Portal Berita Ekonomi Rabu, 22 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:14 WIB. Asian Games - Penonton rela antre tiket dari Subuh demi final bulu tangkis.
  • 09:03 WIB. Emas - Emas perpanjang kenaikan harga.
  • 07:37 WIB. PGAS - PGN mencatat laba bersih tumbuh 190,22% menjadi US$145,94 juta pada semester I-2018.
  • 07:35 WIB. PGAS - PGN mencatat pendapatan naik 14,98% menjadi US$1,62 miliar pada semester I-2018.
  • 07:31 WIB. TBLA - Tunas Baru Lampung membukukan laba sebesar Rp349 miliar pada semester I-2018.
  • 07:26 WIB. TBLA - Tunas Baru Lampung mencatat pendapatan sebesar Rp4 triliun pada semester I-2018.
  • 07:22 WIB. MYOR - Mayora Indah menargetkan pendapatan naik sebesar 10,3% menjadi Rp22,9 triliun pada 2018.
  • 07:20 WIB. MYOR - Mayora Indah menargetkan ekspor tumbuh sebesar 45% pada 2018.
  • 07:19 WIB. MYOR - Mayora Indah berencana membeli aset tanah di Balaraja untuk didirikan pabrik senilai Rp600 miliar.
  • 06:56 WIB. IBFN - Intan Baruprana Finance membidik dana segar sebesar Rp105 miliar lewat aksi right issue pada semester II-2018.
  • 06:53 WIB. Bandara - Kemenhub mengatakan pembangunan bandara di Sukabumi membutuhkan biaya sekitar Rp300-400 miliar.
  • 06:52 WIB. Kemenhub - Kemenhub akan membangun bandara di Sukabumi pada tahun 2019 mendatang.
  • 00:15 WIB. Qatar - Bahrain berhenti keluarkan visa bagi warga Qatar.
  • 00:00 WIB. Turki - Erdogan sapa para prajurit di tenggara Turki saat Idul Adha.
  • 23:59 WIB. Iran - Perusahaan minyak Perancis 'Total' mundur dari proyek gas Iran.

Kerek Modal, Bank Mayapada Bakal Lakukan Right Issue

Foto Berita Kerek Modal, Bank Mayapada Bakal Lakukan Right Issue
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mayapada Internasional Tbk menyetujui Bank Mayapada menerbitkan 910,9 juta saham baru seri B melalui penawaran umum terbatas XI dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Right Issue. Proses penambahan modal tersebut mengambil porsi 14,29% dari jumlah modal disetor dengan nilai nominal Rp100 per saham. 

Direktur Utama Bank Mayapada, Hariyono Tjahjarijadi, mengatakan, rencana penambahan modal ini sebagai upaya penguatan struktur permodalan (capital adequacy ratio/CAR) perseroan untuk meningkatkan kegiatan usaha, kinerja perseroan, dan daya saing dalam industri perbankan. 

"CAR akhir tahun 20% dari saat ini 14%, dengan catatan penjualan subordinasi terjual semua. Ini harus, meski di semester II banyak yang mengeluarkan subdebt," ujarnya usai RUPSLB di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Adapun penurunan modal diakibatkan penyaluran kredit yang tumbuh dua digit. Selain itu, rasio kredit bermasalah (NPL) perseroan mengalami peningkatan dari 2,78% pada Juni 2017 menjadi 4,34% pada Juni 2018.

Alhasil, guna mendukung ekspansi bisnis dan mempertebal permodalan, perseroan akan mencari dana tambahan senilai Rp5 triliun selama 2018.

"Net Interest Margin (NIM) tergerus. Kredit bermasalah juga harus ada pencadangannya. Jadi, otomatis tidak bisa sebaik tahun lalu," katanya.

Hariyono menyebutkan, perseroan akan mendapatkan dana segar Rp2 triliun dari Right Issue dan Rp3 triliun dari obligasi subordinasi (subdebt). Di mana separuh dari dana Right Issue sudah tercatat di dana setoran modal yang akan dicairkan September mendatang.

"Kami optimis tercapai. Untuk Right Issue, pemegang saham pengendali yang akan menjadi standby buyer. Dana yang akan diterima melalui rencana aksi korporasi tersebut tidak akan mengubah susunan pemegang saham existing," terangnya.

Untuk informasi, pemegang saham pengendali Bank Mayapada adalah JPMCB-Cathay Life Insurance Co Ltd dengan kepemilikan saham 40% dan PT Mayapada Karunia dengan kepemilikan saham 26,42%. Selain itu, 10% saham dimiliki oleh Galasco Investments Ltd, Unity Rise Ltd memiliki 7,31% saham, dan 16,27% adalah saham publik.

Tag: PT Bank Mayapada Internasional Tbk, rights issue

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5944.301 52.109 599
2 Agriculture 1614.738 25.794 20
3 Mining 1998.786 -15.550 46
4 Basic Industry and Chemicals 823.432 20.382 70
5 Miscellanous Industry 1273.081 9.488 45
6 Consumer Goods 2419.918 56.708 46
7 Cons., Property & Real Estate 443.209 3.925 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1011.366 -1.421 70
9 Finance 1061.408 1.105 91
10 Trade & Service 853.400 6.553 144
No Code Prev Close Change %
1 ANDI 424 530 106 25.00
2 PGLI 199 248 49 24.62
3 FILM 1,360 1,545 185 13.60
4 PSDN 256 290 34 13.28
5 APLI 91 103 12 13.19
6 IPCM 392 440 48 12.24
7 ERAA 2,590 2,890 300 11.58
8 HERO 905 1,000 95 10.50
9 RELI 260 286 26 10.00
10 NICK 130 143 13 10.00
No Code Prev Close Change %
1 SDMU 103 87 -16 -15.53
2 LPIN 1,085 965 -120 -11.06
3 INCF 212 190 -22 -10.38
4 PYFA 189 170 -19 -10.05
5 PALM 398 360 -38 -9.55
6 GLOB 170 154 -16 -9.41
7 LMSH 655 600 -55 -8.40
8 TGKA 2,720 2,500 -220 -8.09
9 SIMA 139 128 -11 -7.91
10 PBSA 615 575 -40 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,390 3,350 -40 -1.18
2 BBRI 3,180 3,150 -30 -0.94
3 FILM 1,360 1,545 185 13.60
4 PTBA 4,260 4,120 -140 -3.29
5 PGAS 1,860 1,930 70 3.76
6 TRAM 224 220 -4 -1.79
7 ERAA 2,590 2,890 300 11.58
8 TKIM 14,125 15,150 1,025 7.26
9 LPPS 108 106 -2 -1.85
10 ENRG 130 138 8 6.15

Recommended Reading