun Aset (KIK EBA) senilai Rp2 triliun dengan tenor lima tahun. KIK EBA itu terbagi menjadi kelas A dengan imbal hasil 9,75% senilai Rp1,8 triliun dengan kupon 9,75% per tahun dan kelas B melalui penawaran terbatas senilai Rp200 miliar.

Sehingga dalam lima tahun mendatang, perseroan harus menyisihkan 5%-6% dari total pendapatannya untuk membayar bunga dan pokok emisi kepada investor.

Tag: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, KIK EBA

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Fikri Yusuf

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Selasa, 20/11/2018 17:39 WIB

Kelangkaan Semen Masih Terjadi di Palu

Selasa, 20/11/2018 14:24 WIB

Mitsubishi Akan Copot Carlos Ghosn

Selasa, 20/11/2018 13:49 WIB

Xiaomi Ambil Alih Bisnis Smartphone Meitu

Selasa, 20/11/2018 08:44 WIB

Bos Besar Nissan Ditangkap Otoritas Jepang

Selasa, 20/11/2018 06:27 WIB

Malaysia Jadi Gerbang Masuk Bawang Ilegal

Selasa, 20/11/2018 00:15 WIB

Relaksasi DNI Bakal Gaet Investasi Asing