Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:49 WIB. Eredivisie Belanda - Willem II 0 vs 3 ADO Den Haag
  • 07:45 WIB. Bundesliga Jerman - Nurnberg 0 vs 2 Wolfsburg
  • 07:44 WIB. LaLiga Spanyol - Celta Vigo 0 vs 0 Leganes
  • 22:58 WIB. Pelindo - Pelindo I, II, II dan IV akan menggelar Pelindo Charity Port Run 2018 di Pelabuhan Tanjung Perak pada Minggu (16/12).
  • 22:56 WIB. BRI - BRI menunjuk Morgan Stanley sebagai penasihat atau advisor dalam rencana penjualan saham minoritas di BRI Life.
  • 22:51 WIB. Pertamina - Pertamina meresmikan beroperasinya Depot Mini LPG Pressurized di Minahasa.
  • 20:07 WIB. ADRO - Adaro Power berencana mengembangkan PLTS berdaya 100 MW di Sumatra.
  • 20:05 WIB. ADRO - Pengerjaan proyek PLTU di Batang ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada 2020.
  • 20:00 WIB. Waskita - Waskita menerima pembayaran senilai Rp1,9 triliun dari proyek Ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.
  • 19:59 WIB. Pelindo II - Pelindo II bersinergi dengan Pelindo III dan IV mengoptimalkan pelayanan jasa kepelabuhan.

Ini Alasan Vale Beli Listrik PLN

Foto Berita Ini Alasan Vale Beli Listrik PLN
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Rencana peningkatan kapasitas produksi pabrik pengolahan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mensyaratkan tambahan suplai energi listrik, di luar yang sudah ada saat ini. Karena itu, Vale menjajaki kerja sama dengan penyedia energi listrik utama yaitu PLN. Dalam rencana pengembangannya, Vale menargetkan kenaikan kapasitas produksi nickel matte tahunan sebesar 90 kiloton (Kt) pada tahun 2022.

Dengan kapasitas daya mampu PLN di Sulawesi bagian Selatan (Sulbagsel) sebesar 1560 MW dan beban puncak sebesar 1100 MW, ada ketersediaan daya sebesar 460 MW lagi yang dapat dimanfaatkan oleh pihak industri untuk peningkatan produksi dan masyarakat pada umumnya.

Presiden Direktur & CEO Vale, Nico Kanter, menjelaskan bahwa telah dilakukan penadatanganan MoU antara Vale dengan PLN pada hari Senin, 30 Juli 2018.

"Ini merupakan upaya Perseroan untuk mendapatkan dukungan sistem kelistrikan yang memadai untuk dimanfaatkan dalam kegiatan produksi," tutur Nico dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (30/7/2018).

Sementara itu, General Manager PT PLN wilayah Sulselrabar, Bambang Yusuf, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk menyuplai listrik bagi masyarakat dan pengusaha di wilayah Sulselrabar.

Pada langkah awal, akan dilakukan studi untuk menjajaki pembangunan jaringan listrik tegangan tinggi 150 kilovolt (KV) yang menghubungkan jaringan listrik PLN dan PT Vale. Kerja sama bidang kelistrikan ini nantinya diharapkan dapat menyuplai daya tambahan untuk meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan PT Vale di Sorowako.

"Pelayanan PLN sudah semakin baik sekarang dan dapat memenuhi kebutuhan energi perusahaan kami ke depan. Kami berharap PLN wilayah Sulselrabar dan PT Vale dapat terus berkomunikasi agar layanan ketenagalistrikan dapat segera direalisasikan. Dengan demikian, target produksi 90 kilo ton dapat kami wujudkan," ujar Nico.

Sementara itu, Bambang Yusuf menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan kesempatan besar karena pelanggan dapat mempercayakan pasokan listriknya kepada PLN.

Dalam rencana pengembangannya, PT Vale menargetkan kenaikan kapasitas produksi nickel matte tahunan sebesar 90 kilo ton pada tahun 2022. Saat ini, PT Vale memiliki produksi rata-rata sebesar 77 kilo ton per tahun. Kapasitas produksi saat ini dihasilkan oleh pabrik pengolahan yang mendapat suplai energi listrik sebesar 365 megawatt (MW) dari tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik Vale.

Selain untuk keperluan pabrik pengolahan, energi listrik dari ketiga PLTA tersebut juga didistribusikan bagi masyarakat Luwu Timur sebanyak 10,7 megawatt melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Tag: PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Penulis/Editor: Ratih Rahayu

Foto: Cahyo Prayogo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00