Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:00 WIB. IHSG - Senin sore, IHSG ditutup 0,04% ke level 6.450,83. 
  • 15:25 WIB. Rupiah - Pukul 15.25 WIB, rupiah melemah 0,35% ke level Rp14.225 per dolar AS. 
  • 15:24 WIB. Diversifikasi Portofolio - Elnusa akan lanjutkan strategi diversifikasi portofolio untuk raih kinerja posiif di tahun 2019.
  • 15:23 WIB. Penyertaan Saham - Leo Investment tingkatkan penyertaan saham sebanyak 830 saham baru dalam PT Sarana Instrument.
  • 15:23 WIB. Panel Surya - Chandra Asri gandeng Total Solar untuk pasang instalasi panle surya di pabrik Chandra Asri Cilegon.
  • 14:54 WIB. Renault - Grup Nusantara comot bisnis Renault dari Indomobil.

Pemintaan Sarung Tangan Tinggi, Laba Mark Dynamics Melonjak 132,1%

Foto Berita Pemintaan Sarung Tangan Tinggi, Laba Mark Dynamics Melonjak 132,1%
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan pendapatan sebesar Rp155,45 miliar di semester I 2018. Angka itu naik 46,9% dari posisi Rp105,79 miliar di periode yang sama tahun lalu. Kenaikan pendapatan sejalan dengan tingginya permintaan produk sarungan tangan kesehatan dunia.

"P‎ermintaan pasar terhadap produk sarung tangan kesehatan secara global sangat tinggi dan berdampak positif bagi kinerja operasional dan keuangan perusahaan. S‎ejalan dengan permintaan yang tinggi, kami optimistis bisa menjaga kesehatan kinerja jangka panjang yang baik untuk bisa dipertahankan," ucap P‎residen Direktur Mark Dynamics Indonesia, Ridwan, dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa, (31/7/2018).

Menurutnya, k‎ontributor pendapatan terbesar berasal dari ekspor yang mencapai 97% dan 3% dari lokal. Ekspor besar karena posisi perusahaan‎ sebagai salah satu produsen hand former terkemuka di dunia dengan pangsa pasar 35%.

"Maka dari itu, pasar ekspor masih menjadi tujuan utama pasar perusahaan," ujar dia.

Dia mengungkapkan, pendapatan yang meningkat memberikan pencapaian yang positif bagi laba perusahaan. Laba bersih perusahaan naik 132,1%, dari Rp15,74 miliar pada Juni 2017 menjadi Rp36,54 miliar di enam bulan pertama tahun ini.

"Posisi laba kotor tumbuh 91,8% dari posisi Rp33,76 miliar di semester I tahun lalu, kini menjadi Rp64,76 miliar di semester pertama tahun ini," sebut dia.

Tingkat beban operasional, sambung dia, tercatat sebesar Rp14,24 miliar dengan rasio beban operasional terhadap pendapatan sebesar ‎9,2%. Apresiasi nilai dolar AS (USD) terhadap rupiah memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.

"Dengan tercatatnya laba bersih kurs sebesar Rp914,56 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencatat rugi kurs sebesar Rp514,61 juta," ungkap dia.

Posisi aset perseroan menjadi Rp272,39 miliar di semester I 2018 dengan peningkatan sebesar 12,6% dibandingkan kuartal pertama 2018. Adapun posisi ekuitas menjadi Rp191,98 miliar atau naik 3,8% dari posisi kuartal I 2018.‎ Dengan aset lancar tercatat sebesar Rp178,97 miliar, sedangkan aset tidak lancar Rp93,41 miliar.

"Kami akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan nilai kepada pemegang saham dan investor, termasuk pengembangan usaha di luar bisnis organik perusahaan," pungkasnya.

Tag: laba, PT Mark Dynamics Indonesia

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rosmayanti

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6450.834 2.678 627
2 Agriculture 1642.122 58.830 21
3 Mining 1896.174 15.254 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.201 0.505 71
5 Miscellanous Industry 1423.572 -19.807 46
6 Consumer Goods 2599.505 -7.787 51
7 Cons., Property & Real Estate 465.509 -6.115 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1154.795 5.554 71
9 Finance 1239.207 4.959 91
10 Trade & Service 794.825 -2.264 155
No Code Prev Close Change %
1 NATO 175 236 61 34.86
2 CLAY 306 382 76 24.84
3 SQMI 382 476 94 24.61
4 YPAS 575 710 135 23.48
5 HEXA 2,920 3,600 680 23.29
6 BNLI 705 855 150 21.28
7 VOKS 250 300 50 20.00
8 INRU 785 910 125 15.92
9 KMTR 334 382 48 14.37
10 DSSA 15,600 17,825 2,225 14.26
No Code Prev Close Change %
1 MTSM 206 157 -49 -23.79
2 AGRS 490 402 -88 -17.96
3 PADI 1,090 920 -170 -15.60
4 CANI 248 210 -38 -15.32
5 NAGA 280 240 -40 -14.29
6 SKYB 160 142 -18 -11.25
7 AKSI 394 350 -44 -11.17
8 PLIN 3,400 3,040 -360 -10.59
9 KIOS 2,000 1,790 -210 -10.50
10 MYTX 105 94 -11 -10.48
No Code Prev Close Change %
1 HOME 150 144 -6 -4.00
2 BUMI 174 174 0 0.00
3 ERAA 2,310 2,240 -70 -3.03
4 BNLI 705 855 150 21.28
5 PNLF 296 296 0 0.00
6 ASII 8,475 8,325 -150 -1.77
7 BHIT 69 68 -1 -1.45
8 BBRI 3,820 3,800 -20 -0.52
9 SSMS 1,205 1,210 5 0.41
10 INDY 2,180 2,130 -50 -2.29