Portal Berita Ekonomi Kamis, 23 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:08 WIB. AP I - AP I akan merombak wajah beberapa bandaranya di tahun ini.
  • 09:53 WIB. Rupiah - Rupiah menguat 0,12% ke level Rp14.508 per dolar AS. 
  • 09:47 WIB. Industri - Industri petrokimia dalam negeri membutuhkan tambahan investasi.
  • 09:47 WIB. AP I - AP I membebaskan tarif mendarat penerbangan ekstra.
  • 09:46 WIB. BNI - BNI Cabang Hong KOng kucurkan HK$50 juta kredit impor burung walet.
  • 09:20 WIB. PTPN IX - XI telah memulai proses giling tebu lebih awal atau sebelum Lebaran.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,07% ke level 5.944,03 di awal sesi I. 
  • 08:59 WIB. SMGR - Semen Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kinerja perseroan 2019 melambat.
  • 08:50 WIB. SMGR - Semen Indonesia menebar dividen senilai Rp1,23 triliun.

Sinar Kesetaraan Gender dari RAPP

Sinar Kesetaraan Gender dari RAPP - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Permasalahan terkait ketimpangan gender masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang tak ada habisnya di dunia. World Economic Forum (WEF) dalam penelitian yang berjudul The Global Gender Gap Report 2017 mencatat jika perkembangan kesetaraan gender di dunia pada tahun 2017 mengalami tren penurunan. Tak bisa dipungkiri, masih banyak masyarakat di berbagai belahan dunia memandang perempuan lebih rendah dibandingkan dengan pria.

The Global Gender Gap Report 2017 melakukan survei terhadap 144 negara yang ada di dunia. Hasilnya, nilai rata-rata kesetaraan gender masih berada di angka 0,680 poin atau 68% dari 1,00 poin atau 100% yang dijadikan patokan sebagai nilai sempurna. Islandia menjadi negara dengan nilai kesetaraan gender paling tinggi sebesar 0,87 poin atau sekitar 87%.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Dalam penelitian ketimpangan gender disebutkan jika pada tahun 2017 Indonesia menduduki peringkat ke-84 dari 114 negara dengan perolehan 0,69 poin atau 69%. Di kawasan Asia Tenggara, kesetaraan gender Indonesia masih di bawah Myanmar, Thailand, Vietnam, Singapura, dan bahkan Filipina yang berhasil menempati peringkat ke-10. Meski demikian, kesetaraan gender di Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan dengan Brunei Darussalam, Malaysia, Kamboja, dan Timor Leste.

Di balik persoalan ketimpangan gender yang menggelayuti Indonesia, ternyata ada secercah sinar kesetaraan gender di Tanah Air. Adalah Mariani Damanik yang selama kurang lebih 15 tahun bekerja dalam sepi membuktikan diri mampu berprestasi di lingkungan kerja yang identik dengan pria. Saat ini ia menjadi Manager of Department Construction and Maintenance di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Perempuan lulusan Teknik Sipil Universitas Islam Medan tahun 1985 ini bercerita jika sejak dirinya bergabung di RAPP tidak pernah mengalami diskriminasi gender. Dimulai pada tahun 1992, ia mencoba peruntungan di PT Inti Indorayon Utama, salah satu perusahaan di bawah grup RAPP yang mengelola lahan di Porsea, Sumatera Utara. Ketika itu, ia menjadi satu- satunya wanita yang menjalani proses interview di antara sekian banyak laki-laki. Walaupun sempat pesimis tidak akan lolos tes, namun takdir berkata lain. Dirinya yang saat itu masih single lebih unggul dibandingkan dengan pesaing lain yang mayoritas laki-laki.

"Jadi, saat itu hampir seluruh peserta interview adalah laki-laki dan peserta perempuan hanya saya seorang. Memang saat itu, lowongan untuk mengisi pekerjaan pembangunan pabrik rayon plant," tuturnya kepada Warta Ekonomi melalui sambungan telepon di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Sayangnya, pada tahun 1995 Mariani terpaksa meninggalkan pekerjaan karena harus memenuhi tugas sebagai seorang anak. Kala itu, orang tua Mariani mengalami sakit keras. Namun pada tahun 1997, Mariani kembali memutuskan untuk kembali berkarier.

"Saya kembali bekerja di RAPP karena memang memiliki lingkungan kerja yang tidak membedakan gender," sebutnya.

Pada tahun 1997, ia didapuk untuk mengelola lahan gambut seluas 80 ribu hektare di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau. Ia bersama tim ditugaskan untuk membuka lahan guna dilakukan pembangunan infrastruktur penunjang seperti jalan, jembatan, rumah, dan fasilitas air bersih. Ia mengaku tak cukup tahu alasan dirinya dipercaya untuk mengemban tugas seberat itu. Ia menduga RAPP lebih mempertimbangkan kemampuan dan kompetensi seseorang karyawan dibandingkan dengan status gender.

"Medan yang dihadapi memang cukup mengerikan karena harus berhadapan dengan lingkungan dan alam yang cukup berat," ungkapnya.

Sebagai seorang wanita, ia mengakui jika untuk membangun karier tidak mudah. Seiring berjalan waktu ia harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Ia juga pernah mengalami momem berat ketika harus berhadapan dengan warga lokal yang belum terbiasa dengan penerapan disiplin dan target kerja. Ia menyaksikan ketika warga lokal yang terpancing amarah datang mengobrak-abrik kantornya. Beruntung, dengan dukungan penuh yang diberikan oleh RAPP terhadap karyawan, ia mampu melalui segala kesulitan yang dihadapi.

"Saya merasa sangat beruntung. Saya merasa tidak ada hambatan. Kuncinya itu, prestasi," tegasnya.

Tag: PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: RAPP

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,882.98 3,843.65
British Pound GBP 1.00 18,520.32 18,331.39
China Yuan CNY 1.00 2,110.39 2,089.52
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,560.00 14,416.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,018.74 9,918.21
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,854.97 1,836.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,569.11 10,463.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,256.24 16,089.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,479.51 3,442.63
Yen Jepang JPY 100.00 13,170.51 13,036.72

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5939.636 -11.736 633
2 Agriculture 1361.492 -5.285 21
3 Mining 1632.926 8.116 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.884 -2.252 71
5 Miscellanous Industry 1221.755 0.311 46
6 Consumer Goods 2360.716 -10.039 52
7 Cons., Property & Real Estate 441.767 0.269 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1071.135 -9.732 74
9 Finance 1192.856 -1.238 90
10 Trade & Service 791.682 1.496 156
No Code Prev Close Change %
1 POOL 2,280 2,780 500 21.93
2 ARTA 400 486 86 21.50
3 JAYA 116 140 24 20.69
4 SKBM 372 446 74 19.89
5 ALDO 290 346 56 19.31
6 MTSM 166 198 32 19.28
7 INCF 266 312 46 17.29
8 DNAR 224 262 38 16.96
9 MASA 565 660 95 16.81
10 ALKA 338 390 52 15.38
No Code Prev Close Change %
1 POLA 1,250 940 -310 -24.80
2 POSA 398 300 -98 -24.62
3 SAPX 835 665 -170 -20.36
4 BELL 456 386 -70 -15.35
5 HITS 670 570 -100 -14.93
6 BBLD 500 442 -58 -11.60
7 DART 350 312 -38 -10.86
8 DEAL 795 710 -85 -10.69
9 CNTX 590 535 -55 -9.32
10 SOSS 396 360 -36 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,750 3,770 20 0.53
2 TLKM 3,600 3,540 -60 -1.67
3 MAMI 132 135 3 2.27
4 NUSA 58 59 1 1.72
5 JAYA 116 140 24 20.69
6 CPIN 4,410 4,460 50 1.13
7 MNCN 945 950 5 0.53
8 TAMU 4,800 4,810 10 0.21
9 BMRI 7,250 7,300 50 0.69
10 BBCA 27,300 27,300 0 0.00